Deskripsi
Salah satu kekuatan pokok puisi-puisi Guten Seran yang akan Anda baca dalam volum ini adalah tegangan positif antara misteri dan ekspresi itu. Ada misteri yang dikatakan, dan ada kata yang dimisterikan. Menyingkap sekaligus menyungkup! Tema-tema yang disatukan dalam antologi ini bermacam ragam, dan setiap puisi memiliki gaya yang unik dan kaya. Puisi-puisi sederhana tapi mengagumkan ini merupakan bahasa hati yang menggugah hati. Andai volum ini sebuah perjalanan, langkah Anda dari satu perhentian ke perhentian lain, dari satu puisi ke puisi yang lain, akan menjadi langkah yang tergugat. Hati yang tergugah dan langkah yang tergugat adalah tanda bahwa energi poieo dari puisi-puisi Guten Seran ini juga menjadi hidup yang berbuah. Memang, secara etimologis puisi (Bahasa Yunani: poieo-poiesis) berarti melahirkan, menciptakan, membuahkan. Mari berpuisi untuk berbuah!
Daftar Isi
Estetika Lahir dan Berbuah
Madu di Meja 16 Juli 1849
Keadilan Cinta
Di Depan Ruang Tunggu, Negeri Hampa
Tebing Tinggi di Januari 2018
Target
Darah Putih
Anak Darah
Tentang Rasa
Kairos Gadis Alang-Alang
Upin di Kepalan Malam
Edisi Khusus Teruntuk Penikmat LDR Senja Di Meja Ratu
Nama Adalah Tanda (ug)
Setengah Gila Sahabat Hati yang Didengungkan
Di Deretan Mahligai Cinta
Selamat Ascended
O Rona Lai
Palungan Senja
31 April 2018
Pesona Jiwa
Filosofi Anak Tangga
Satu Alasan
Tentang Pena
Percakapan yang Berlibur
Sejauh Entah Energi Ini
Rasa yang Telanjang
Politik Berdasi
Kampanye Bukan Utopia
Sepilah Rasa Tentang Janji
Hati Yang Tertawa
Kau Sinis? Mari Damai
Semoga
Yang Terciduk
Arti Sebuah Nama
Dawai Senja
Merpati Terhimpit
Sepi Malam Minggu
Aku di Mana?
Hujan dalam Setia
Pergimu
Gadis Berleher Selendang
Dunia Selimut
Malam
Carpediem
17072017
Sebuah Rindu
Novum dan Kekosongan di Februari
Terdalam Tentang Para Pendaki
Pemburu Senja
Perihal Maaf
Kupang Haus Bersih Kata Rindu Untuk Jernih
Catatan Hati Si Penikmat Luka
Anak Panah
Parasit Jinak
Vos Amici Mei Estis
Wahai Diam Jogja dalam cinta
Kepadamu yang Terlahir
Selamat Pagi yang Berdetak
Kisah Angsa Putih yang Jantan
Syair dari Benlutu
O Erocras di Merapi yang Tetap Bersinar
Selamat Pagi Rinduku
Masih Awet di Gunung Tinggi Sisa Dari Potret AEYG Jogja
Surat dari Bola Mata
Rasa yang Telanjang Lidah Ingin Lagi Merasa
Hewan Malam Teruntuk Sang Penukar Rasa
Darah Beraroma Nira Kisah Si Penikmat Hati
Juntai Mata
Setelah senja ada sorot sepi di ujung jari. Lentera venus dalam pencarian
Ranjau Cinta
Catatan Hati Si Suka Jingga
Serumpun Membait. Semestaku adalah kamu
Untuk Wanita Sang Pengajak Rindu
Mama Aku ini Sang Juara
Pelabuhan Gerimis
Catatan Hati Si Penikmat Rindu
Sajak Hati untuk Hati yang Hampir Ditelanjangi
Nantikan aku di batas hari. Edisi rindu dalam tangan tak menggenggam
Gurami Berpesta Edisi miss you di Kota Tua
Jelmaan Rindu dalam Kata (katong pung Carita)
Rindu Mengkhianati aku sayang spesial gagal move on ka ini?
Padang Rindu
Surat Cinta
Pulang
Kunang-kunang di tepi jalanan Teruntuk yang tak dapat digenggam karena mitos
Ngap-ngap rindu di pojok senja Kopi hangat dari Negeri Sejuta bintang
Alleluya dalam Kesepian Kain Kafan
Untukmu Wanitaku
Rindu Ada di setiap Senja
Kisah Cinta di kaki Ile Mandiri
Jalan Panjang Menuju Pulang
Wajah Selimut Malam
Saya, dia dan Dia lagi hanya berparas dalam doa
Sekeping Kerang Buat Kekasih Upin Saudara Rinduku
Sebuah Hening di Tepi Malam
Cinta Dua Musim
Di Sini, di Sisiku
Sahabat
Sembahyang
Aku Mengerti
Alam dalam Selimut Wajah
Balada seorang Terpungut
Menggigil
Lihat, Cara Kami Tulus
Pencuri di Ladang Tuhan
Senja di Yogyakarta
Duc In Altum
Salah?
Kopi Hitam Tak Lagi Panas
Teruntuk Yang Berhijab
Teruntuk Wajah Hati
Wasiat dari Ayah