• Teologi

    Pewartaan Iman Melalui Media Kartun

    Studi teologi kontekstual analisis komik strip Pak Krumun.

    Stephanus Agus Wijayanto membedah karakter kartun legendaris Majalah Utusan sebagai sarana refleksi iman yang jenaka, membumi, dan edukatif bagi umat.

    Read More
  • Estetis

    Bisik Daun dan Bunga Waru

    Refleksi batin, kepekaan sosial, dan metafora alam seorang pendidik.

    Merangkum potret spiritualitas guru, sketsa humaniora kaum pinggiran, serta romansa harian lewat diksi jujur menyentuh kalbu dan meneduhkan jiwa.

    Read More
  • Cerpen

    Antologi Cerpen Warisan Azan Subuh

    Fragmen kehidupan, dilema rasa, dan potret sosial dunia pendidikan.

    Tujuh penulis perempuan merangkum nilai spiritualitas keluarga, rumitnya hubungan emosional, hingga empati humaniora realitas murid sekolah.

    Read More
  • Macapat

    Kumpulan Tembang Macapat Padhamara

    Kumpulan tembang macapat suluh moral kehidupan modern.

    Menghadirkan keindahan pupuh tradisional Jawa sekaligus refleksi mendalam atas potret sosial, budaya, dan nasihat budi pekerti luhur.

    Read More

Mempertahankan Spiritualitas Tegangan

Mempertahankan Spiritualitas Tegangan: Upaya Mencari Gagasan Dasar Pemikiran Henri De Lubac dan Paus Fransiskus Tentang Gereja dan Tantangannya

Spesifikasi

Kode: 510012
Judul: Mempertahankan Spiritualitas Tegangan: Upaya Mencari Gagasan Dasar Pemikiran Henri De Lubac dan Paus Fransiskus Tentang Gereja dan Tantangannya
Penulis: Mario Tomi Subardjo
Tahun Terbit: -0001
ISBN: -
eISBN: -
ISBN PDF: -
Tebal: 0 (-+0) halaman
Harga: Rp0

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku !

Deskripsi

Buku ini mengajak pembaca menelusuri titik temu pemikiran Henri de Lubac dan Paus Fransiskus mengenai Gereja, iman, teologi, dan tantangan dunia modern. Berangkat dari gagasan de Lubac tentang Gereja sebagai misteri, sakramen, dan umat Allah, tulisan ini menunjukkan bagaimana Paus Fransiskus melanjutkan semangat yang sama dalam konteks Gereja masa kini.

Di tengah krisis identitas, sekularisme, individualisme, dan kecenderungan Gereja untuk terjebak dalam formalisme, kedua tokoh ini menegaskan pentingnya mempertahankan tegangan kreatif antara yang kodrati dan yang adikodrati, antara dimensi ilahi dan manusiawi Gereja, serta antara iman dan akal budi. Gereja dipahami bukan sekadar institusi, melainkan persekutuan yang hidup, terbuka, dan hadir di tengah dunia sebagai sakramen keselamatan.

Melalui pendekatan teologis-historis yang mendalam, buku ini memperlihatkan bahwa pemikiran de Lubac tetap relevan untuk membaca arah pembaruan Gereja yang diperjuangkan Paus Fransiskus: Gereja yang berbelaskasih, dialogis, inkulturatif, dan setia pada misteri Allah di tengah perubahan zaman.

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku !

Daftar Isi

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku !