Kala yang Tak Kusangka: Kumpulan Puisi Pandemi #2

    Spesifikasi
    Judul:Kala yang Tak Kusangka: Kumpulan Puisi Pandemi #2
    Penulis:Agus Supriyanto, Ani Purwati, Catur Riyanti, Desrianti, Eti Suhayati, Evy Chrisna, Gusnawati , Hironimus Deo, Hortensia Herima, Kosmas Lawa Bagho, Lorentina, Lukas Onek Narek, Marfidah, Maria Bura, Muhamad Nursyahid, Neti Soelistyani, Pujarsono, R.N.D. Krisnawati, Retty Anggriany, Siti Fadilah, Sumi Arsih, Susanti Wilujeng, Tobias Nggaruaka, Tri Handayani, Yanti Aries Putri, Yanti Rosa, Yerem B. Warat
    Tahun Terbit:2020
    ISBN:978-623-7421-25-2
    Tebal:122 (viii+114) halaman
    Ukuran:14.5x21 cm
    Harga:Rp60.000

    Deskripsi

    Kala yang Tak Kusangka: Kumpulan Puisi Pandemi #2 adalah kumpulan puisi hasil refleksi para guru penulis dari berbagai pelosok daerah Nusantara. Selain guru, juga ada penulis dengan profesi lain. Ini adalah buku kedua sebagai hasil dari Proyek Penulisan Refleksi Corona yang diselenggarakan oleh Komunitas Guru Menulis. Sebelumnya sudah lahir dua buku dari proyek yang sama, satu kumpulan puisi dan satu kumpulan artikel. Selain kumpulan puisi ini, juga terbit kumpulan kisah refleksi corona berjudul Mengantepi Rasa Rambang: Kumpulan Kisah di Tengah Pandemi.


    Ini adalah buku kumpulan puisi hasil Proyek Penulisan Refleksi Corona tahap kedua. Buku ini diberi judul Kala yang Tak Kusangka sebagai sebuah gambaran bahwa ternyata kita masih harus menunggu lagi. Sebelumnya kita berharap bahwa pandemi corona ini akan cepat berlalu. Kenyataannya tidak demikian. Kita bahkan tidak tahu sama sekali sampai kapan pandemi masih akan menemani keseharian kita.


    Namun, apa pun yang terjadi dan akan terjadi, tugas kita adalah memaknai setiap hidup dan peristiwa di dalamnya. Refleksi adalah salah satu caranya. Menulis puisi menjadikan refleksi itu tetap terpatri, suatu saat kita bisa membacanya kembali untuk melihat jejak-jejak langkah kehidupan kita.


    Daftar Penulis dan Puisinya

    R.N.D. Krisnawati
    Pahlawan Pandemi
    Saat Bertapa
    Bersemi
    Damai dalam Keabadian
    Tuhan Menjaga
    Ada Asa
    Suatu Senja di Pinggiran Kota

    Yerem B. Warat
    Di Rumah Saja
    Sahabat Kecil
    Perlombaan di Tengah Badai
    Tambang Tulang

    Lorentina
    Secangkir Kopi Sabar di dalam Pagar
    Embun Kerinduan dan Bandara yang Sesak
    Gaji Buta
    Surau, Kitab, dan Kotak Infak
    Belajar di Rumah
    PSBB katanya

    Hortensia Herima
    Apa kabarmu sekalian?

    Hironimus Deo
    Tunas Rindu
    Rindu Pagi
    Pantun Refleksi Corona

    Kosmas Lawa Bagho
    Corona
    Corona Wuhan Jadi Corona Dunia
    Lawatan Bidadari Covid-19
    Corona Datang
    Badai Pasti Berlalu

    Yanti Rosa
    Covid-19
    New Normal
    Ter-lockdown Cinta
    Konspirasi
    Azab atau Nikmat

    Marfidah
    Harap Dalam Senyap
    Tetes Berkah
    Ramadan Ini
    Melawan Rindu
    Sebiji Sawi

    Agus Supriyanto
    Riuh Sunyi

    Gusnawati
    Ramadan Kareem
    Eid Mubarak
    Jangan Lupakan Aku
    Harapan
    Tangis Kerinduan

    Muhamad Nursyahid
    Masa-Masa Sulit
    Rindu Sekolah
    Jas Hujan yang Mendunia

    Tobias Nggaruaka
    Narasi Tentang Covid
    Covid dan Rupa-Rupa Warna Hidup
    Corona dan Pemulung
    Covid dan Kecanduan
    Dunia Berduka

    Pujarsono
    Rindu Membara Saat Corona
    Tak Ada Pandemi di Kampung Puisi
    Pengakuan Corona
    Imaji Tanpa Tepi
    Corona di Mata Orang Awam

    Yanti Aries Putri
    Covid -19

    Susanti Wilujeng
    Merindu Bangku-Bangku Kosong
    Ratapan Merapuh

    Sumi Arsih
    Kapan Pergi Corona?
    Memahamimu
    Oh! Corona
    Lebaran dalam Corona

    Catur Riyanti
    Rindu Kalian
    Menanti
    Kosong
    Hampa
    Lorong Waktu

    Siti Fadilah
    Mikdar
    Siti 74
    Tata74
    Oby74

    Neti Soelistyani
    Belajar Terus Meski Ada Virus
    Corona Teguran Sang Pencipta
    Belajar dari Corona
    Sebuah Renungan

    Maria Bura
    Yang Lembut Dalam Badai
    Corona, Kau Datang Di Awal Tahun
    Corona Beraksi
    Kepergianmu di Tengah Badai

    Evy Chrisna
    Kala Rindu
    Belajar dalam Jaringan
    Pandemi Korona

    Eti Suhayati
    C o r o n a
    Tabir Hikmah

    Desrianti
    Virusmu Sebagai Refleksi Diri
    Dirimu Amat Kecil
    Menunggu Sang Malam dalam Sinarannya

    Retty Anggriany
    Hujan
    Engkau Pulang Tanpa Kesan
    Pada-Mu Diriku Fana

    Ani Purwati
    Corona

    Lukas Onek Narek
    Selamat Jalan Corona

    Tri Handayani
    Pergilah Corona

 
 
💬 Chat Live