Selipan Rindu di Meja Mei: Kumpulan Puisi Gooten Seran

    Spesifikasi
    Judul:Selipan Rindu di Meja Mei: Kumpulan Puisi Gooten Seran
    Penulis:Andreas Gooten Seran
    Tahun Terbit:2018
    ISBN:978-602-53059-0-0
    Tebal:150 (xii+138) halaman
    Ukuran:13x19 cm
    Harga:Rp50.000

    Deskripsi

    Salah satu kekuatan pokok puisi-puisi Guten Seran yang akan Anda baca dalam volum ini adalah tegangan positif antara misteri dan ekspresi itu. Ada misteri yang dikatakan, dan ada kata yang dimisterikan. Menyingkap sekaligus menyungkup! Tema-tema yang disatukan dalam antologi ini bermacam ragam, dan setiap puisi memiliki gaya yang unik dan kaya. Puisi-puisi sederhana tapi mengagumkan ini merupakan bahasa hati yang menggugah hati. Andai volum ini sebuah perjalanan, langkah Anda dari satu perhentian ke perhentian lain, dari satu puisi ke puisi yang lain, akan menjadi langkah yang tergugat. Hati yang tergugah dan langkah yang tergugat adalah tanda bahwa energi poieo dari puisi-puisi Guten Seran ini juga menjadi hidup yang berbuah. Memang, secara etimologis puisi (Bahasa Yunani: poieo-poiesis) berarti melahirkan, menciptakan, membuahkan. Mari berpuisi untuk berbuah!


    Daftar Isi

    Estetika Lahir dan Berbuah
    Madu di Meja 16 Juli 1849
    Keadilan Cinta
    Di Depan Ruang Tunggu, Negeri Hampa
    Tebing Tinggi di Januari 2018
    Target
    Darah Putih
    Anak Darah
    Tentang Rasa
    Kairos Gadis Alang-Alang
    Upin di Kepalan Malam
    Edisi Khusus Teruntuk Penikmat LDR Senja Di Meja Ratu
    Nama Adalah Tanda (ug)
    Setengah Gila Sahabat Hati yang Didengungkan
    Di Deretan Mahligai Cinta
    Selamat Ascended
    O Rona Lai
    Palungan Senja
    31 April 2018
    Pesona Jiwa
    Filosofi Anak Tangga
    Satu Alasan
    Tentang Pena
    Percakapan yang Berlibur
    Sejauh Entah Energi Ini
    Rasa yang Telanjang
    Politik Berdasi
    Kampanye Bukan Utopia
    Sepilah Rasa Tentang Janji
    Hati Yang Tertawa
    Kau Sinis? Mari Damai
    Semoga
    Yang Terciduk
    Arti Sebuah Nama
    Dawai Senja
    Merpati Terhimpit
    Sepi Malam Minggu
    Aku di Mana?
    Hujan dalam Setia
    Pergimu
    Gadis Berleher Selendang
    Dunia Selimut
    Malam
    Carpediem
    17072017
    Sebuah Rindu
    Novum dan Kekosongan di Februari
    Terdalam Tentang Para Pendaki
    Pemburu Senja
    Perihal Maaf
    Kupang Haus Bersih Kata Rindu Untuk Jernih
    Catatan Hati Si Penikmat Luka
    Anak Panah
    Parasit Jinak
    Vos Amici Mei Estis
    Wahai Diam Jogja dalam cinta
    Kepadamu yang Terlahir
    Selamat Pagi yang Berdetak
    Kisah Angsa Putih yang Jantan
    Syair dari Benlutu
    O Erocras di Merapi yang Tetap Bersinar
    Selamat Pagi Rinduku
    Masih Awet di Gunung Tinggi Sisa Dari Potret AEYG Jogja
    Surat dari Bola Mata
    Rasa yang Telanjang Lidah Ingin Lagi Merasa
    Hewan Malam Teruntuk Sang Penukar Rasa
    Darah Beraroma Nira Kisah Si Penikmat Hati
    Juntai Mata
    Setelah senja ada sorot sepi di ujung jari. Lentera venus dalam pencarian
    Ranjau Cinta
    Catatan Hati Si Suka Jingga
    Serumpun Membait. Semestaku adalah kamu
    Untuk Wanita Sang Pengajak Rindu
    Mama Aku ini Sang Juara
    Pelabuhan Gerimis
    Catatan Hati Si Penikmat Rindu
    Sajak Hati untuk Hati yang Hampir Ditelanjangi
    Nantikan aku di batas hari. Edisi rindu dalam tangan tak menggenggam
    Gurami Berpesta Edisi miss you di Kota Tua
    Jelmaan Rindu dalam Kata (katong pung Carita)
    Rindu Mengkhianati aku sayang spesial gagal move on ka ini?
    Padang Rindu
    Surat Cinta
    Pulang
    Kunang-kunang di tepi jalanan Teruntuk yang tak dapat digenggam karena mitos
    Ngap-ngap rindu di pojok senja Kopi hangat dari Negeri Sejuta bintang
    Alleluya dalam Kesepian Kain Kafan
    Untukmu Wanitaku
    Rindu Ada di setiap Senja
    Kisah Cinta di kaki Ile Mandiri
    Jalan Panjang Menuju Pulang
    Wajah Selimut Malam
    Saya, dia dan Dia lagi hanya berparas dalam doa
    Sekeping Kerang Buat Kekasih Upin Saudara Rinduku
    Sebuah Hening di Tepi Malam
    Cinta Dua Musim
    Di Sini, di Sisiku
    Sahabat
    Sembahyang
    Aku Mengerti
    Alam dalam Selimut Wajah
    Balada seorang Terpungut
    Menggigil
    Lihat, Cara Kami Tulus
    Pencuri di Ladang Tuhan
    Senja di Yogyakarta
    Duc In Altum
    Salah?
    Kopi Hitam Tak Lagi Panas
    Teruntuk Yang Berhijab
    Teruntuk Wajah Hati
    Wasiat dari Ayah

 
 
💬 Chat Live