|
|
Spesifikasi
| Kode | : | 130009 |
| Judul | : | Ruang Kecil Tempat Kita Tertawa |
| Penulis | : | Y. Jaka Prastana, Alexander Michael Timothy, Aurelia Anami, Breezelle Bluebell Chrisanta Wibowo, Carissa Elysia Evelyn, Celine Elena Emmanuelle, Clarisa Chasmita Banjarnahor, Defandro Seandhira Putra, Faustina Aretha Maharani, Felove Lovely Dlifi, Gisela Rengganis Putri Wijaya, Grace Angela, Gracella Felicia, Jaclyn Marcella Feryawan, Jezlyn Febriani Akiun, Jhosephine Theona Avisa, Jocelyne Verencia Wijaya, Kirana Trinitatis Hutasoit, Michael Franda Ken Julian Putra, Monica Kartika Putri Nugraha, Neyna Kamilia Kalinda, Nico Adriano Febrian, Reisyi Mahita Gumara, Stevanus Millen, Yonatan Hengsanto |
| Tahun Terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| eISBN | : | - |
| ISBN PDF | : | - |
| Tebal | : | 170 (viii+170) halaman |
| Harga | : | Rp90.000 |
|
Deskripsi
Ruang Kecil Tempat Kita Tertawa – Mosaik Rasa dan Imajinasi Generasi Muda
Buku "Ruang Kecil Tempat Kita Tertawa, 26 Cerpen Pilihan Goput" merupakan sebuah antologi sastra remaja yang lahir dari rahim kreativitas komunitas Majalah Sekolah "Goput" di SMP Putra Nirmala. Di bawah bimbingan Y. Jaka Prastana, S.Pd., buku setebal 152 halaman ini menjadi monumen pembuktian yang indah bahwa jerat dunia digital tidak melulu memadamkan hasrat generasi muda dalam mengolah kata. Buku ini merangkum 26 buah pikiran yang ditulis secara kolaboratif oleh para siswa aktif, alumni, anak-anak berbakat penyuka fiksi, hingga sang mentor sendiri. Setiap lembarnya menyajikan kejujuran rasa, kelincahan berpikir, dan potret dunia remaja yang penuh warna.
Eksplorasi Ruang Estetika, Realitas Remaja, dan Kematangan Rasa:
Laboratorium Menulis dan Jejak Prestasi:
Sejak Agustus 2022, Majalah Goput telah menjadi wadah yang disiplin dalam melatih kemampuan literasi para siswa, mulai dari teknik wawancara hingga penulisan kreatif. Antologi cerpen ini hadir sebagai puncak pencapaian yang membanggakan. Kehadiran penulis-penulis muda di dalam buku ini—beberapa di antaranya bahkan telah menorehkan prestasi dalam kompetisi menulis di tingkat lokal maupun nasional—menunjukkan bahwa karya ini digarap dengan antusiasme yang tinggi dan sportif dalam mengasah bakat.
Mosaik Tema: Dari Sudut Kota hingga Gejolak Jiwa:
Sebagai sebuah "ruang kecil", buku ini justru menyimpan spektrum tema yang sangat luas dan tidak terduga dari penulis seusia mereka. Pembaca akan diajak bertualang melintasi ruang fisik dan emosional, seperti melankolia urban dalam "Catatan Sunyi di Braga" dan "Malioboro di Malam itu", pencarian identitas sosial dalam "Aku dan Hari Tanpa Smartphone", hingga keberanian menyentuh isu toleransi yang mendalam dalam "Cinta di Antara Dua Iman". Ada pula eksplorasi fiksi yang penuh ketegangan, drama keluarga yang hangat ("Cinta Ayah untuk Grace"), serta kisah-kisah romansa dan persahabatan khas remaja yang manis sekaligus reflektif.
Keselarasan Bimbingan dan Kemandirian Kreatif:
Daya tarik utama buku ini terletak pada dialog estetis antara murid dan guru. Kehadiran cerpen karya sang pembimbing, seperti "Ketika Kembang Tak Bisa Dipegang" dan "Lulus Ujian", memberikan jangkar teoretis sekaligus teladan praktis bagi para siswa. Judul utama "Ruang Kecil Tempat Kita Tertawa" karya Jocelyne Verencia Wijaya dipilih sebagai benang merah yang menangkap esensi sejati dari buku ini: bahwa sekolah, komunitas, dan literasi adalah ruang aman tempat mereka bisa merayakan pertumbuhan, berbagi tawa, serta menyuarakan kegundahan hati secara jujur.
Kesimpulan: Catatan Jujur dari Dunia Remaja yang Seru dan Menginspirasi
Puncak dari antologi "Ruang Kecil Tempat Kita Tertawa" adalah sebuah pembuktian bahwa dunia remaja tidak pernah kehabisan cerita seru jika mereka diberikan ruang yang asyik untuk berekspresi. Buku ini menjadi semacam "kotak kenangan" yang merekam cara para siswa dalam melihat persahabatan, cinta monyet, keseharian di sekolah, hingga hobi mereka dengan cara yang sangat jujur dan apa adanya.
Esensi utama dari karya ini adalah pentingnya memiliki komunitas yang saling mendukung. Melalui ekskul Goput, para siswa tidak hanya belajar cara merangkai kalimat yang keren, tetapi juga belajar untuk saling menghargai ide dan menertawakan kekonyolan bersama di sepanjang proses kreatifnya.
Buku ini menjadi referensi yang sangat menyegarkan bagi para orang tua dan guru yang ingin memahami isi kepala anak remaja zaman sekarang, sekaligus menjadi pemantik semangat bagi sesama pelajar untuk berani mulai menulis. Sebuah karya yang membuktikan bahwa hal-hal sederhana di sekitar kita pun bisa berubah menjadi cerita yang seru, menghibur, dan bikin ketagihan untuk dibaca sampai habis.