• Puisi Rumput Kering

    Eksistensi

    Puisi Rumput Kering

    Resiliensi jiwa pendidik, pelestarian budaya Jawa, dan sketsa ruang kelas.

    Membingkai ketahanan spiritualitas, nilai kultural tradisi, hingga katarsis batin perempuan lewat metafora alam yang membumi.

    Read More
  • Embryology Atlas on Ananda Protocol Stimulation

    Embriologi

    Embryology Atlas on Ananda Protocol Stimulation

    Buku atlas medis pengamatan oosit, zigot, embrio, dan endometrium.

    Kompilasi data klinis dan dokumentasi visual, menganalisis perkembangan sel telur hingga endometrium pasien, dengan stimulasi metode Ananda Protocol.

    Read More
  • Puisi Wajah-Wajah Berjasa

    Humaniora

    Puisi Wajah-Wajah Berjasa

    Mosaik kehidupan pejuang akar rumput, kritik sosial, dan rima.

    Merekam visual realitas kemanusiaan kaum marjinal, personifikasi benda, satire politik, serta menyajikan panduan teknik kepenulisan persajakan yang matang.

    Read More
  • Puisi Puncak Kenikmatan

    Kenikmatan

    Puisi Puncak Kenikmatan

    Refleksi teologis, pedagogi kasih, dan katarsis jiwa kaum pendidik.

    Empat pengajar Nusantara merajut keheningan spiritual semesta, filsafat mengajar humanis di kelas, serta pertanyaan eksistensial batin yang mendalam.

    Read More

Frater Keluar Karena Cewek, Ya?

Frater Keluar Karena Cewek, Ya?

Spesifikasi

Kode: 510003
Judul: Frater Keluar Karena Cewek, Ya?
Penulis: Felix Kris Alfian
Tahun Terbit: 2021
ISBN: 978-623-7421-48-1
Tebal: 110 (viii+102) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp45.000

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!

Deskripsi

Frater Keluar Karena Cewek, Ya? – Sebuah Perjalanan Pemurnian Panggilan

Buku "Frater Keluar Karena Cewek, Ya?" adalah sebuah narasi terbuka yang menjawab rasa penasaran publik terhadap sisi lain kehidupan di balik tembok seminari dan biara. Judulnya yang provokatif merupakan "pertanyaan klasik" yang sering menghujani para mantan calon imam (Frater) ketika mereka memutuskan untuk menanggalkan jubahnya. Melalui buku setebal 110 halaman ini, Felix Kris Alfian tidak sekadar membela diri, tetapi mengajak pembaca masuk ke dalam kedalaman proses formasi calon rohaniwan yang jarang diketahui orang awam.

Menjadi seorang imam, bruder, atau suster bukanlah perjalanan instan, melainkan proses formasi yang sangat panjang dan ketat. Penulis menjelaskan bahwa seorang calon rohaniwan tidak hanya ditempa secara kerohanian, tetapi juga melalui pengolahan intelektualitas, kehidupan komunitas yang dinamis, kesehatan fisik dan mental (humaniora), hingga penghayatan tiga nasihat Injili: kemurnian, ketaatan, dan kemiskinan.

Eksplorasi Pergulatan dan Transisi:

Awal Mula dan Ketidaksengajaan:
Buku ini dimulai dengan kisah personal yang jenaka namun reflektif, mulai dari pengalaman menjadi misdinar hingga momen "salah dengar" yang justru menjadi pintu masuk menuju panggilan. Ini menunjukkan bahwa panggilan Tuhan sering kali datang melalui peristiwa-peristiwa manusiawi yang sederhana.

Proses Keluar sebagai Pemurnian:
Pada bagian "Keluar", penulis menekankan bahwa menanggalkan jubah bukanlah sebuah kegagalan atau "kekalahan oleh godaan duniawi". Sebaliknya, itu adalah sebuah proses kejujuran pada diri sendiri. Keputusan untuk "keluar" sering kali merupakan hasil dari retret dan permenungan mendalam untuk menemukan di mana sebenarnya tempat seseorang bisa mengabdi secara paling otentik.

Menghadapi Stigma dan Realitas Baru:
Bagian "Di Luar" memotret bagaimana penulis beradaptasi kembali dengan kehidupan masyarakat sekuler. Dari pertanyaan menggelitik tentang pacaran hingga refleksi filosofis tentang menjadi "manusia yang utuh", Felix menunjukkan bahwa nilai-nilai seminari tetap terbawa meskipun statusnya telah berubah. Menjadi awam bukan berarti berhenti melayani, melainkan memindahkan medan layan ke tengah masyarakat luas.

Perspektif Sahabat:
Uniknya, buku ini juga memuat suara dari teman-teman seperjuangan. Mereka berbagi kisah tentang arti dukungan, rasa kehilangan, dan keyakinan bahwa setiap jalan hidup adalah ziarah yang harus diimani.

Kesimpulan: Spiritualitas Tanpa Jubah dan Misi Hidup bagi Bangsa
Puncak refleksi dari buku ini adalah penemuan misi hidup sebagai sebuah bentuk spiritualitas yang merdeka. Felix Kris Alfian dengan penuh kesadaran memeluk keyakinan bahwa mengabdi kepada Tuhan dan memperjuangkan kebaikan bagi bangsa tidak dibatasi oleh selembar jubah. Keputusannya untuk keluar dari seminari adalah sebuah perjalanan spiritual untuk mencari "ladang pengabdian" yang paling sesuai dengan jati dirinya yang sesungguhnya.

Spiritualitas yang ia temukan bukan lagi spiritualitas yang terkurung di dalam kapel, melainkan spiritualitas yang membumi; spiritualitas yang mampu melihat wajah Tuhan dalam interaksi bermasyarakat, dalam proses belajar-mengajar, dan dalam setiap langkah ziarah hidupnya. Ia menghayati bahwa panggilan hidup bersifat dinamis dan Tuhan bisa bekerja melalui profesi apa pun.

Dengan kejujuran yang luar biasa, buku ini menegaskan bahwa misi pendidikan dan pembangunan karakter bangsa adalah tugas setiap orang, baik yang berjubah maupun tidak. Frater Keluar Karena Cewek, Ya? adalah sebuah ajakan bagi kita semua untuk berhenti menghakimi pilihan hidup orang lain dan mulai fokus pada bagaimana kita bisa menjadi "pembawa damai" di medan pengabdian kita masing-masing. Sebuah karya yang sangat manusiawi, mencerahkan, dan penuh dengan harapan.

Daftar Isi

  • Daftar Isi .... vii
  • Awal Mula ... .... 1
  • Misdinar sebagai Awal dari Panggilan .... 2
  • Awalnya Salah Dengar ... .... 3
  • Mencoba Menanggapi ... .... 5
  • Keluar ... .... 8
  • Proses Pemurnian .... 9
  • Jujur pada Diri Sendiri .... 14
  • Nggak Jadi Retret ... .... 17
  • Terbang .... 19
  • Njebling Bareng-bareng .... 22
  • Frater Kok DPMU? Awas Njebling Loh ... .... 25
  • Romo Bisa Akselerasi? .... 28
  • 888 .... 33
  • “Proklamasi” .... 37
  • Di Luar .... 39
  • “Frater Keluar Karena Cewek, Ya?” .... 40
  • Setelah Keluar Pengin Pacaran Nggak? .... 43
  • Felix Seorang Penziarah .... 47
  • Di Seminari Nyaman, Harus Tenanan .... 49
  • Menjadi Manusia yang Utuh .... 52
  • Bermasyarakat .... 55
  • Nggodhog Banyu .... 57
  • Paket Data .... 59
  • Sejenak Merindu .... 61
  • Menurut Teman-teman ... .... 64
  • Konon Katanya .... 65
  • “Sedikit Cerita tentang Panggilan Ini” .... 69
  • Ditinggal Pas Lagi Sayang-sayange .... 72
  • Sesederhana Itu (?) .... 75
  • C’est La Vie .... 78
  • “Mengimani Setiap Panggilan-Mu” .... 83
  • “Frater Keluar Karena Cewek, Ya?” .... 86
  • Pendidikan Rohani .... 89
  • Kutetap Mendukungmu .... 91
  • Epilog .... 95
  • Mengejawantahkan Ide .... 96
  • MENULIS BUKU: Suatu Mimpi Gila .... 98
  • Profil Penulis .... 100

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!