• Terbaru

    3 Alinea Kisah

    Kisah nyata mengenai cinta, ayah, ibu, anak, ulang tahun dalam 3 alinea.

    Sebagian besar mungkin sekilas tampak sederhana dan biasa saja, tetapi menjadi begitu bermakna dan kaya setelah terolah oleh pergulatan hidup dan refleksi bersama waktu.

    Read More
  • Novel

    Sekar Ratri: Novel Basa Jawa

    Sekar Ratri: Novel Basa Jawa karya R.N.D Krisnawati

    Pengajeng-ajeng gesang tentrem ing bebrayan, kanyata mas Sutrisno nyimpen sejarahing gesang ingkang mboten ngremenaken. Getun lan keduwung damel peperangan ing batinipun.

    Read More
  • Puisi

    Dari Ladang Pintubesi ke Brankas Koperasi

    Kumpulan Puisi karya kolaborasi seorang petani dan karyawan koperasi.

    Petani dan karyawan koperasi bergelut dengan pekerjaan harian riil.

    Read More
  • Teologi

    Mewujudkan Keadilan & Kesetaraan Gender

    Mewujudkan Keadilan & Kesetaraan Gender dari Perspektif Gereja

    Laki-laki dan perempuan diciptakan secitra dengan Allah dan memiliki martabat yang sama.

    Read More

Terhenti Kuliah, Tak Terhenti Mengabdi

Terhenti Kuliah, Tak Terhenti Mengabdi: Kisah Guru dari Toraja yang Menjadi Doktor di SD Perbatasan Kaltara, Sebuah Autobiografi

Spesifikasi

Kode:210006
Judul:Terhenti Kuliah, Tak Terhenti Mengabdi: Kisah Guru dari Toraja yang Menjadi Doktor di SD Perbatasan Kaltara, Sebuah Autobiografi
Penulis:Zakaria Tulung
Tahun Terbit:2026
ISBN:978-623-7421-87-0
eISBN:978-623-7421-88-7
ISBN PDF:-
Tebal:376 (xviii+358) halaman
Harga:Rp170.000

Deskripsi

Buku "Terhenti Kuliah, Tak Terhenti Mengabdi" adalah sebuah autobiografi yang luar biasa kuat, merangkum perjalanan hidup Dr. Zakaria Tulung, M.AP., seorang anak pelosok Tana Toraja yang bertransformasi menjadi sosok inspiratif di garis depan pendidikan Indonesia. Dengan ketebalan 376 halaman, buku ini bukan sekadar catatan riwayat hidup, melainkan sebuah dokumen perjuangan yang membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi dan akses bukanlah penghalang untuk meraih mimpi setinggi langit.

Kisah ini bermula dari kepahitan masa kecil di Toraja, di mana kesulitan ekonomi memaksa Zakaria untuk menghentikan kuliahnya di STKIP Makale. Namun, "kegagalan" tersebut justru menjadi pintu gerbang menuju pengabdian yang lebih besar. Ia memutuskan merantau ke Kalimantan, sebuah langkah nekat yang akhirnya membawanya menjadi guru di wilayah perbatasan Nunukan, Kalimantan Utara. Di tanah rantau inilah, Zakaria menemukan panggilan jiwanya yang sesungguhnya.

Eksplorasi Perjalanan dan Inovasi:

Bertahan di Tengah Keterbatasan:
Bagian awal pengabdiannya di SDN 004 Libang (yang kemudian menjadi SDN 002 Lumbis) digambarkan dengan sangat menyentuh. Penulis menceritakan realitas pahit tinggal di bangunan bekas WC dan pondok sederhana karena ketiadaan rumah dinas. Di desa tanpa listrik dan akses yang terisolasi, ia tidak menyerah. Sebaliknya, ia membaur dengan masyarakat, mengajak mereka bahu-membahu membangun sekolah yang layak bagi anak-anak pedalaman.

Transformasi Menjadi Kepala Sekolah:
Setelah 23 tahun mengabdi sebagai guru, Zakaria diangkat menjadi Kepala Sekolah di SDN 005 Lumbis (Kalampising). Bab-bab dalam buku ini membedah secara detail langkah-langkah manajerial dan inovatifnya, mulai dari renovasi fisik gedung sekolah melalui berbagai tahap pembangunan, hingga menjadikan sekolah tersebut sebagai Sekolah Penggerak. Ia juga mempelopori 10 strategi pengembangan literasi, mulai dari pojok baca, diskusi buku, hingga debat literasi.

Haus Akan Ilmu dan Prestasi:
Salah satu aspek paling mengagumkan adalah keteguhan penulis dalam menempuh pendidikan. Meski mengajar di pedalaman, ia berhasil menyelesaikan S-1, S-2, hingga meraih gelar Doktor (S-3)—sebuah pencapaian yang sangat langka bagi seorang guru SD di wilayah perbatasan. Gelar ini ia gunakan bukan untuk meninggalkan pedalaman, melainkan untuk memperkuat kualitas pengabdiannya.

Peran Multidimensi:
Buku ini juga mencatat peran tambahan penulis di luar sekolah, seperti menjadi Ketua PGRI Cabang Lumbis, Tutor Universitas Terbuka, hingga dosen pascasarjana. Ia membuktikan bahwa kehadiran seorang guru di pedalaman adalah bentuk nyata pemerataan pendidikan dan kedaulatan bangsa.

Makna Pengabdian: Pertemuan Profesionalitas dan Spiritualitas
Pada akhirnya, buku ini bermuara pada sebuah pemaknaan yang melampaui sekadar karier seorang pegawai negeri. Bagi Dr. Zakaria Tulung, mengabdi di garis depan perbatasan bukan lagi tentang menjalankan tugas administratif, melainkan sebuah misi hidup yang dipeluk dengan kesadaran spiritual penuh. Ia menemukan bahwa pendidikan di wilayah terpencil adalah bentuk nyata dari "ibadah yang bergerak"—sebuah perjalanan spiritual yang melatih keikhlasan di tengah keterbatasan dan kesabaran di tengah isolasi.
Zakaria menghayati bahwa kehadiran seorang guru di pedalaman adalah wujud kehadiran negara sekaligus bukti bahwa pendidikan adalah hak asasi yang sakral bagi setiap anak bangsa. Keberhasilannya meraih gelar Doktor di tengah keterbatasan akses listrik dan infrastruktur bukanlah bentuk arogansi intelektual, melainkan sebuah pernyataan spiritual: bahwa kemuliaan ilmu harus digunakan untuk mengangkat harkat mereka yang terlupakan.
Ia memandang pengabdian di Kalampising dan Libang sebagai sebuah laboratorium jiwa. Secara profesional, ia tertempa menjadi pemimpin yang kompeten dan tangguh; namun secara spiritual, ia menemukan kepuasan batin saat melihat anak-anak perbatasan mampu bermimpi setinggi dirinya. Inilah kekayaan terbesar yang ia peroleh—sebuah kesadaran bahwa mengabdi kepada bangsa melalui pendidikan adalah cara terbaik untuk mencintai Tuhan. Buku ini menjadi saksi bahwa ketika seseorang berhenti mengejar kenyamanan pribadi dan mulai memeluk misi kemanusiaan, di situlah ia menemukan makna hidup yang utuh dan sejati.


Daftar Isi

  • Pengantar Penerbit .... v
  • Pengantar Penulis .... viii
  • Daftar Isi .... xv
  • Masa Kecil sampai Remaja .... 1
  • Tapak Awal .... 2
  • Masa Kecil di Tana Toraja .... 7
  • Mimpi yang Mulai Bertumbuh .... 13
  • Merantau ke Kalimantan .... 18
  • Keputusan untuk Merantau .... 19
  • Awal Mula di Tanah Rantau .... 21
  • Mendaftar sebagai Guru Daerah Terpencil .... 29
  • Langkah Pertama Menuju Tanjung Selor .... 30
  • Tapak Awal di Tanjung Selor .... 33
  • Perjalanan Menuju Samarinda .... 41
  • Kegiatan di Samarinda .... 44
  • Perjalanan Pulang ke Tanjung Selor .... 51
  • Pengabdian di SDN 004 Libang .... 55
  • Perjalanan Menuju Tempat Tugas Awal .... 56
  • Awal Pengabdian di Libang .... 59
  • Latar Belakang Penempatan .... 59
  • Langkah Awal di Libang .... 60
  • Pertemuan dengan Murid-Murid .... 64
  • Pertemuan dengan Guru Senior .... 65
  • Pertemuan dengan Masyarakat .... 67
  • Kondisi Sekolah SD Negeri 004 Libang .... 69
  • Keterbatasan Fasilitas dan Sarana .... 69
  • Rumah Dinas .... 72
  • Latar Belakang Siswa yang Beragam .... 72
  • Dinamika Kehidupan Sekolah yang Unik .... 73
  • Kehidupan Sehari-hari dan Tempat Tinggal .... 75
  • Rumah Kepala Desa .... 75
  • Masyarakat Bahu-Membahu Untuk Memenuhi Kebutuhan .... 77
  • Rumah di Pinggir Sungai .... 78
  • Bangunan Bekas WC .... 79
  • Pondok Kecil Sederhana .... 80
  • Tinggal di Rumah Dinas .... 82
  • Dari SDN 004 Libang Menjadi SDN 002 Lumbis .... 84
  • Pergantian Kepemimpinan Sekolah .... 87
  • Kepemimpinan Bapak Benyamin F. Tui .... 89
  • Kepemimpinan Bapak Marthen Ringgit .... 90
  • Kepemipinan Ibu Agustina Murang .... 95
  • Kepemimpinan Bapak Darwin .... 97
  • Pelajaran dari Pergantian Kepemimpinan .... 101
  • Mempertahankan Semangat di Tengah Himpitan Kesulitan .... 105
  • Semua Serbaterbatas .... 105
  • Mencari Solusi Kreatif .... 107
  • Memaknai Panggilan Guru di Tengah Masyarakat .... 109
  • Menghidupi Keluarga Ketika Kondisi Semakin Berat .... 110
  • Dukungan Masyarakat .... 115
  • Perkembangan SD Negeri 004 Libang .... 119
  • Penambahan Personel Guru .... 123
  • Perkembangan dan Kemajuan Lainnya .... 127
  • Perkembangan dan Prestasi Siswa .... 127
  • Alumni SD 004 Libang yang Membanggakan .... 128
  • Kisah Marno .... 129
  • Kisah Ati? dan Dorti .... 130
  • Menyelesaikan Pendidikan S-1 .... 132
  • Menempuh Pendidikan S-2 .... 136
  • Perpisahan dengan SD Negeri 002 Lumbis .... 142
  • 23 Tahun Mengajar .... 142
  • Ditugaskan sebagai Kepala Sekolah SD Negeri 005 Lumbis .... 143
  • Acara Perpisahan .... 146
  • Mengabdi di SD Negeri 005 Lumbis (Kalampising) .... 153
  • Dasar Penempatan .... 154
  • Perasaan dan Harapan Awal .... 158
  • Kondisi Awal Sekolah .... 162
  • Kegiatan Pertama sebagai Kepala Sekolah .... 168
  • Musyawarah Bersama .... 168
  • Pembersihan Lingkungan Sekolah .... 170
  • Pembenahan Administrasi .... 171
  • Proposal Perbaikan Gedung Sekolah .... 172
  • Tantangan sebagai Kepala Sekolah .... 173
  • Tantangan yang Disadari .... 173
  • Langkah-Langkah ke Depan .... 176
  • Perbaikan Gedung dan Fisik Sekolah .... 179
  • Pembangunan Tahap I: 3 RKB .... 179
  • Kerja Bakti Penyiapan Lahan .... 183
  • Pembangunan Tahap II: Kantor SD Negeri 005 Lumbis dan WC .... 190
  • Perbaikan Tahap III: DAK untuk 3 RKB .... 193
  • Perbaikan Tahap IV: 6 RKB dan 4 Bilik WC dari Kementerian PUPR .... 202
  • Penataan Halaman Sekolah .... 211
  • Kerja Sama dengan Masyarakat .... 221
  • Membangun Budaya Sekolah .... 225
  • Salam dan Sapa .... 225
  • Upacara Bendera .... 225
  • Kegiatan Ektrakurikuler .... 226
  • Program Adiwiyata .... 227
  • Gotong Royong .... 228
  • Pendampingan dan Peningkatan Kualitas Guru .... 230
  • Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa .... 236
  • Pengembangan Literasi Siswa .... 240
  • Pojok Baca .... 241
  • Membaca Berkelompok .... 241
  • Diskusi Buku .... 241
  • Menulis Cerpen .... 242
  • Membuat Resensi Buku .... 242
  • Membaca Puisi .... 243
  • Membaca Bersama antara Guru dan Siswa .... 243
  • Membuat Buku Cerita Sederhana .... 244
  • Program Mendongeng .... 244
  • Debat Literasi .... 245
  • Pentingnya Budaya Literasi .... 246
  • Upaya Pengembangan Siswa .... 247
  • Upaya Meraih Akreditasi A .... 252
  • Mengembangkan Kerja Sama dengan Pihak Luar .... 257
  • Kerja Sama dengan Masyarakat Sekitar .... 257
  • Kerja Sama Antarsekolah .... 259
  • Kerja Sama dengan Puskesmas .... 261
  • Kerja Sama dengan Babinsa .... 262
  • Kerja Sama dengan Kepolisian .... 263
  • Menjadikan SD 005 Lumbis sebagai Sekolah Penggerak .... 265
  • Personel Guru dan Tenaga Kependidikan .... 270
  • Perkembangan Statistik Sekolah .... 276
  • Kisah-Kisah Unik Siswa .... 282
  • Pengembangan Diri sebagai Kepala Sekolah .... 291
  • Menempuh Pendidikan Doktoral .... 301
  • Prestasi Sekolah .... 307
  • Pencapaian sebagai Kepala Sekolah .... 311
  • Yang Layak Disyukuri .... 311
  • Yang Masih Harus Diperjuangkan .... 313
  • Menjalankan Peran Tambahan .... 315
  • Peran-Peran Tambahan .... 316
  • Badan Perwakilan Desa (BPD) Pa?lemumut .... 316
  • Tutor Universitas Terbuka (UT) Program Studi PGSD .... 317
  • Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) .... 320
  • Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah .... 321
  • Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPM) .... 322
  • Dosen Pascasarjana di BILD IKN .... 325
  • Ketua PGRI Cabang Lumbis .... 327
  • Keluarga di Rantau .... 330
  • Menikah dan Membangun Keluarga .... 331
  • Pulang Kampung .... 337
  • Mereka yang Kukasihi .... 345
  • Mereka Berangkat Duluan .... 345
  • Kami yang Masih Berjuang .... 348
  • Penutup .... 353
  • Makna Pengabdian .... 354
  • Daftar Pustaka .... 362
  • Profil Penulis .... 364