• Terbaru

    3 Alinea Kisah

    Kisah nyata mengenai cinta, ayah, ibu, anak, ulang tahun dalam 3 alinea.

    Sebagian besar mungkin sekilas tampak sederhana dan biasa saja, tetapi menjadi begitu bermakna dan kaya setelah terolah oleh pergulatan hidup dan refleksi bersama waktu.

    Read More
  • Novel

    Sekar Ratri: Novel Basa Jawa

    Sekar Ratri: Novel Basa Jawa karya R.N.D Krisnawati

    Pengajeng-ajeng gesang tentrem ing bebrayan, kanyata mas Sutrisno nyimpen sejarahing gesang ingkang mboten ngremenaken. Getun lan keduwung damel peperangan ing batinipun.

    Read More
  • Puisi

    Dari Ladang Pintubesi ke Brankas Koperasi

    Kumpulan Puisi karya kolaborasi seorang petani dan karyawan koperasi.

    Petani dan karyawan koperasi bergelut dengan pekerjaan harian riil.

    Read More
  • Teologi

    Mewujudkan Keadilan & Kesetaraan Gender

    Mewujudkan Keadilan & Kesetaraan Gender dari Perspektif Gereja

    Laki-laki dan perempuan diciptakan secitra dengan Allah dan memiliki martabat yang sama.

    Read More

Matahari di Ujung Jalan

Matahari di Ujung Jalan

Spesifikasi

Kode:130001
Judul:Matahari di Ujung Jalan
Penulis:Arlan S.M.
Tahun Terbit:2018
ISBN:978-602-53059-8-6
eISBN:-
ISBN PDF:-
Tebal:98 (vii+92) halaman
Harga:Rp42.000

Deskripsi

Matahari di Ujung Jalan – Antologi Realisme Sosio-Edukasi, Potret Humaniora, dan Jeda Kontemplatif sang Pendidik

Buku "Matahari di Ujung Jalan" merupakan sebuah antologi cerita pendek solo setebal 98 halaman yang merajut realitas kehidupan harian masyarakat urban dan sub-urban secara intim dan bersahaja. Ditulis oleh Arlan S.M., M.Pd., seorang guru rumpun bahasa yang memiliki ketajaman radar sosial yang kuat, buku terbitan tahun 2018 ini menandai langkah perdana sang penulis dalam mengukuhkan kontribusinya di panggung literasi fiksi Nusantara. Menghimpun 11 cerita pendek pilihan, Arlan secara lincah menyulap pengamatan kesehariannya menjadi rangkaian narasi yang membumi, mengalir lancar, mudah dicerna, tetapi tetap memiliki kedalaman empati yang memikat batin pembaca.

Mosaik Realisme Keseharian, Sketsa Karakter Marginal, dan Pencerahan Batin:

1. Potret Sosial Bersahaja dan Simfoni Kehidupan Akar Rumput:
Poros kekuatan naratif dari antologi ini digerakkan oleh kepiawaian Arlan dalam memotret dinamika kehidupan masyarakat marginal secara apa adanya tanpa kepalsuan. Melalui cerpen utama bertajuk "Matahari di Ujung Jalan", bersanding selaras dengan judul-judul humanis lainnya seperti "Bibi Penjual Cendol", "Nenek Brondol", dan "Wak Tawok", penulis tidak sekadar menyajikan hiburan fiksi yang kering. Ia secara sportif memaparkan perjuangan hidup, ketangguhan mental, dan keikhlasan kaum kecil dalam menjemput rezeki harian. Judul-judul ini menawarkan sebuah pencerahan harian yang sejuk bahwa di balik kesederhanaan status sosial, selalu ada mutiara kebijaksanaan moral yang berharga untuk dipetik oleh pembaca.

2. Elegi Rasa, Dialektika Melankolia, dan Kehangatan Ruang Domestik:
Daya pikat lain dari buku ini terletak pada kemampuannya menyentuh wilayah emosional terdalam melalui narasi yang sarat akan empati dan kasih sayang. Cerpen-cerpen seperti "Senyum Terakhir Bu Sumini", "Kesedihan Bu Rukmini", "Rinai Senja di Mata Heni", serta "Gerimis di Awal Malam" merekam dengan jeli bagaimana konflik batin, kehilangan, dan kesunyian harian dapat melanda ruang domestik manusia. Namun, Arlan tidak membiarkan pembacanya larut dalam keputusasaan. Lewat cerpen "Pelangi Setelah Hujan", penulis mengabarkan pencerahan batin bahwa setiap badai ujian dan kesedihan hidup pada akhirnya akan bermuara pada harapan baru yang indah.

3. Manifestasi Spirit Literasi dan Penguatan Karakter Bangsa:
Lahir dari rahim daya kreasi seorang Juara II Guru SMA Berprestasi Tingkat Provinsi Bengkulu dan finalis Olimpiade Guru Nasional (OGN), buku ini membawa misi edukasi moral yang sangat kental melalui formula bahasa yang ringan. Pengalaman berharga Arlan saat bertukar ide dengan guru-guru hebat di seluruh penjuru Indonesia memantapkan langkahnya untuk menggunakan sastra sebagai media katarsis sekaligus sarana edukasi karakter. Rangkaian cerita seperti "Laki-Laki yang Suka Berbisik" dan "Sebelum Kado" membuktikan bahwa seorang pendidik mampu memanfaatkan fiksi untuk menginterogasi moralitas zaman secara halus tanpa terkesan menceramahi pembaca secara rigid.

Kesimpulan: Karya Perdana yang Ringan, Hangat, dan Sarat Pesan Moral
Pada akhirnya, antologi "Matahari di Ujung Jalan" berhasil membuktikan bahwa kumpulan cerita pendek yang bermutu tidak harus selalu bersandar pada plot yang rumit atau kosakata bahasa langit yang berat. Kekuatan utama dari karya perdana Arlan S.M. ini terletak pada kelancaran bertuturnya yang mengalir tanpa beban, dikemas dengan diksi harian yang ramah di telinga pembaca, tetapi tetap memiliki kedalaman makna teologis, sosial, dan kultural yang membumi.

Buku ini menjadi pilihan bacaan yang sangat menyegarkan dan hangat, memberikan ruang jeda kontemplatif yang menenangkan di sela kesibukan harian yang padat. Sangat direkomendasikan bagi sesama rekan pengajar, pengamat literasi sekolah, mahasiswa keguruan, pelajar yang sedang mengasah potensi menulis cerpen, serta seluruh pecinta fiksi Nusantara yang merindukan untaian kisah bersahaja untuk menemani waktu santai di sore hari bersama secangkir teh hangat di kala senja tiba


Daftar Isi

  • Persembahan .... v
  • Daftar Isi .... vi
  • Matahari di Ujung Jalan .... 1
  • Senyum Terakhir Bu Sumini .... 9
  • Rinai Senja di Mata Heni .... 17
  • Pelangi Setelah Hujan .... 29
  • Nenek Brondol .... 36
  • Laki-Laki yang Suka Berbisik .... 44
  • Gerimis di Awal Malam .... 52
  • Bibi Penjual Cendol .... 62
  • Wak Tawok .... 70
  • Sebelum Kado .... 79
  • Kesedihan Bu Rukmini .... 86
  • Tentang Penulis .... 90