• Terbaru

    3 Alinea Kisah

    Kisah nyata mengenai cinta, ayah, ibu, anak, ulang tahun dalam 3 alinea.

    Sebagian besar mungkin sekilas tampak sederhana dan biasa saja, tetapi menjadi begitu bermakna dan kaya setelah terolah oleh pergulatan hidup dan refleksi bersama waktu.

    Read More
  • Novel

    Sekar Ratri: Novel Basa Jawa

    Sekar Ratri: Novel Basa Jawa karya R.N.D Krisnawati

    Pengajeng-ajeng gesang tentrem ing bebrayan, kanyata mas Sutrisno nyimpen sejarahing gesang ingkang mboten ngremenaken. Getun lan keduwung damel peperangan ing batinipun.

    Read More
  • Puisi

    Dari Ladang Pintubesi ke Brankas Koperasi

    Kumpulan Puisi karya kolaborasi seorang petani dan karyawan koperasi.

    Petani dan karyawan koperasi bergelut dengan pekerjaan harian riil.

    Read More
  • Teologi

    Mewujudkan Keadilan & Kesetaraan Gender

    Mewujudkan Keadilan & Kesetaraan Gender dari Perspektif Gereja

    Laki-laki dan perempuan diciptakan secitra dengan Allah dan memiliki martabat yang sama.

    Read More

Sang Kala

Sang Kala: Puisi #35

Spesifikasi

Kode:120047
Judul:Sang Kala: Puisi #35
Penulis:Agus Supriyanto, Ayub Sigit Sapto Budoyo, Izatul Laela, Kosmas Lawa Bagho, Maya Sari, Muji Rahayu, Sri Edy Hernani
Tahun Terbit:2021
ISBN:978-623-7421-35-1
eISBN:-
ISBN PDF:-
Tebal:86 (viii+78) halaman
Harga:Rp40.000

Deskripsi

Sang Kala – Menatap Jejak Waktu, Ruang Kontemplasi, dan Riuh Realitas

Buku "Sang Kala: Puisi #35" merupakan sebuah antologi sastra kolaboratif setebal 86 halaman yang lahir dari rahim daya kreasi Komunitas Guru Menulis. Sebagai volume ke-35 dari seri antologi komunitas tersebut, buku ini menampilkan 53 puisi pilihan hasil buah pikiran tujuh penulis lintas daerah: Agus Supriyanto, Ayub Sigit Sapto Budoyo, Izatul Laela, Kosmas Lawa Bagho, Maya Sari, Muji Rahayu, dan Sri Edy Hernani. Menggunakan diksi yang membumi tapi sarat makna, para penulis menjadikan "Sang Kala" atau waktu sebagai benang merah untuk memotret ziarah batin manusia, pasang surut emosi, hingga dinamika sosial yang terjadi di sekeliling kita.

Mosaik Perenungan Waktu, Kritik Harian, dan Simfoni Rasa:

1. Ziarah Batin dan Penerimaan Diri Menghadapi Waktu:
Judul utama buku ini, yang diambil dari puisi "Sang Kala" karya Agus Supriyanto, seolah menjadi jangkar utama bagi keseluruhan antologi. Penulis mengajak pembaca merenungi laju waktu yang konstan lewat puisi seperti "Tahun Baru" dan "Harapan Bersemi di Bulan Juli". Perjalanan waktu ini beriringan dengan proses pendewasaan spiritual yang sejuk, seperti yang tertuang dalam "Muhassabah Diri" karya Izatul Laela serta "Merunduk Tafakur" karya Muji Rahayu. Sudut pandang yang dihadirkan terasa sangat sportif; para penulis memeluk kerapuhan dan ketidakpastian hidup sebagai bagian dari proses penataan batin yang jujur.

2. Kritik Sosial yang Lincah Terhadap Fenomena Zaman:
Keunikan dari antologi ini terletak pada keberanian para penulisnya keluar dari ruang domestik untuk merekam dinamika sosial-politik Indonesia secara apa adanya. Kosmas Lawa Bagho dan Maya Sari melontarkan pandangan kritisnya lewat judul-judul provokatif seperti "Pemilukada" dan "Kekuasaan Membutakanmu", sebuah potret harian tentang bagaimana ambisi manusia sering kali mengaburkan ketulusan. Di sisi lain, Agus Supriyanto memotret tren gaya hidup masyarakat urban dengan jenaka sekaligus reflektif melalui puisi “Booming” Sepedaan.

3. Dinamika Romansa, Kerinduan, dan Kehangatan Domestik:
Warna emosional buku ini semakin lengkap dengan eksplorasi dunia rasa yang dihadirkan oleh Sri Edy Hernani dan Ayub Sigit Sapto Budoyo. Mereka merajut kisah kasih sayang keluarga dalam "Malaikat Kecilku" hingga lingkaran rindu yang belum usai dalam "Menggugah Rindu" dan "Mencari Rindu". Keindahan estetis ini digarap dengan diksi yang mengalir lancar, membuat pembaca mudah merasa empati dan menemukan potongan kisah mereka sendiri di balik bait-bait puisi tersebut.

Kesimpulan: Menemukan Jangkar di Tengah Deru Perubahan
Pada akhirnya, antologi "Sang Kala" berhasil membuktikan bahwa menulis puisi adalah cara paling murni untuk merawat kepekaan rasa di tengah kesibukan harian. Rangkaian kata yang terjalin dari tujuh isi kepala yang berbeda ini menjadi bukti bahwa sebuah karya sastra tidak selalu membutuhkan bahasa langit yang rumit untuk bisa menyentuh relung hati terdalam pembacanya.

Buku ini menjadi pilihan bacaan yang sangat ringan, menyegarkan, sekaligus memberikan kehangatan kontemplatif. Kumpulan puisi ini sangat cocok dinikmati saat waktu santai bersama secangkir teh, menemani siapa saja yang ingin sejenak melambat dari riuhnya dunia luar, menatap jejak langkah yang telah lewat, dan menyongsong hari esok dengan hati yang lebih lapang.


Daftar Isi

  • Kata Pengantar .... v
  • Daftar Isi .... vii
  • Sri Edy Hernani .... 1
  • Hembusan Sang Bayu .... 2
  • Ada Apa Dengan Aku? .... 3
  • Selamat Tidur Kekasih .... 4
  • Meniti Hari .... 5
  • Menyerah .... 6
  • Malaikat Kecilku .... 8
  • Bisikan Cerita .... 10
  • Tak Perlu Malu .... 11
  • Pribadi yang Hebat .... 12
  • Rindu Bersamamu .... 14
  • Agus Supriyanto .... 15
  • Harapan Bersemi di Bulan Juli .... 16
  • Kesejatian? .... 18
  • Jangkar .... 19
  • Perjalanan pulang .... 20
  • Sang Kala .... 21
  • Agustusan .... 22
  • Tahun Baru .... 23
  • Kerahimanmu .... 24
  • Merdeka .... 25
  • (Tanpa) Makna .... 26
  • Malam Itu .... 28
  • Jalan Naik Atau Jalan Turun? .... 30
  • Tolle Lege .... 32
  • “Booming” Sepedaan .... 33
  • Dengkul .... 34
  • Bebal .... 36
  • Keindonesiaan .... 37
  • Izatul Laela .... 38
  • Muhassabah Diri .... 39
  • Muji Rahayu .... 44
  • Hatiku Sekuncup Kembang .... 45
  • Apa Yang Kaupahami Tentang Matahari .... 46
  • Kata Bapak .... 47
  • Kunamai Gerimis Itu dengan Namamu .... 48
  • Merunduk Tafakur .... 49
  • Kosmas Lawa Bagho .... 50
  • Untuk Sebuah Lembaga .... 51
  • Pemilukada .... 52
  • Minggu Pagi .... 54
  • Tuhanku .... 55
  • Satu September .... 56
  • Maya Sari .... 57
  • Kekuasaan Membutakanmu .... 58
  • Perjuangan yang Tak Ternilai .... 59
  • Mimpi yang Tak Sempurna .... 60
  • Kecewaku .... 61
  • Rasakan yang Kami Rasakan .... 62
  • Ayub Sigit Sapto Budoyo .... 63
  • Sepi .... 64
  • Pagi .... 65
  • Ini .... 66
  • Different .... 67
  • Dinda II .... 68
  • Rindu Telah Pergi .... 69
  • Ada Cinta .... 70
  • Semburat .... 71
  • Menggugah Rindu .... 72
  • Mencari Rindu .... 73