• Novel Bahasa Jawa Sekar Ratri

    Perempuan

    Novel Bahasa Jawa Sekar Ratri

    Potret ketangguhan wanita Jawa, dinamika batin, dan kemandirian ekonomi.

    Novel berbahasa Jawa karya R.N.D. Krisnawati ini mengisahkan perjuangan Ratri menghadapi rahasia kelam masa lalu keluarga hingga bencana gempa Bantul 2006.

    Read More
  • Puisi Puncak Kenikmatan

    Kenikmatan

    Puisi Puncak Kenikmatan

    Refleksi teologis, pedagogi kasih, dan katarsis jiwa kaum pendidik.

    Empat pengajar Nusantara merajut keheningan spiritual semesta, filsafat mengajar humanis di kelas, serta pertanyaan eksistensial batin yang mendalam.

    Read More
  • Perempuan dalam Konflik Keluarga

    Perempuan

    Perempuan dalam Konflik Keluarga

    Eksplorasi teologi feminis Katolik dan seni komunikasi menavigasi badai domestik.

    Membedah peran perempuan sebagai subjek tangguh yang mengubah titik konflik keluarga menjadi ruang pemurnian iman dan sakramen perkawinan.

    Read More
  • 1000 Pantun Pendidikan

    Pantun

    1000 Pantun Pendidikan

    Merawat tradisi lisan Nusantara lewat pesan edukasi karakter yang jenaka.

    Antologi monumental karya 68 pendidik, merangkum 1.118 pantun edukatif, menyuarakan disiplin belajar, nilai moral, hingga apresiasi budaya secara kreatif.

    Read More

Mempertahankan Spiritualitas Tegangan

Mempertahankan Spiritualitas Tegangan: Upaya Mencari Gagasan Dasar Pemikiran Henri De Lubac dan Paus Fransiskus Tentang Gereja dan Tantangannya

Spesifikasi

Kode: 510012
Judul: Mempertahankan Spiritualitas Tegangan: Upaya Mencari Gagasan Dasar Pemikiran Henri De Lubac dan Paus Fransiskus Tentang Gereja dan Tantangannya
Penulis: Mario Tomi Subardjo
Editor: J. B. Heru Prakosa SJ, Elisabet Sri Hartati
Kata Pengantar: J. B. Heru Prakosa SJ
Tahun Terbit: 2026
Tebal: 381 (xxii+359) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp200.000

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!

Deskripsi

Mempertahankan Spiritualitas Tegangan: Upaya Mencari Gagasan Dasar Pemikiran Henri De Lubac dan Paus Fransiskus Tentang Gereja dan Tantangannya menghadirkan pembacaan mendalam terhadap salah satu tema paling penting dalam teologi kontemporer, yakni bagaimana Gereja dipanggil untuk tetap setia kepada Kristus di tengah dunia yang terus berubah. Berangkat dari pemikiran Henri de Lubac, salah seorang teolog Katolik paling berpengaruh pada abad kedua puluh, serta diperkaya oleh ajaran dan praksis pastoral Paus Fransiskus, buku ini menawarkan suatu kerangka teologis yang membantu memahami berbagai tegangan yang selalu menyertai kehidupan Gereja.

Buku ini berangkat dari keyakinan bahwa kehidupan Gereja tidak pernah berlangsung dalam ruang yang sederhana dan bebas dari paradoks. Gereja hidup di dalam tegangan yang terus-menerus: antara kodrat dan rahmat, yang manusiawi dan yang ilahi, tradisi dan pembaruan, kesatuan dan keragaman, liturgi dan karya sosial, doa dan aksi, struktur kelembagaan dan kebebasan Roh Kudus. Tegangan-tegangan tersebut bukanlah persoalan yang harus dihapuskan, melainkan kenyataan yang perlu dipelihara secara kreatif agar Gereja tetap menjadi sakramen kehadiran Kristus di tengah dunia.

Melalui telaah yang komprehensif terhadap karya-karya Henri de Lubac, pembaca diajak menelusuri gagasan-gagasan pokok mengenai relasi antara kodrat dan yang adikodrati, sakramentalitas Gereja, hubungan timbal balik antara Gereja dan Ekaristi, makna tradisi, sifat sosial Gereja, hingga kritik de Lubac terhadap berbagai bentuk dualisme yang pernah memengaruhi perkembangan teologi modern. Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa hampir seluruh bangunan teologi de Lubac bertumpu pada satu prinsip mendasar: menolak kecenderungan untuk memisahkan realitas yang oleh iman Kristiani justru dipahami berada dalam kesatuan yang dinamis.

Salah satu sumbangan penting buku ini adalah penjelasannya mengenai kritik de Lubac terhadap spiritual worldliness atau keduniawian yang dibungkus dengan wajah religius. Fenomena ini tidak hanya dipahami sebagai persoalan moral individual, tetapi sebagai ancaman yang dapat mengubah cara Gereja memahami dirinya sendiri, menjalankan perutusannya, serta menghayati kehidupan rohaninya. Dengan mengaitkan pemikiran de Lubac dan ajaran Paus Fransiskus, buku ini menunjukkan bahwa ancaman terbesar bagi Gereja sering kali bukan datang dari luar, melainkan muncul ketika pelayanan, teologi, liturgi, maupun struktur Gereja kehilangan orientasinya kepada Kristus dan secara perlahan digantikan oleh kepentingan manusiawi.

Lebih jauh lagi, buku ini berusaha menerjemahkan gagasan-gagasan tersebut ke dalam konteks Gereja Asia. Berhadapan dengan keragaman budaya, pluralitas agama, kemiskinan, ketidakadilan sosial, perkembangan teknologi digital, serta berbagai bentuk polarisasi masyarakat, Gereja Asia ditantang untuk menemukan cara menghayati iman yang tetap setia pada tradisi sekaligus terbuka terhadap dinamika zaman. Melalui dialog dengan pemikiran de Lubac dan Paus Fransiskus, penulis menunjukkan bahwa penghargaan terhadap budaya lokal, dialog lintas agama, keberpihakan kepada kaum miskin, pembaruan liturgi, hingga tata kelola Gereja semuanya perlu diletakkan dalam kerangka spiritualitas tegangan yang menjaga keseimbangan antara kesatuan dan keberagaman.

Buku ini juga menampilkan akar spiritual dari seluruh bangunan pemikiran tersebut, yakni Spiritualitas Ignasian. Melalui refleksi atas Latihan Rohani Santo Ignasius Loyola dan kehidupan para anggota Serikat Jesus, pembaca diajak memahami bahwa spiritualitas tegangan bukan sekadar konsep teologis, melainkan cara hidup yang terus mencari Allah di dalam segala sesuatu. Spiritualitas ini mengajarkan bahwa Gereja dipanggil untuk hidup dalam berbagai tegangan tanpa terjebak pada salah satu kutub ekstrem, sebab justru di dalam tegangan itulah Roh Kudus terus berkarya membimbing Gereja menuju kepenuhannya.

Ditulis dengan pendekatan historis, teologis, dan pastoral sekaligus, buku ini tidak hanya menyajikan analisis akademik terhadap pemikiran Henri de Lubac, tetapi juga mengundang pembaca untuk berefleksi mengenai situasi konkret Gereja pada masa kini. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Gereja—mulai dari birokratisasi, formalisme liturgi, polarisasi ideologis, hingga godaan keduniawian yang semakin halus pada era digital—buku ini menawarkan perspektif yang segar sekaligus mendalam tentang bagaimana Gereja dapat terus memperbarui dirinya tanpa kehilangan identitasnya sebagai Tubuh Kristus.

Buku ini layak dibaca oleh para teolog, imam, biarawan-biarawati, mahasiswa teologi, para pelayan pastoral, maupun siapa saja yang ingin memahami secara lebih mendalam dinamika kehidupan Gereja Katolik dewasa ini. Lebih dari sekadar kajian tentang Henri de Lubac dan Paus Fransiskus, buku ini merupakan undangan untuk memandang Gereja sebagai komunitas yang terus bertumbuh, terus berziarah, dan terus dipanggil memelihara keseimbangan kreatif antara kesetiaan pada iman dan keterbukaan terhadap karya Roh Kudus dalam sejarah manusia.

Daftar Isi

  • Henri de Lubac dan Tantangan Spiritual Worldliness dalam Gereja Kontemporer ~ Dr. J. B. Heru Prakosa, SJ .... v
  • Gereja Terjerat Spiritual Worldliness .... vii
  • De Lubac untuk Zaman Ini .... x
  • Paus Fransiskus dan Pemikiran de Lubac .... xiv
  • Daftar Isi .... xx
  • Pendahuluan .... 1
  • Latar Belakang .... 1
  • Jejak Pemikiran de Lubac dalam Pemikiran Paus Fransiskus .... 1
  • De Lubac dan Konsili Vatikan II .... 6
  • Latar Belakang Teologis-Filosofis Pemikiran de Lubac .... 10
  • Berteologi Melalui Teks-teks Klasik dan Sekilas tentang Karya-Karya de Lubac .... 16
  • De Lubac dan Nouvelle Théologie .... 22
  • Teologi Kodrat–Rahmat (yang Kodrati–Adikodrati) dan Implikasinya .... 26
  • Gereja menurut Konsili Vatikan II .... 29
  • Pokok-Pokok Persoalan: Pergulatan Teologis tentang Gereja .... 34
  • Kontribusi dan Arah Penulisan .... 37
  • Pendekatan dan Sumber Kajian .... 38
  • Alur Pembahasan .... 39
  • Latar Belakang Filosofis, Teologis, dan Eklesial Pemikiran De Lubac .... 42
  • Pengantar .... 42
  • Latar Belakang Filosofis .... 43
  • Gambaran Umum Filsafat Prancis Abad Ke-19–20 .... 43
  • Perkembangan Apologi, Filsafat Blondel, dan Thomisme di Prancis .... 49
  • De Lubac dan Studi Filsafat .... 57
  • Situasi Gereja Abad ke-19–20 .... 61
  • Gereja dan Politik Abad ke-19 dan ke-20 .... 62
  • Gereja dan Modernisme .... 71
  • Latar Belakang Teologis .... 86
  • De Lubac dan Neo-Thomisme .... 88
  • Seputar Nouvelle Théologie .... 95
  • De Lubac dan Konsili Vatikan II .... 105
  • Kesimpulan .... 109
  • Gereja Menurut De Lubac: Unsur Tegangan dan Tantangan Gereja .... 117
  • Pengantar .... 117
  • Teologi Kodrat–Yang Adikodrati (Kodrat–Rahmat) .... 120
  • Teologi Kodrat–Yang Adikodrati Pasca Trente .... 120
  • Teologi Kodrat–Yang Adikodrati Abad Ke-20 .... 125
  • Konsekuensi Pemahaman Kodrat–Yang Adikodrati .... 131
  • Eklesiologi de Lubac .... 134
  • Unsur Paradoks dan Dimensi Relasional dalam Eklesiologi Komunio .... 134
  • Relasi Gereja dan Ekaristi .... 145
  • Gereja sebagai Misteri .... 152
  • Gereja Pasca-Konsili dan Bahaya Keduniawian .... 160
  • Kritik de Lubac tentang Gereja Pasca-Konsili .... 160
  • Ancaman terhadap Gereja .... 174
  • Kesimpulan .... 185
  • Titik Temu Pemahaman Henri de Lubac dan Paus Fransiskus tentang Gereja dan Tantangannya .... 194
  • Pengantar .... 194
  • Iman dan Teologi .... 197
  • Ajaran Iman .... 197
  • Iman dan Teologi .... 201
  • Teologi, Gereja, dan Budaya Baru .... 206
  • Iman dan Akal Budi .... 210
  • Eklesiologi .... 217
  • Paradoks Gereja Kudus dan Gereja Para Pendosa .... 217
  • Gereja sebagai Sakramen .... 224
  • Gereja Umat Allah .... 231
  • Gereja sebagai Tubuh Mistik .... 237
  • Gereja sebagai Ibu .... 242
  • Hubungan Gereja dan Ekaristi .... 246
  • Tantangan-Tantangan Gereja Masa Kini .... 251
  • Spiritual Worldliness .... 251
  • Tantangan-tantangan Lain .... 258
  • Kesimpulan .... 268
  • Mempertahankan Unsur Tegangan .... 275
  • Pengantar .... 275
  • Pokok-Pokok Pemikiran de Lubac .... 276
  • Kodrat dan Yang Adikodrati .... 278
  • Paradoks .... 278
  • Ontologi Sakramental dan Paham tentang Gereja .... 281
  • Gereja dan Ekaristi .... 283
  • Ancaman-Ancaman terhadap Gereja .... 286
  • Kondisi Gereja Asia .... 288
  • Tantangan Gereja Asia .... 289
  • Teologi dan Karakteristik Gereja Asia .... 294
  • Pandangan Teolog Asia .... 301
  • Sumbangan Teologi de Lubac bagi Gereja Asia .... 307
  • Dialog Gereja dengan Budaya-Budaya .... 308
  • Dialog dengan Agama-Agama Lain .... 318
  • Realitas Kemiskinan di Asia .... 322
  • Keduniawian sebagai Ancaman Gereja Asia .... 324
  • Tata Peribadatan .... 329
  • Spiritualitas Tegangan-Inkarnatoris .... 337
  • Rekomendasi Singkat .... 342
  • Kesimpulan .... 344
  • Daftar Pustaka .... 350
  • Buku .... 350
  • Jurnal dan Artikel Ilmiah .... 352
  • Dokumen Gereja .... 354
  • Situs Internet .... 354

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!