• Cerpen

    Kumpulan Cerpen Kehidupan

    Potret konflik domestik harian, resiliensi akar rumput, dan disrupsi gawai modern.

    Menghadirkan sembilan cerpen realis yang jujur dalam menangkap memori kolektif pandemi, luka psikologis keluarga, hingga benturan budaya digital.

    Read More
  • Jeda

    Menjeda Jagat Memeluk Hakikat

    Catatan batin dan refleksi spiritual kolektif atas pandemi global.

    uku karya 38 penyair Nusantara ini merekam momen dunia saat dipaksa berhenti, menyajikan dilema sekolah daring hingga kesadaran mawas diri lewat untaian sastra.

    Read More
  • Melayani

    Melayani Tuhan dengan Sukacita

    Refleksi inklusif pengabdian harian, integritas kristiani, dan kehadiran sosial gereja.

    35 renungan untuk mengikis kesalehan semu dan memperbarui spirit pengabdian awam lewat teologi kegembiraan yang membumi.

    Read More
  • Administrasi

    Simulasi Surat Bisnis Indonesia

    Simulasi kasus, etika korespondensi korporat, dan taktik kearsipan sekretaris.

    10 simulasi kasus nyata untuk mentransformasi peran calon sekretaris menjadi komunikator andal yang taktis, solutif, dan siap kerja.

    Read More

Mendidik Manusia, Merawat Bangsa

Mendidik Manusia, Merawat Bangsa: Refleksi Seorang Guru tentang Pendidikan, Karakter, Kebinekaan, dan Perubahan Zaman

Spesifikasi

Kode: 610009
Judul: Mendidik Manusia, Merawat Bangsa: Refleksi Seorang Guru tentang Pendidikan, Karakter, Kebinekaan, dan Perubahan Zaman
Penulis: F.X. Triyas Hadi Prihantoro
Editor: Elisabet Sri Hartati
Kata Pengantar: Br. Fransiskus Asisi Dwiyatno FIC, Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana
Tahun Terbit: 2026
Tebal: 148 (xviii+130) halaman
Ukuran: 14.8x21 cm
Harga: Rp60.000

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!

Deskripsi

Tentang Buku Ini
Pendidikan bukanlah sekadar rangkaian rutinitas transfer ilmu di dalam ruang kelas yang kaku, melainkan sebuah ikhtiar kebudayaan untuk memanusiawikan manusia (ngewongke wong) sekaligus merawat tatanan kebangsaan. Di tengah laju modernisasi, disrupsi teknologi, dan derasnya arus perubahan zaman, dunia pendidikan Indonesia kerap dihadapkan pada berbagai paradoks yang kompleks. Buku Mendidik Manusia, Merawat Bangsa hadir sebagai wujud rekaman pemikiran, catatan reflektif, autokritik, dan sumbangan gagasan otentik dari seorang pendidik yang telah mendedikasikan hidupnya selama lebih dari tiga dekade di garda depan persekolahan.

Melalui kumpulan 25 artikel opini terpilih yang pernah dipublikasikan di berbagai media massa nasional dan daerah—seperti Kompas, Koran Sindo, Suara Merdeka, Solopos, Kedaulatan Rakyat, dan Tribun Jateng—F.X. Triyas Hadi Prihantoro menangkap riak-riak kegelisahan di ruang kelas dan merangkainya menjadi sebuah literasi pendidikan yang hidup. Dipicu oleh rasa keterusikan nurani atas ketimpangan sosial, ketidakadilan kebijakan, serta jeritan kaum lemah di bidang pendidikan, penulis tidak sekadar mengkritik, tetapi juga menawarkan arah baru yang berlandaskan moralitas, kesadaran, dan rasa cinta tanah air.

Diterbitkan dalam momentum reflektif memperingati usia penulis yang menginjak 60 tahun sekaligus penanda purna tugasnya sebagai guru Pangudi Luhur, buku ini merangkum permenungan mendalam bahwa menulis adalah cara untuk merawat kepekaan, menyatakan keberadaan (Episto ergo sum), dan terus memantik diskusi konstruktif demi kemajuan peradaban bangsa.

Pembahasan Tematik
Buku ini disusun secara sistematis ke dalam 4 tema utama yang secara presisi mencerminkan empat pilar kata kunci pada subjudulnya:

Tema 1: Kebijakan Pendidikan, Sekolah, dan Peran Negara
Menyoroti dimensi makro dan kebijakan publik dalam dunia pendidikan. Penulis mengupas secara tajam dilema yang dihadapi sekolah-sekolah swasta yang kian tergusur dalam persaingan, ironi program sekolah gratis yang mengabaikan standar mutu, perjuangan kesejahteraan guru honorer yang masih jauh dari kelayakan, hingga karut-marut pelaksanaan PPDB Sistem Zonasi, Full Day School, serta urgensi transparansi dalam pengawasan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Tema ini mengingatkan kembali akan kewajiban konstitusional negara untuk hadir secara adil dan tidak tebang pilih bagi seluruh anak bangsa.

Tema 2: Peran Guru, Integritas, dan Pembentukan Manusia
Menyelami esensi terdalam dari profesi pendidik dan institusi sekolah. Penulis menekankan bahwa guru adalah pilar utama pembentuk peradaban yang tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga moralitas dan keteladanan (Ing Ngarsa Sung Tuladha). Di dalamnya diulas gagasan mengenai kepemimpinan kepala sekolah yang kreatif, urgensi mewujudkan sekolah berintegritas di tengah godaan kecurangan Ujian Nasional, penegakan tata tertib yang konsisten, edukasi moralitas sejak dini, serta kritik tajam terhadap praktik rekayasa dan pemolesan nilai rapor yang meninabukokkan.

Tema 3: Kebinekaan, Budaya, dan Nilai-Nilai Keindonesiaan
Merawat akar kebudayaan dan rasa kebangsaan sebagai benteng identitas generasi muda. Penulis mengajak pembaca menggali kembali kearifan lokal melalui revitalisasi muatan lokal Batik, pemaknaan karakter budaya Solo, penanaman nilai budi pekerti, hingga gerakan eksplisitasi nasionalisme bagi pelajar melalui penghayatan lagu-lagu perjuangan. Selain itu, tema ini menggarisbawahi pentingnya merawat kebinekaan, toleransi, dan rasa persaudaraan lintas iman—sebagaimana tecermin dalam refleksi peringatan Kemerdekaan RI dan kedamaian Natal—demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tema 4: Pendidikan Menghadapi Perubahan Zaman dan Tantangan Sosial
Merespons dinamika era modern, disrupsi digital, dan realitas sosial remaja masa kini. Penulis menyoroti pentingnya perubahan mindset pendidik dari "gaptek" menuju "melek Iptek", etika penggunaan media sosial di ruang persekolahan, hingga daya tahan dan semangat belajar di masa darurat bencana maupun pandemi. Secara tegas, bagian ini juga membedah tantangan nyata yang mengancam keadaban generasi muda, seperti bahaya perundungan (bullying) dan maraknya penyalahgunaan narkotika, yang harus dilawan melalui penguatan pendidikan karakter yang masif dan terintegrasi.

Mengapa Buku Ini Penting Ditelaah?
• Autentik dan Berbasis Pengalaman Lapangan: Ditulis langsung oleh seorang guru praktisi yang memahami dinamika akar rumput persekolahan, bukan sekadar teoritikus pendidikan.
• Komprehensif dan Relevan: Merangkum spektrum isu yang sangat luas, mulai dari regulasi pemerintah, etika pendidik, kebudayaan daerah, hingga adaptasi teknologi digital.
• Gaya Bahasa Lugas dan Menggugah: Dituangkan dalam kalimat-kalimat reflektif yang komunikatif, bernas, dan kaya akan wawasan sosial-kultural.
• Dilengkapi Apresiasi Tokoh: Memuat Kata Pengantar resmi dari Br. Fransiskus Asisi Dwiyatno, FIC., M.Si. (Ketua Pengurus Yayasan Pangudi Luhur Semarang) serta Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si., yang semakin memperkuat bobot dan relevansi buku ini di kancah pendidikan nasional.

Buku Mendidik Manusia, Merawat Bangsa sangat direkomendasikan bagi para guru, kepala sekolah, pengelola yayasan pendidikan, pengambil kebijakan/dinas pendidikan, mahasiswa keguruan, orang tua, serta siapa saja yang peduli pada masa depan pendidikan dan kebudayaan Indonesia.

Daftar Isi

  • Kata Pengantar: Tetap Mendidik, Melayani dengan Hati, dan Bekerja dengan Cinta ~ Br. Fransiskus Asisi Dwiyatno, FIC., M.Si. .... v
  • Sudahkah Guru Menjadi Pilar Pendidikan? ~ Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si. .... viii
  • Prakata Penulis:Saya Menulis Karena Saya Ada .... xiii
  • Daftar Isi .... xvi
  • Kebijakan Pendidikan, Sekolah, dan Peran Negara .... 1
  • Dilema Sekolah Swasta .... 2
  • Sekolah Gratis (Tanpa) Pungutan .... 7
  • Guru Honorer .... 12
  • Quo Vadis PPDB Zonasi .... 16
  • Sekali Lagi tentang Full Day School .... 20
  • Ironi Sekolah Murah-an .... 24
  • Kolaborasi Menyelamatkan Dana BOS .... 28
  • Peran Guru, Integritas, dan Pembentukan Manusia .... 33
  • Mendambakan Guru Berkarakter .... 34
  • Menjadi Kepala Sekolah Kreatif .... 40
  • Mewujudkan Sekolah Berintegritas .... 45
  • Reedukasi Moral dalam Pendidikan .... 50
  • Pembiusan dan Pemolesan Nilai Rapor .... 55
  • Ketegasan Penerapan Tata Tertib Sekolah .... 59
  • Budi Pekerti .... 67
  • Kebinekaan, Budaya, dan Nilai-Nilai Keindonesiaan .... 73
  • Eksplisitasi Nasionalisme bagi Pelajar .... 74
  • Peringatan Kemerdekaan dan Kebinekaan .... 80
  • Eksistensi Muatan Lokal Batik .... 85
  • Quo Vadis Karakter Budaya Solo .... 89
  • Natal dan Kedamaian Hidup .... 95
  • Pendidikan Menghadapi Perubahan Zaman dan Tantangan Sosial .... 99
  • Menjaga Semangat Belajar .... 100
  • Dari Gaptek Menuju Melek Iptek .... 106
  • Sosmed dalam Pendidikan Now .... 111
  • Perubahan dan Kebangkitan Pendidikan .... 116
  • Bullying dan Keberadaban .... 120
  • Narkotika dan Pendidikan Karakter .... 124
  • Tentang Penulis .... 128

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!