Perempuan dalam Konflik Keluarga
|
Spesifikasi
Deskripsi Zaman ini ditandai oleh perubahan yang pesat dalam banyak bidang kehidupan masyarakat. Salah satu perubahan yang cukup menggelisahkan adalah masalah keluarga. Masalah keluarga menyangkut kepentingan semua orang. Mereka yang tidak menikah pun pada umumnya hidup dalam keluarga. Karena menyangkut dua orang pribadi atau lebih dan memiliki latar belakang berbeda, hidup dalam keluarga tidak mungkin tanpa konflik. Apalagi di zaman ini tampaknya juga ada pergeseran pandangan dan praktik hidup suami-istri. Emansipasi perempuan juga mengubah pandangan dan praktik hidup suami-istri. Isi buku ini merupakan hasil penelitian lapangan dan penelitian pustaka dengan responden perempuan-perempuan Katolik dari wilayah St. Markus di paroki Gereja St. Aloysius Gonzaga Mlati Sleman yang sudah menikah dengan usia maksimal 75 tahun. Penelitian ini bertitik tolak dari keprihatinan kami terhadap situasi keluarga yang bersifat konfliktif. Keprihatinan ini mengusik kami untuk mengajak kaum perempuan mengatasi konflik keluarga dengan semangat kristiani yang menekankan kasih, solidaritas, dan persatuan demi mewujudkan Kerajaan Allah. Dasarnya adalah keyakinan bahwa dalam situasi konfliktif Allah tetap mengutus kita menjadi saksi-Nya, menjadi pelaksana firman-Nya. Konflik dalam keluarga dapat menjadi medan perwujudan iman dan cinta kasih. Konflik bisa menumbuhkan sikap berpengharapan dan ruang untuk menemukan kekuatan baru sehingga relasi antara suami–istri dapat dipertahankan dan berkembang menjadi lebih baik. Bahkan dalam konflik keluarga suami–istri dapat saling menyadari akan kekurangannya dan akan tugas panggilan mereka untuk saling meneguhkan dan menyempurnakan satu sama lain, sehingga cinta kasih mereka tidak berkesudahan Daftar Isi Pendahuluan |