• UMKM

    Pemberdayaan Kelompok Usaha

    Inkubasi hilirisasi pangan lokal, akselerasi branding digital, dan pembenahan administrasi finansial.

    Memetakan implementasi taktis program IbM perguruan tinggi yang sukses mentransformasi industri kreatif kuliner.

    Read More
  • 3 Alinea

    Mengenai cinta, ayah, ibu, anak, ulang tahun.

    Rajutan memori kolektif tentang perjuangan, kasih, dan keikhlasan keluarga.

    Sekilas tampak sederhana dan biasa saja, tetapi menjadi begitu bermakna dan kaya setelah terolah oleh pergulatan hidup dan refleksi bersama waktu.

    Read More
  • Eksistensi

    Puisi Rumput Kering

    Resiliensi jiwa pendidik, pelestarian budaya Jawa, dan sketsa ruang kelas.

    Membingkai ketahanan spiritualitas, nilai kultural tradisi, hingga katarsis batin perempuan lewat metafora alam yang membumi.

    Read More
  • Senja

    Senja di Bukit Cinta

    Elegi lara, refleksi bencana nasional, dan geguritan tradisi Jawa.

    Merajut katarsis emosional atas duka kehidupan, kepasrahan batin, hingga pelestarian sastra kultural yang membumi.

    Read More

Balada Angka-Angka

Balada Angka-Angka, Kumpulan Puisi

Spesifikasi

Kode: 120061
Judul: Balada Angka-Angka, Kumpulan Puisi
Penulis: Agus Supriyanto
Tahun Terbit: 2023
ISBN: 978-623-7421-65-8
eISBN: 978-623-7421-66-5
ISBN PDF: -
Tebal: 104 (x+94) halaman
Harga: Rp50.000

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku !

Deskripsi

Balada Angka-Angka – Mengeja Sisi Kemanusiaan di Antara Logika dan Rasa

Buku "Balada Angka-Angka: Kumpulan Puisi" merupakan karya sastra setebal 93 halaman yang menjadi ruang bermain sekaligus ruang renung bagi seorang Agus Supriyanto. Melalui media kata, frasa, dan kalimat yang dirangkai secara subjektif, penulis menggunakan literasi sebagai kacamata untuk melihat dunia. Judul buku ini seolah menyiratkan sebuah ironi: di tengah dunia modern yang serba terukur, kaku, dan dihitung berdasarkan angka-angka (seperti usia, statistik, materi, atau status), selalu ada "balada"—sebuah kisah kemanusiaan, emosi, dan dinamika rasa yang tidak akan pernah bisa diukur secara matematika.

Eksplorasi Dunia Reflektif, Kritik Sosial, dan Dialog dengan Diri Sendiri:

Dinamika Sosial dan Keprihatinan Kemanusiaan:
Agus Supriyanto dikenal memiliki kepekaan radar yang tajam terhadap lingkungan sekitarnya. Hal ini ia tuangkan secara deskriptif lewat puisi-puisi seperti "Bergelut Dalam Kemiskinan", "Timpang", "Tanah Bongkaran", hingga isu lingkungan yang sangat dekat dengan keseharian kita dalam "Namaku Plastik". Penulis mengajak pembaca melihat realitas sosial secara sportif dan apa adanya, tanpa ditutup-tutupi, menantang kita untuk peduli pada nasib sesama yang kerap tersisih di pinggiran zaman.

Paradoks Manusia Modern dan Psikologi Diri:
Daya tarik utama dari antologi ini adalah keberanian penulis untuk membedah psikologi manusia modern yang penuh kontradiksi. Lewat bait-bait kreatif seperti "Aku (Freud)", "Bersama Menyendiri", "Menjadi dan Memiliki", serta "Split Status dan Peran", Agus memotret manusia yang sering kali terjebak dalam kepalsuan dunia luar. Ada kecemasan yang mendekap, ada kemarahan yang meletup, dan ada topeng ego yang tebal. Namun, semua itu dihadapi penulis dengan cara yang cerdas, salah satunya melalui konsep "Homo Ludens" (manusia yang bermain), mengingatkan kita agar tidak menjadi terlalu kaku atau stres dalam menjalani drama kehidupan di atas "Panggung" dunia.

Kekuatan Kata dan Jalan Pulang Menuju Kebijaksanaan:
Di tengah riuhnya kritik, buku ini tetap menyediakan ruang teduh untuk menata kembali batin. Puisi seperti "Kekuatan Kata", "Aroma Kata", dan "Memungut Kata-Kata" memperlihatkan kesadaran penulis bahwa bahasa adalah alat pemulih yang ampuh. Melalui konsep tindakan koreksi persaudaraan dalam "Corectio Fraterna" serta ajakan untuk "Hadapilah dengan Senyum", penulis menawarkan jalan keluar yang bijak: bahwa komunikasi yang jujur, rendah hati, dan saling menghargai adalah kunci utama untuk merajut kembali asa di tengah perbedaan.

Kesimpulan: Menemukan Makna di Sela Kebisingan Dunia
Puncak dari antologi "Balada Angka-Angka" adalah sebuah pembuktian bahwa puisi adalah jangkar yang menjaga kita agar tetap menjadi manusia yang utuh. Agus Supriyanto berhasil menunjukkan bahwa refleksi tidak harus lahir dari pemikiran filsafat yang melangit dan rumit, melainkan dari keberanian kita untuk jujur mengamati hal-hal sederhana—bahkan hal absurd sekalipun—yang terjadi sehari-hari.

Buku ini menjadi pilihan bacaan yang sangat ringan, mengalir, namun meninggalkan kesan mendalam setelah dibaca. Kumpulan puisi ini sangat cocok dinikmati oleh para penikmat sastra, pelajar, maupun masyarakat umum yang ingin sejenak rehat dari rutinitas harian, duduk santai, dan mengeja kembali arti kehidupan dengan hati yang lebih lapang.

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku !

Daftar Isi

  • Kata Pengantar .... v
  • Daftar Isi .... vii
  • Kosong .... 1
  • Pelayan .... 2
  • Halaman Depan dan Halaman Belakang .... 4
  • Persatuan dalam Perbedaan .... 6
  • Ikatan Nisbi -Lepas .... 7
  • Inilah Saatnya .... 8
  • Balada Angka-Angka .... 10
  • Perasaan .... 12
  • Belajar .... 13
  • Karya .... 14
  • Kecemasan yang Mendekap .... 16
  • Manusia .... 17
  • Bergelut Dalam Kemiskinan .... 18
  • Tangis Tawa .... 20
  • Merangkai Imaji dalam Fiksi .... 21
  • Nirwana .... 22
  • Pemantik .... 24
  • Namaku Plastik .... 26
  • Orang Pilihan .... 28
  • Di Manakah Cinta? .... 30
  • Goda dan Godaan .... 31
  • Hewan Peliharaan .... 32
  • Repetisi .... 34
  • Merajut Asa dalam Perbedaan .... 36
  • Aku (Freud) .... 37
  • Bersama menyendiri .... 40
  • Menjadi dan Memiliki .... 41
  • Refleksi .... 42
  • Aroma .... 44
  • Gelombang .... 45
  • Hadapilah dengan Senyum .... 46
  • Absurditas .... 47
  • Layar .... 48
  • Baru .... 49
  • Timpang .... 50
  • Rabu Abu .... 52
  • Tanah Bongkaran .... 53
  • Kumpul .... 54
  • Corectio Fraterna .... 55
  • Pamrih? .... 56
  • Seribu wajah .... 57
  • Split status dan peran .... 58
  • Memungut Kata-Kata .... 60
  • Pecundang .... 62
  • Menara Gading .... 63
  • Maju .... 64
  • Api Kemarahan .... 65
  • Interaksi aku dan diriku .... 66
  • Kekuatan Kata .... 67
  • Aroma Kata .... 68
  • Waktunya Akan Tiba .... 69
  • Maju Mundur .... 70
  • Janji Suci .... 71
  • Musafir .... 72
  • Panggung .... 74
  • Saluran .... 75
  • Wayang .... 76
  • Wajah .... 78
  • Lisanmu .... 79
  • Bertemu, Bertamu .... 80
  • Komunikasi .... 81
  • Sumur .... 82
  • Tragedi .... 83
  • Logika Timbal Balik .... 84
  • Ketuklah ... .... 86
  • Label .... 87
  • Menang .... 88
  • Homo Ludens .... 89
  • Manusia .... 90
  • Katarak .... 91
  • Tentang Penulis .... 92

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku !