• Terbaru

    3 Alinea Kisah

    Kisah nyata mengenai cinta, ayah, ibu, anak, ulang tahun dalam 3 alinea.

    Sebagian besar mungkin sekilas tampak sederhana dan biasa saja, tetapi menjadi begitu bermakna dan kaya setelah terolah oleh pergulatan hidup dan refleksi bersama waktu.

    Read More
  • Novel

    Sekar Ratri: Novel Basa Jawa

    Sekar Ratri: Novel Basa Jawa karya R.N.D Krisnawati

    Pengajeng-ajeng gesang tentrem ing bebrayan, kanyata mas Sutrisno nyimpen sejarahing gesang ingkang mboten ngremenaken. Getun lan keduwung damel peperangan ing batinipun.

    Read More
  • Puisi

    Dari Ladang Pintubesi ke Brankas Koperasi

    Kumpulan Puisi karya kolaborasi seorang petani dan karyawan koperasi.

    Petani dan karyawan koperasi bergelut dengan pekerjaan harian riil.

    Read More
  • Teologi

    Mewujudkan Keadilan & Kesetaraan Gender

    Mewujudkan Keadilan & Kesetaraan Gender dari Perspektif Gereja

    Laki-laki dan perempuan diciptakan secitra dengan Allah dan memiliki martabat yang sama.

    Read More

Gerutu Guruku

Gerutu Guruku

Spesifikasi

Kode:510005
Judul:Gerutu Guruku
Penulis:Felix Kris Alfian
Tahun Terbit:2024
ISBN:978-623-7421-67-2
eISBN:978-623-7421-68-9
ISBN PDF:-
Tebal:130 (xiv+116) halaman
Harga:Rp65.000

Deskripsi

Gerutu Guruku – Sisi Manusiawi di Balik Sosok Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Buku "Gerutu Guruku" adalah sebuah antologi reflektif yang ditulis oleh delapan pendidik yang mencoba membongkar dinding formalitas antara guru dan murid. Melalui buku setebal 130 halaman ini, Felix Kris Alfian bersama rekan-rekan penulis lainnya menyuguhkan narasi yang jujur, rapuh, namun sekaligus menguatkan tentang realitas menjadi seorang guru di era modern. Judul "Gerutu Guruku" dipilih bukan untuk mengecilkan martabat profesi ini, melainkan sebagai bentuk pengakuan bahwa guru adalah manusia biasa yang memiliki hati, rasa, dan tentu saja, keluhan.

Buku ini mengajak pembaca untuk melihat melampaui senyum ceria guru di depan kelas. Ada banyak perasaan yang sulit dirumuskan saat seorang guru harus tetap tampil prima meskipun keadaan pribadinya sedang tidak baik-baik saja. Melalui lembaran-lembaran kisahnya, pembaca akan menemukan bahwa di balik panggilan luhur mencerdaskan bangsa, terdapat pergulatan batin yang menarik untuk disimak.

Eksplorasi Pemikiran dalam Buku:

Refleksi Identitas dan Profesi:
Dalam bagian awal, buku ini membedah hakikat seorang pendidik melalui tulisan seperti "100% Pengajar 100% Pelajar" dan "Kamu Guru?". Penulis menekankan bahwa guru bukan hanya pemberi ilmu, tetapi juga pembelajar abadi yang sering kali harus belajar lebih banyak dari muridnya sendiri. Sosok guru digambarkan sebagai "Gurunya Semua Profesi", sebuah peran sentral yang ironisnya sering kali merasa menjadi "Guru yang Terlupakan".

Dinamika Kelas dan Keluhan yang Jujur:
Bagian ini memotret realitas harian yang menguras emosi. Pembaca akan tersenyum kecut membaca kisah tentang "Murid Telat Deadline", "Murid Tak Antusias", hingga "Ujian Lisan" yang menegangkan. Tulisan "Guruku Rumahnya Jauh" memberikan gambaran fisik tentang perjuangan geografis yang harus ditempuh demi pengabdian, sementara "Gerutu" menjadi ruang bagi para penulis untuk melepaskan beban pikiran yang selama ini terpendam di balik meja guru.

Filosofi dan Spiritualitas Pendidik:
Tulisan seperti "Guru dan Panoptikon" memberikan sentuhan kritis-filosofis tentang bagaimana guru diawasi dan mengawasi, sedangkan "Guru yang Berdoa dan Berharap" serta "Bersikap Adil" menunjukkan dimensi spiritual dalam mendidik. Ada sebuah narasi yang sangat kuat dalam judul "GURU = Orang Biasa yang Menjadikan Orang Luar Biasa", yang merangkum esensi dari setiap lelah yang mereka rasakan.

Kenangan dan Hubungan Personal:
Melalui "Pak Sedjo dan Penghapus Papan Tulis" serta "Terkenang Selalu", buku ini membawa kita pada nostalgia masa sekolah. Penulis ingin pembaca membaca buku ini sembari mengingat nama guru-guru mereka sendiri, menghargai setiap pengorbanan yang mungkin dulu tidak terlihat oleh mata seorang murid.

Kesimpulan:
Gerutu Guruku adalah kado indah bagi dunia pendidikan. Ia mengingatkan kita bahwa menghargai guru berarti juga menghargai kemanusiaan mereka—termasuk kelelahan, kegelisahan, dan gerutu mereka. Buku ini layak dibaca oleh para guru agar merasa memiliki teman seperjuangan, serta oleh masyarakat umum dan para murid agar lebih mengerti betapa luar biasanya pribadi-pribadi yang memilih jalan pengabdian ini. Selamat membaca dan menemukan kembali wajah gurumu dalam setiap baris kalimatnya.


Daftar Isi

  • Teman Di Kala Gelisah ~ R. Gunawan Susilowarno,M.Pd .... v
  • Kata-Kata untuk Mengantar .... viii
  • Mengapa Saya Menulis? .... x
  • Daftar Isi .... xiii
  • Kalau Dariku… .... 1
  • 100 % Pengajar 100% Pelajar .... 2
  • Gurunya Semua Profesi .... 5
  • Kamu Guru? .... 7
  • Guru yang Berdoa dan Berharap .... 13
  • Murid Telat Deadline .... 16
  • Pak Sedjo dan Penghapus Papan Tulis .... 18
  • Guru yang Terlupakan .... 21
  • Guru dan Panoptikon .... 24
  • Harapan Tak Terharap .... 40
  • Murid Tak Antusias .... 44
  • Guruku Rumahnya Jauh .... 46
  • Ujian Lisan .... 48
  • Jika Kamu Tidak Hadir ke Gereja, maka Gereja yang Kuhadirkan Kepadamu .... 50
  • Gerutu Guruku .... 53
  • Dari Teman-Temanku .... 57
  • Guruku di Akuarium ~ Rachel Leona Davita Purwanto .... 58
  • Terkenang Selalu ~ Rachel Leona Davita Purwanto .... 62
  • Guru dan Tepa Salira ~ Dian Nugraheni .... 65
  • Aku Dipanggil Guru ~ Maria Regina Eka Jayanti, .... 80
  • GURU= Orang Biasa yang Menjadikan Orang Luar Biasa ~ Agustinus Purnomo .... 88
  • Gerutu ~ Yustinus Cahyadi Tresnantyo .... 96
  • Bersikap Adil ~ Yohanes Suprihatin .... 102
  • Refleksi Menjadi Guru .... 107
  • Akhir Tapi Bukan Terakhir .... 111
  • Refleksi .... 113
  • Tentang Penulis .... 115