|
|
Spesifikasi
| Kode | : | 510008 |
| Judul | : | Meyesuit Lewat Kolsani |
| Penulis | : | J. B. Heru Prakosa, Edu Ratu Dopo, G. Budi Subanar, FX. Hadi Susilo, A. Mardi Santosa, A. Andang Listya Binawan, T. Agus Sriyono, Paul Dass, I. Marsana Windhu, A. Hartana, B. Herman Tjahja, Y.W. Wartaya Winangun, M. Hariyadi, J. Hartono Budi, P. Prasetyohadi, A. Sigit Widisana, A. Sarwanto, Y. Danang Sigit Koesworo |
| Tahun Terbit | : | 2025 |
| ISBN | : | 978-623-7421-85-6 |
| eISBN | : | 978-623-7421-86-3 |
| ISBN PDF | : | - |
| Tebal | : | 173 (xiv+159) halaman |
| Harga | : | Rp80.000 |
|
Deskripsi
Meyesuit Lewat Kolsani – Menelusuri Rumah Formasi dan Jantung Intelektual Serikat Jesus
Buku "Meyesuit Lewat Kolsani" merupakan sebuah karya historis dan reflektif yang mengupas tuntas eksistensi Kolese Santo Ignatius (Kolsani) di Yogyakarta. Disunting oleh Dr. J. B. Heru Prakosa SJ, buku setebal 173 halaman ini menjelaskan sebuah konsep unik dalam tradisi Serikat Jesus: bahwa para Jesuit tidak memiliki "biara" yang tertutup, melainkan "rumah" yang terbuka bagi geliat Gereja dan masyarakat. Kolsani bukan sekadar gedung tua yang artistik, melainkan rumah formatio—sebuah laboratorium spiritual dan intelektual tempat para calon imam (frater) menjalani masa-masa akhir pendidikan teologi mereka sebelum diutus ke medan tugas yang lebih luas.
Melalui kontribusi tulisan dari para Jesuit berpengalaman, buku ini memetakan perjalanan panjang Serikat Jesus (SY) di Nusantara, mulai dari jejak Santo Fransiskus Xaverius di Maluku hingga peran krusial Kolsani dalam sejarah kemerdekaan dan perkembangan pemikiran Katolik di Indonesia.
Eksplorasi Sejarah dan Metamorfosis Spiritualitas:
Akar Misi di Nusantara:
Bagian awal buku ini membawa pembaca kembali ke zaman Fransiskus Xaverius. Penulis seperti Edu Ratu Dopo dan G. Budi Subanar membedah dinamika misi di Nusantara Timur, termasuk tantangan berat saat karya misi dihancurkan oleh kepentingan politik kolonial VOC. Ini memberikan konteks bahwa kehadiran Kolsani di Jawa adalah kelanjutan dari semangat militansi yang telah ada sejak abad ke-16.
Warisan Strategi Van Lith:
Buku ini menyoroti sosok legendaris Fransiskus van Lith di Jawa Tengah. Melalui ulasan Paul Dass dan tim, kita diajak memahami "Strategi Van Lith" yang supel, menghargai budaya lokal, dan aktif di dunia politik. Karisma Van Lith inilah yang kemudian mewarnai nafas pendidikan di Kolsani; sebuah pendidikan yang tidak hanya berkutat pada buku teks teologi, tetapi peka terhadap keprihatinan sosial dan identitas bangsa.
Kolsani sebagai Pusat Peradaban Intelektual:
Sejak masa kemerdekaan hingga era modern, Kolsani bertransformasi menjadi pusat kerasulan dan studi teologi yang berpengaruh. J. Hartono Budi dan tim mendokumentasikan bagaimana berbagai terbitan penting dan gerakan intelektual lahir dari koridor-koridor Kolsani. Tempat ini menjadi titik integrasi antara cita-cita Serikat Jesus dengan realitas sosial-politik di Indonesia.
Tantangan Masa Depan dan Reorientasi:
Pada bagian akhir, J.B. Heru Prakosa mengajak pembaca berefleksi secara jujur mengenai tantangan eksternal dan internal yang dihadapi Kolsani dari tahun 1993 hingga 2013. Buku ini tidak hanya memuja masa lalu, tetapi secara sportif mempertanyakan: ke mana Kolsani harus melangkah di tengah perubahan ekonomi, sosial, dan politik yang semakin cepat?
Kesimpulan: Menemukan Jati Diri Jesuit dalam Kedalaman dan Perutusan
Puncak dari buku "Meyesuit Lewat Kolsani" adalah pemahaman bahwa menjadi seorang Jesuit adalah sebuah proses yang terus mengalir (becoming). Kolsani menyediakan ruang bagi para frater untuk menemukan misi hidup sebagai wujud spiritualitas yang cerdas dan membumi. Di rumah inilah, karakter "tentara Kristus" ditempa agar tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan rasa terhadap penderitaan sesama.
Spiritualitas yang ditawarkan dalam buku ini adalah spiritualitas perjumpaan. Kolsani membuktikan bahwa pendidikan karakter yang kuat harus berakar pada sejarah namun tetap berani menatap masa depan. Buku ini menegaskan bahwa misi pendidikan bagi bangsa yang dijalankan oleh Serikat Jesus adalah tentang membentuk manusia yang seutuhnya—pribadi yang jujur, disiplin, dan penuh dedikasi.
"Meyesuit Lewat Kolsani" adalah referensi esensial bagi siapa pun yang ingin memahami bagaimana sebuah institusi pendidikan mampu menjaga api semangatnya selama ratusan tahun. Sebuah buku yang jujur, informatif, dan menginspirasi kita untuk terus belajar menjadi pribadi yang lebih berarti bagi dunia.