Sepotong Bulan Bertengger di Balik Jendela

    Spesifikasi
    Judul:Sepotong Bulan Bertengger di Balik Jendela: Kumpulan Puisi Oktober 2018 #2
    Penulis:Lodevika Endang Sulastri, Tyas Rahmani Anggaraningsih, Ratna Agustina
    Tahun Terbit:2018
    ISBN:978-602-53059-2-4
    Tebal:86 (viii+78) halaman
    Ukuran:14.5x21 cm
    Harga:Rp40.000

    Deskripsi

    Ini adalah buku yang kesembilan yang lahir dari rahim daya kreasi para guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Menulis. Dalam buku ini terdapat 65 puisi karya tiga orang guru.



    Sepotong bulan bertengger di balik jendela
    Ludovika Endang Sulastri

    Sepotong bulan bertengger di balik jendela
    Kutengadah sambil terpesona
    Alangkah indahnya,
    dan alangkah anggunnya.

    Kucecap malam dalam hening
    Kunikmati dalam sendiri,

    Sepotong bulan bertengger di balik jendela,
    Dalam lingkar aura,
    Kutatap kuningnya yang merah,
    Merahnya yang terang, terangnya bulan cantik

    Sesisip tanya menggeletar
    Ayah, sedang apakah engkau?
    Kutarik segera jiwa meratap,
    pantaskah aku meratap?
    Jangan-jangan membuat jiwanya
    terluka ...
    memandang sang anak?

    Di tengah rimba kehidupan,
    Dalam kesunyian mencekam
    Biarlah ...
    Kusampaikan ...
    Ayah ... aku baik-baik saja, meski sedikit rindu
    Sepotong bulan bertengger di balik jendela.


    Daftar Penulis dan puisinya:

    Lodevika Endang Sulastri
    Dari Gunung Tabor ke Kalvari
    Tanyaku pada Tuhan
    Melayang
    Sejenak lewat
    Bawakan seteguk mimpi
    Nostalgi ...
    Obsesi
    Memburu waktu
    Jatuh cinta lagi ...
    Mataku pandang Cahaya-Mu
    Kidung Cinta dan Hosea
    Kebenaran ...?
    Pasca tahun baru (2008)
    Datanglah Sang Cahaya
    Allah yang mengasihi
    Di Hati-Mu
    Tuhanlah Gembalaku
    Beri Aku Hidup
    Pulanglah
    Pulang pada Hati
    Rindu
    Tapi Siapa
    Angelus
    Peluklah Aku Tuhan
    Sepotong bulan bertengger di balik jendela

    Tyas Rahmani Anggaraningsih
    Kau Ajari Aku untuk Berliterasi
    Inspirasi yang Terkubur
    Satu Ayat Untukmu
    Kinanti Anak Negeri
    Selamat Pagi Pendidikan
    Sajak Irama Pagi
    Puisi Bingung
    Jembatan Keledai dan Rumus Bahasa
    Tragedi Jumat Pagi
    Pesan Ananda
    Tamu Pelangi di Malam Hari
    Syair Sepotong Rindu
    Dua Srikandi
    Epifora Cinta
    Transaksi
    Negeri Mimpi
    Kehilangan
    Jalan Pulang
    Lelaki yang Punya Usia
    Merindu dalam Doa

    Ratna Agustina
    Terbanglah
    Kau 58
    Seiring
    Kepak Sayapmu
    Lihat Catat dan Ingatlah
    Ketika Bersua
    Langit Senja dan Kekasihku
    Hari Pernikahan
    Hari Lahirmu
    Sajak untuk Anakku
    Selamat Tinggal
    Yang Tidak Tak Terbatas
    Cermin
    Kunci Hati
    Mengeja Nama
    Secuil Kepingan
    Membaca Massal
    Kartini Adalah
    Semasa
    Prasangka

 
 
💬 Chat Live