• Literasi

    Cerpen dan Puisi Anak

    Penanaman moralitas dini, stimulasi imajinasi puitis, dan pengolahan empati anak.

    Merajut enam cerpen dan 36 puisi sebagai instrumen spiritual dan literasi guna menumbuhkan karakter luhur serta kepekaan estetika anak.

    Read More
  • Senja

    Senja di Bukit Cinta

    Elegi lara, refleksi bencana nasional, dan geguritan tradisi Jawa.

    Merajut katarsis emosional atas duka kehidupan, kepasrahan batin, hingga pelestarian sastra kultural yang membumi.

    Read More
  • Manajerial

    Peningkatan Kompetensi Guru

    Formula tutor sebaya, strategi psikologis PMA, panduan taktis diseminasi karya ilmiah.

    Meramu cetak biru manajerial kepala sekolah untuk mengikis hambatan menulis lewat ekosistem pembimbingan egaliter yang berbasis data empiris.

    Read More
  • Jeda

    Menjeda Jagat Memeluk Hakikat

    Catatan batin dan refleksi spiritual kolektif atas pandemi global.

    uku karya 38 penyair Nusantara ini merekam momen dunia saat dipaksa berhenti, menyajikan dilema sekolah daring hingga kesadaran mawas diri lewat untaian sastra.

    Read More

Air Cucuran Atap

Air Cucuran Atap

Spesifikasi

Kode: 130005
Judul: Air Cucuran Atap
Penulis: Adrianus Sugiarta, Ani Irawanti, Imelda Oliva Wissang, Nicolas Widi Wahyono, Putri Dian Pratiwi, Retty Anggriany, Rini Win, Setia Restiani
Tahun Terbit: 2021
ISBN: 978-623-7421-41-2
eISBN: -
ISBN PDF: -
Tebal: 72 (viii+64) halaman
Harga: Rp40.000

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku !

Deskripsi

Air Cucuran Atap – Cermin Realitas, Konflik Harian, dan Ketangguhan Jiwa

Buku "Air Cucuran Atap" merupakan sebuah antologi cerita pendek setebal 72 halaman yang lahir dari kolaborasi kreatif delapan penulis kontemporer. Judul utama buku ini, yang diambil dari sebuah peribahasa klasik, seolah mengisyaratkan sebuah pesan mendalam tentang bagaimana nilai-nilai hidup, kebiasaan, serta dampak dari sebuah keputusan akan selalu mengalir turun dan membekas pada generasi berikutnya. Melalui sembilan cerpen pilihan, para penulis secara sportif dan jujur memotret potret buram sekaligus keindahan dari berbagai relasi manusia, mulai dari lingkup terkecil seperti keluarga hingga benturannya dengan realitas sosial serta kemajuan zaman.

Eksplorasi Konflik Domestik, Kearifan Lokal, dan Disrupsi Modern:

Dinamika Relasi Keluarga dan Penerimaan Diri:
Sisi kelam sekaligus perjuangan dalam hubungan keluarga menjadi salah satu menu utama yang digarap dengan sangat berani di buku ini. Melalui cerpen "Air Cucuran Atap" karya Nicolas Widi Wahyono dan "Berdamai dengan Istri Kedua Papa" karya Putri Dian Pratiwi, pembaca diajak mengintip ruang-ruang domestik yang penuh luka, dilema, tetapi juga menyimpan benih-benih keikhlasan untuk berdamai dengan keadaan. Kisah-kisah ini disajikan secara apa adanya, sangat dekat dengan realitas harian yang sering kali terjadi di sekitar kita.

Perjuangan Hidup dan Sentuhan Kearifan Lokal:
Buku ini juga menyajikan narasi yang kuat tentang ketangguhan manusia dalam menghadapi keterbatasan ekonomi dan tantangan alam. Cerpen "Doa dan Perjuangan" karya Adrianus Sugiarta serta karya unik Imelda Oliva Wissang yang berjudul "Seribu Uler Sebatang Sorgum" memperlihatkan bagaimana kearifan lokal dan harapan yang tidak pernah mati menjadi bahan bakar utama bagi masyarakat akar rumput untuk terus melangkah maju demi menyambung hidup.

Rekaman Sejarah Pandemi dan Tragedi Teknologi:
Sebagai karya yang menangkap denyut zaman, antologi ini bertindak sebagai dokumen sosial yang merekam memori kolektif saat dunia dilanda krisis. Lewat tulisan Retty Anggriany, "Berdamai dengan Corona" dan "Aku Positif", pembaca diajak bernostalgia sekaligus merenungi kembali perjuangan mental di masa isolasi. Di sisi lain, disrupsi digital yang tidak melulu membawa kemudahan disorot secara cerdas oleh Setia Restiani dalam "Gawai Tak Bersahabat", sebuah kritik harian tentang bagaimana teknologi bisa menjadi bumerang yang menjauhkan hubungan antarmanusia jika tidak disikapi dengan bijak.

Kesimpulan: Catatan Harian yang Menyentuh dan Penuh Makna
Pada akhirnya, antologi "Air Cucuran Atap" berhasil membuktikan bahwa menulis adalah cara terbaik untuk merawat empati di tengah masyarakat. Kehadiran ragam cerita dari sudut pandang prasangka hingga pembuktian cinta di bukit sunyi menjadikan buku ini kaya akan pesan moral tanpa terkesan menceramahi.

Buku ini menjadi pilihan bacaan yang sangat ringan, mengalir, tetapi memiliki daya pikat emosional yang kuat pada setiap akhir ceritanya. Sangat direkomendasikan bagi para pencinta fiksi, pendidik, serta siapa saja yang ingin sejenak berkaca pada lembaran-lembaran cerita kehidupan yang jujur, menghibur, dan penuh dengan pembelajaran hidup yang membumi.

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku !

Daftar Isi

  • Kata Pengantar .... v
  • Daftar Isi .... vii
  • Berdamai dengan Istri Kedua Papa ~ Putri Dian Pratiwi .... 1
  • Air Cucuran Atap ~ Nicolas Widi Wahyono .... 6
  • Prasangka ~ Rini Win .... 12
  • Doa dan Perjuangan ~ Adrianus Sugiarta .... 17
  • Seribu Uler Sebatang Sorgum ~ Imelda Oliva Wissang .... 23
  • Menunggu Senja di Bukit Cinta ~ Ani Irawanti .... 35
  • Berdamai dengan Corona ~ Retty Anggriany .... 40
  • Aku Positif ~ Retty Anggriany .... 45
  • Gawai Tak Bersahabat ~ Setia Restiani .... 49
  • Profil Penulis .... 55

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku !