Terhenti Kuliah, Tak Terhenti Mengabdi

    Spesifikasi
    Judul:Terhenti Kuliah, Tak Terhenti Mengabdi: Kisah Guru dari Toraja yang Menjadi Doktor di SD Perbatasan Kaltara, Sebuah Autobiografi
    Penulis:Dr. Zakaria Tulung, M.AP.
    Tahun Terbit:2026
    ISBN:978-623-7421-87-0; 978-623-7421-88-7 (EPUB)
    Tebal:376 (xviii+358) halaman
    Ukuran:14,5x21 cm
    Harga:Rp170.000

    Deskripsi

    Sebagai anak yang lahir di pelosok, ia sempat mengalami kesulitan untuk mengenyam pendidikan karena akses yang sangat terbatas. Kesulitan ekonomi sempat membuat kuliahnya di STKIP Makale terhenti dan memaksanya untuk merantau dengan harapan suatu saat bisa menyelesaikan kuliah. Namun, jalan hidup ternyata membuatnya tertanam di tanah rantau, di sebuah desa di Nunukan karena Tuhan menjawab kerinduannya di sana: menjadi seorang guru. Tiadanya rumah dinas mengharuskannya berpindah-pindah tempat tinggal yang tidak layak dari satu ke yang lain. Ia tidak mengeluh dan terus mencari jalan terbaik agar bisa mengabdi sebagai seorang guru di desa yang masih sangat terbelakang itu. Listrik belum ada. Akses terbatas. Gedung sekolah tidak layak. Sarana prasarana terbatas atau bahkan tidak ada. Semua keadaan itu memaksa Zakaria Tulung mencari jalan keluar yang inovatif. Ia hidup membaur dan mengajak masyarakat untuk terlibat, terus mengembangkan diri dan keterampilan. Tak hanya menyelesaikan S-1, ia lanjut ke S-2, bahkan meraih gelar doktor, sesuatu yang sangat langka untuk seorang guru SD. Menekuni profesi guru selama 23 tahun di SDN 002 Lumbis, akhirnya ia diangkat sebagai kepala sekolah di SDN 005 Lumbis. Banyak prestasi diraihnya baik sebagai guru, kepala sekolah, maupun anggota masyarakat. Ia tidak ingin pengalaman pahit di masa kecil yang kesulitan untuk menjalani pendidikan itu masih harus dialami juga oleh anak-anak di pelosok. Pengabdiannya dijalani dengan kesadaran: “Pada akhirnya, mengabdi di pedalaman adalah pengabdian kepada bangsa dan negara.”; “Kehadiran guru di wilayah ini membuktikan bahwa pendidikan adalah hak semua anak bangsa. Kehadiran guru di pedalaman adalah bentuk nyata pemerataan pendidikan.” Menjadi guru di pedalaman, ia menemukan makna hidup yang utuh. “Pengabdian di Kalampising dan Libang adalah perjalanan spiritual sekaligus profesional. Spiritual karena melatih keikhlasan dan kesabaran, profesional karena membentuk guru yang kompeten dan tangguh. Kedua hal ini berjalan seimbang dan saling melengkapi. Itulah kekayaan terbesar yang diperoleh dari pengabdian.”



    Daftar Isi

    Pengantar Penerbit ~ v
    Pengantar Penulis ~ viii
    Daftar Isi ~ xv
    Masa Kecil sampai Remaja ~ 1
    Tapak Awal ~ 2
    Masa Kecil di Tana Toraja ~ 7
    Mimpi yang Mulai Bertumbuh ~ 13
    Merantau ke Kalimantan ~ 19
    Keputusan untuk Merantau ~ 20
    Awal Mula di Tanah Rantau ~ 22
    Mendaftar sebagai Guru Daerah Terpencil ~ 30
    Langkah Pertama Menuju Tanjung Selor ~ 31
    Tapak Awal di Tanjung Selor ~ 34
    Perjalanan Menuju Samarinda ~ 43
    Kegiatan di Samarinda ~ 47
    Perjalanan Pulang ke Tanjung Selor ~ 55
    Pengabdian di SDN 004 Libang ~ 59
    Perjalanan Menuju Tempat Tugas Awal ~ 60
    Awal Pengabdian di Libang ~ 63
    - Latar Belakang Penempatan ~ 63
    - Langkah Awal di Libang ~ 64
    - Pertemuan dengan Murid-Murid ~ 68
    - Pertemuan dengan Guru Senior ~ 70
    - Pertemuan dengan Masyarakat ~ 71
    Kondisi Sekolah SD Negeri 004 Libang ~ 73
    - Keterbatasan Fasilitas dan Sarana ~ 73
    - Rumah Dinas ~ 76
    - Latar Belakang Siswa yang Beragam ~ 77
    - Dinamika Kehidupan Sekolah yang Unik ~ 78
    Kehidupan Sehari-hari dan Tempat Tinggal ~ 79
    - Rumah Kepala Desa ~ 79
    - Masyarakat Bahu-Membahu Untuk Memenuhi Kebutuhan ~ 81
    - Rumah di Pinggir Sungai ~ 82
    - Bangunan Bekas WC ~ 83
    - Pondok Kecil Sederhana ~ 84
    - Tinggal di Rumah Dinas ~ 86
    Dari SDN 004 Libang Menjadi SDN 002 Lumbis ~ 88
    Pergantian Kepemimpinan Sekolah ~ 91
    - Kepemimpinan Bapak Benyamin F. Tui ~ 93
    - Kepemimpinan Bapak Marthen Ringgit ~ 95
    - Kepemipinan Ibu Agustina Murang ~ 99
    - Kepemimpinan Bapak Darwin ~ 102
    - Pelajaran dari Pergantian Kepemimpinan ~ 106
    Mempertahankan Semangat di Tengah Himpitan Kesulitan ~ 110
    - Semua Serbaterbatas ~ 110
    - Mencari Solusi Kreatif ~ 113
    - Memaknai Panggilan Guru di Tengah Masyarakat ~ 114
    - Menghidupi Keluarga Ketika Kondisi Semakin Berat ~ 116
    Dukungan Masyarakat ~ 121
    Perkembangan SD Negeri 004 Libang ~ 125
    - Penambahan Personel Guru ~ 129
    - Perkembangan dan Kemajuan Lainnya ~ 133
    - Perkembangan dan Prestasi Siswa ~ 134
    - Alumni SD 004 Libang yang Membanggakan ~ 135
    - Kisah Marno ~ 136
    - Kisah Ati’ dan Dorti ~ 137
    Menyelesaikan Pendidikan S-1 ~ 138
    Menempuh Pendidikan S-2 ~ 142
    Perpisahan dengan SD Negeri 002 Lumbis ~ 149
    - 23 Tahun Mengajar ~ 149
    - Ditugaskan sebagai Kepala Sekolah SD Negeri 005 Lumbis ~ 150
    - Acara Perpisahan ~ 154
    Mengabdi di SD Negeri 005 Lumbis (Kalampising) ~ 161
    Dasar Penempatan ~ 162
    Perasaan dan Harapan Awal ~ 166
    Kondisi Awal Sekolah ~ 170
    Kegiatan Pertama sebagai Kepala Sekolah ~ 176
    - Musyawarah Bersama ~ 176
    - Pembersihan Lingkungan Sekolah ~ 178
    - Pembenahan Administrasi ~ 179
    - Proposal Perbaikan Gedung Sekolah ~ 180
    Tantangan sebagai Kepala Sekolah ~ 181
    - Tantangan yang Disadari ~ 181
    - Langkah-Langkah ke Depan ~ 184
    Perbaikan Gedung dan Fisik Sekolah ~ 187
    - Perbaikan Tahap I: 3 RKB ~ 187
    - Perbaikan Tahap II: Kantor SD Negeri 005 Lumbis dan WC ~ 198
    - Perbaikan Tahap III: DAK untuk 3 RKB ~ 201
    - Perbaikan Tahap IV: 6 RKB dan 4 Bilik WC dari Kementerian PUPR ~ 210
    - Penataan Halaman Sekolah ~ 219
    - Kerja Sama dengan Masyarakat ~ 228
    Membangun Budaya Sekolah ~ 233
    - Salam dan Sapa ~ 233
    - Upacara Bendera ~ 233
    - Kegiatan Ektrakurikuler ~ 234
    - Program Adiwiyata ~ 235
    - Gotong Royong ~ 235
    Pendampingan dan Peningkatan Kualitas Guru ~ 238
    Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa ~ 244
    Pengembangan Literasi Siswa ~ 249
    - Pojok Baca ~ 250
    - Membaca Berkelompok ~ 250
    - Diskusi Buku ~ 250
    - Menulis Cerpen ~ 251
    - Membuat Resensi Buku ~ 251
    - Membaca Puisi ~ 252
    - Membaca Bersama antara Guru dan Siswa ~ 252
    - Membuat Buku Cerita Sederhana ~ 253
    - Debat Literasi ~ 253
    - Pentingnya Budaya Literasi ~ 254
    Upaya Pengembangan Siswa ~ 255
    Upaya Meraih Akreditasi A ~ 260
    Mengembangkan Kerja Sama dengan Pihak Luar ~ 265
    - Kerja Sama dengan Masyarakat Sekitar ~ 265
    - Kerja Sama Antarsekolah ~ 266
    - Kerja Sama dengan Puskesmas ~ 268
    - Kerja Sama dengan Babinsa ~ 269
    - Kerja Sama dengan Kepolisian ~ 270
    Menjadikan SD 005 Lumbis sebagai Sekolah Penggerak ~ 272
    Personel Guru dan Tenaga Kependidikan ~ 278
    Perkembangan Statistik Sekolah ~ 284
    Kisah-Kisah Unik Siswa ~ 289
    Pengembangan Diri sebagai Kepala Sekolah ~ 292
    Menempuh Pendidikan Doktoral ~ 298
    Prestasi Sekolah ~ 304
    Pencapaian sebagai Kepala Sekolah ~ 307
    Menjalankan Peran Tambahan ~ 310
    Peran-Peran Tambahan ~ 311
    - Badan Perwakilan Desa (BPD) Pa’lemumut ~ 311
    - Tutor Universitas Terbuka (UT) Program Studi PGSD ~ 313
    - Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) ~ 315
    - Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah ~ 316
    - Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPM) ~ 318
    - Dosen Pascasarjana di BILD IKN ~ 320
    - Ketua PGRI Cabang Lumbis ~ 322
    Keluarga di Rantau ~ 325
    Menikah dan Membangun Keluarga ~ 326
    Pulang Kampung ~ 332
    Mereka yang Kukasihi ~ 340
    - Mereka Berangkat Duluan ~ 340
    - Kami yang Masih Berjuang ~ 343
    Penutup ~ 348
    Makna Pengabdian ~ 349
    Daftar Pustaka ~ 355
    Profil Penulis ~ 357