• Puisi

    Puisi Reflektif Tiang Gantungan

    Sajak kontemplatif, metafora penghakiman nurani, dan kritik sosial-edukasi.

    69 puisi pendek yang padat dan paradoksial sebagai ruang jeda kontemplatif untuk menginterogasi moralitas zaman, ironi kekuasaan, serta hakikat kemanusiaan.

    Read More
  • Kota Baru

    Sejarah Seabad Gereja Kotabaru

    Eksplorasi eklesiologi paroki jaringan, inkulturasi liturgi lokal, dan perjumpaan inklusif lintas iman.

    Membedah satu abad peziarahan iman Gereja Kotabaru dalam mentransformasi institusi paroki menjadi oase kota yang cair dan "rumah sakit lapangan" bagi sesama.

    Read More
  • Cerpen

    Antologi Cerpen Warisan Azan Subuh

    Fragmen kehidupan, dilema rasa, dan potret sosial dunia pendidikan.

    Tujuh penulis perempuan merangkum nilai spiritualitas keluarga, rumitnya hubungan emosional, hingga empati humaniora realitas murid sekolah.

    Read More
  • Sang Kala

    Puisi Menatap Jejak Waktu

    Perenungan mendalam esensi waktu, riuh realitas, ziarah batin.

    Memeluk kerapuhan hidup, menyajikan kritik sosial fenomena zaman, serta merajut simfoni rasa kerinduan lewat diksi membumi.

    Read More

Gerutu Guruku

Gerutu Guruku

Spesifikasi

Kode: 510005
Judul: Gerutu Guruku
Penulis: Felix Kris Alfian
Tahun Terbit: 2024
ISBN: 978-623-7421-67-2
eISBN: 978-623-7421-68-9
ISBN PDF: -
Tebal: 130 (xiv+116) halaman
Harga: Rp65.000

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku !

Deskripsi

Gerutu Guruku – Sisi Manusiawi di Balik Sosok Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Buku "Gerutu Guruku" adalah sebuah antologi reflektif yang ditulis oleh delapan pendidik yang mencoba membongkar dinding formalitas antara guru dan murid. Melalui buku setebal 130 halaman ini, Felix Kris Alfian bersama rekan-rekan penulis lainnya menyuguhkan narasi yang jujur, rapuh, namun sekaligus menguatkan tentang realitas menjadi seorang guru di era modern. Judul "Gerutu Guruku" dipilih bukan untuk mengecilkan martabat profesi ini, melainkan sebagai bentuk pengakuan bahwa guru adalah manusia biasa yang memiliki hati, rasa, dan tentu saja, keluhan.

Buku ini mengajak pembaca untuk melihat melampaui senyum ceria guru di depan kelas. Ada banyak perasaan yang sulit dirumuskan saat seorang guru harus tetap tampil prima meskipun keadaan pribadinya sedang tidak baik-baik saja. Melalui lembaran-lembaran kisahnya, pembaca akan menemukan bahwa di balik panggilan luhur mencerdaskan bangsa, terdapat pergulatan batin yang menarik untuk disimak.

Eksplorasi Pemikiran dalam Buku:

Refleksi Identitas dan Profesi:
Dalam bagian awal, buku ini membedah hakikat seorang pendidik melalui tulisan seperti "100% Pengajar 100% Pelajar" dan "Kamu Guru?". Penulis menekankan bahwa guru bukan hanya pemberi ilmu, tetapi juga pembelajar abadi yang sering kali harus belajar lebih banyak dari muridnya sendiri. Sosok guru digambarkan sebagai "Gurunya Semua Profesi", sebuah peran sentral yang ironisnya sering kali merasa menjadi "Guru yang Terlupakan".

Dinamika Kelas dan Keluhan yang Jujur:
Bagian ini memotret realitas harian yang menguras emosi. Pembaca akan tersenyum kecut membaca kisah tentang "Murid Telat Deadline", "Murid Tak Antusias", hingga "Ujian Lisan" yang menegangkan. Tulisan "Guruku Rumahnya Jauh" memberikan gambaran fisik tentang perjuangan geografis yang harus ditempuh demi pengabdian, sementara "Gerutu" menjadi ruang bagi para penulis untuk melepaskan beban pikiran yang selama ini terpendam di balik meja guru.

Filosofi dan Spiritualitas Pendidik:
Tulisan seperti "Guru dan Panoptikon" memberikan sentuhan kritis-filosofis tentang bagaimana guru diawasi dan mengawasi, sedangkan "Guru yang Berdoa dan Berharap" serta "Bersikap Adil" menunjukkan dimensi spiritual dalam mendidik. Ada sebuah narasi yang sangat kuat dalam judul "GURU = Orang Biasa yang Menjadikan Orang Luar Biasa", yang merangkum esensi dari setiap lelah yang mereka rasakan.

Kenangan dan Hubungan Personal:
Melalui "Pak Sedjo dan Penghapus Papan Tulis" serta "Terkenang Selalu", buku ini membawa kita pada nostalgia masa sekolah. Penulis ingin pembaca membaca buku ini sembari mengingat nama guru-guru mereka sendiri, menghargai setiap pengorbanan yang mungkin dulu tidak terlihat oleh mata seorang murid.

Kesimpulan:
Gerutu Guruku adalah kado indah bagi dunia pendidikan. Ia mengingatkan kita bahwa menghargai guru berarti juga menghargai kemanusiaan mereka—termasuk kelelahan, kegelisahan, dan gerutu mereka. Buku ini layak dibaca oleh para guru agar merasa memiliki teman seperjuangan, serta oleh masyarakat umum dan para murid agar lebih mengerti betapa luar biasanya pribadi-pribadi yang memilih jalan pengabdian ini. Selamat membaca dan menemukan kembali wajah gurumu dalam setiap baris kalimatnya.

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku !

Daftar Isi

  • Teman Di Kala Gelisah ~ R. Gunawan Susilowarno,M.Pd .... v
  • Kata-Kata untuk Mengantar .... viii
  • Mengapa Saya Menulis? .... x
  • Daftar Isi .... xiii
  • Kalau Dariku… .... 1
  • 100 % Pengajar 100% Pelajar .... 2
  • Gurunya Semua Profesi .... 5
  • Kamu Guru? .... 7
  • Guru yang Berdoa dan Berharap .... 13
  • Murid Telat Deadline .... 16
  • Pak Sedjo dan Penghapus Papan Tulis .... 18
  • Guru yang Terlupakan .... 21
  • Guru dan Panoptikon .... 24
  • Harapan Tak Terharap .... 40
  • Murid Tak Antusias .... 44
  • Guruku Rumahnya Jauh .... 46
  • Ujian Lisan .... 48
  • Jika Kamu Tidak Hadir ke Gereja, maka Gereja yang Kuhadirkan Kepadamu .... 50
  • Gerutu Guruku .... 53
  • Dari Teman-Temanku .... 57
  • Guruku di Akuarium ~ Rachel Leona Davita Purwanto .... 58
  • Terkenang Selalu ~ Rachel Leona Davita Purwanto .... 62
  • Guru dan Tepa Salira ~ Dian Nugraheni .... 65
  • Aku Dipanggil Guru ~ Maria Regina Eka Jayanti, .... 80
  • GURU= Orang Biasa yang Menjadikan Orang Luar Biasa ~ Agustinus Purnomo .... 88
  • Gerutu ~ Yustinus Cahyadi Tresnantyo .... 96
  • Bersikap Adil ~ Yohanes Suprihatin .... 102
  • Refleksi Menjadi Guru .... 107
  • Akhir Tapi Bukan Terakhir .... 111
  • Refleksi .... 113
  • Tentang Penulis .... 115

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku !