|
|
Spesifikasi
| Judul | : | Kutemukan Bayangmu dalam Secangkir Kopi: Kumpulan Puisi Oktober 2018 #7 |
| Penulis | : | Aloysius Kristiawan, Andika Widaswara, Azza Nuraida Mellati, Desrianti, Endang Prihatin, Imam Safi’i, Misdianto, Patriah, Pujarsono, Raudhoh Naratiba, Rizka Sri Wulandari |
| Tahun Terbit | : | 2018 |
| ISBN | : | 978-602-53059-7-9 |
| Tebal | : | 82 (viii+74) halaman |
| Ukuran | : | 14.5x21 cm |
| Harga | : | Rp40.000 |
Deskripsi
Ini adalah buku yang keempat belas yang lahir dari rahim daya kreasi para guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Menulis. Buku ini menampilkan 55 puisi karya 11 guru.
Kutemukan Bayangmu dalam Secangkir Kopi
Kutemukan kau dalam larutan secangkir kopi yang kuseduh
Pada masa rapuh di mana dukaku berlabuh.
Siapa kau? Yang tanpa permisi datang lalu sekenanya menjauh?
Mengajakku mengejar hingga bersimbah peluh
Lagi, kutemukan wajahmu dalam secangkir kopi yang kuseduh
Di antara wajah-wajah dan tawa mereka yang riuh
Siapa kau? Yang sering hadir serupa bayang bermata teduh?
Tersenyum dalam hitam kopi yang keruh
Kutemukan bayangmu dalam secangkir kopi yang kuseduh
Masih, setidaknya muncul serupa tokoh dalam cerita.
Kini, bayang itu punya nama
Dan tetap abadi sebagai bayangan
Andika Widaswara, Februari 2018
Daftar Isi
Aloysius Kristiawan
Janji Kita Menyatukan Hati
Jiwa Muda Menepi di Langit Jingga (1)
Jiwa Muda Menepi di Langit Jingga (2)
Bila Kebenaran
Imam Safi’i
Secangkir Kopi Hangatku
Penantianku
Kurindu Belai Kasihmu
Di Bawah Kibaran Panjimu
Secercah Asa Menanti di Sana
Ketika Alam Mulai Bicara
Pelanduk di Cerang Rimba
Endang Prihatin
Cerita Manis di Kelas
Kado yang kunanti
Andika Widaswara
Dialog Senja
Pada Sebuah Titik
Episode Perpisahan
Tentang Hujan
Kutemukan Bayangmu dalam Secangkir Kopi
Azza Nuraida Mellati
Asa Padamu Ilahi Rabbi
Hanya Dirimu
Kutitipkan Padamu Mega
Rindu Nan Membara
Seluruh Rinduku
Patriah
Senja Berduka
Ujianmu dan Mereka Tak Sama
Belajar Milik Kita
Perjalanan
Langkah Tak Berujung
Asa Ini Padamu
Kau Jaga Hatiku
Kautak Perlu Tahu
Akhirnya Kau Pergi
Kembali Kunci Hati
Misdianto
Seonggok Kertas
Negeri Seribu Kontroversi
Berlari dengan Waktu
Mengukir pada Langit
Rizka Sri Wulandari
Jarik
Cawan Kecongkakan
Pujarsono
Tawa Azizah
Puisi Tanpa Suara
Menjadi yang Berguna
Literasi Sejarah
Tak Mengapa Berbeda
Desrianti
Bertasbih dalam Kesepian
Senyummu Adalah Nafasku
Rasa Cinta Oemar Bakri
Cermin Pendidikan Hari Ini
Kutatap langit perlahan memudar
Menjelang Hari Yang di Tunggu
Raudhoh Naratiba
Esok
Kepastian
Sahabat Mawar
Pangeran Hati
Bahagia Itu Mudah
|