• Pandemi

    Kala yang Tak Kusangka

    Refleksi puitis kegelisahan kolektif Nusantara melewati krisis pandemi.

    Merekam dilema adaptasi sekolah daring, sketsa perjuangan sosial, dan ziarah spiritual batin dalam menghadapi ketidakpastian global.

    Read More
  • Dokumenter

    Setangkup Puisi Pandemi

    Memoar kemanusiaan, dilema pembelajaran daring, dan spiritualitas tanah Aceh.

    Antologi monumental ini mengabadikan jeritan krisis global, dedikasi pengajar, hingga keteguhan iman yang mawas diri.

    Read More
  • Macapat

    Kumpulan Tembang Macapat Padhamara

    Kumpulan tembang macapat suluh moral kehidupan modern.

    Menghadirkan keindahan pupuh tradisional Jawa sekaligus refleksi mendalam atas potret sosial, budaya, dan nasihat budi pekerti luhur.

    Read More
  • Puisi

    Puisi Reflektif Tiang Gantungan

    Sajak kontemplatif, metafora penghakiman nurani, dan kritik sosial-edukasi.

    69 puisi pendek yang padat dan paradoksial sebagai ruang jeda kontemplatif untuk menginterogasi moralitas zaman, ironi kekuasaan, serta hakikat kemanusiaan.

    Read More

Menjahit Langit

Menjahit Langit: Kumpulan Puisi

Spesifikasi

Kode: 120057
Judul: Menjahit Langit: Kumpulan Puisi
Penulis: Yerem B. Warat
Editor: Iqna Pramasatya Darmikakalki
Tahun Terbit: 2022
ISBN: 978-623-7421-53-5
Tebal: 100 (viii+92) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp50.000

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!

Deskripsi

Menjahit Langit – Catatan Jujur dari Tanah Ladang Menembus Batas Cakrawala

Buku "Menjahit Langit: Kumpulan Puisi" merupakan sebuah karya sastra setebal 100 halaman yang sangat unik dan membumi dari tangan Yerem B. Warat. Menariknya, penulis buku ini adalah seorang petani yang bermukim di Perteguhen. Kesehariannya yang bergelut dengan tanah, tanaman, dan alam terbuka tidak membatasi jemarinya untuk merajut kata. Melalui disiplin menulis yang ia lakukan hampir setiap hari—yang kerap ia bagikan di akun Facebook pribadinya—antologi ini hadir sebagai rangkuman atas 72 puisi pilihan yang lahir dari pergulatan batin, pengamatan jujur, serta kepekaan radarnya terhadap realitas kehidupan sehari-hari.

Eksplorasi Kebijaksanaan Hidup, Simbol Alam, dan Suara Sosial yang Nyaring:

Dua Sisi Refleksi: Kebijaksanaan dan Realitas Sosial:
Yerem membagi buku ini ke dalam dua tema besar yang saling melengkapi. Pada bagian "Kebijaksanaan", pembaca disuguhkan perenungan mendalam tentang esensi moral, kepemimpinan, dan kedewasaan batin. Judul utama "Menjahit Langit" sendiri seolah menjadi metafora yang sangat kuat: sebuah upaya manusiawi yang tulus, meski tampak mustahil, untuk merajut kembali harapan-harapan yang terpisah atau retak di bawah kolong langit.

Metafora Alam dan Keseharian Petani yang Sportif:
Sebagai seorang petani, Yerem secara cerdas menggunakan lingkungan sekitarnya sebagai simbol atau personifikasi yang kaya makna. Lewat judul-judul yang membumi seperti "Ranting Kecil", "Lembu", "Akar Air", "Gulma", hingga "Burung Gereja", ia tidak sedang berbicara tentang alam secara harafiah. Sebaliknya, ia sedang memotret karakter manusia, ketangguhan hidup, hingga kritik harian tentang sifat serakah dan sombong dengan gaya penyampaian yang lugas, apa adanya, dan bebas dari kesan menggurui.

Kritik Sosial yang Lincah dan Sorotan Terhadap Negara:
Pada bagian "Sosial", radar kritis Yerem bergerak lebih liar dan berani dari batas ladangnya. Ia merekam fenomena sosial-politik Indonesia dengan tajam tetapi tetap santai. Kehadiran figur pemimpin negara yang muncul berulang kali—seperti dalam puisi "Jokowi", "Keputusan Langka Jokowi", "Jaket Jokowi", hingga "Mengejar Jokowi"—menunjukkan bahwa ia adalah tipe warga negara yang aktif mengamati dinamika bangsa. Tidak hanya itu, isu-isu lokal dan harian seperti "Sarjana", "Bangkai Proyek", hingga fenomena "Masker" di masa sulit, digarap menjadi bait satir yang menggelitik sekaligus memancing senyum reflektif.

Kesimpulan: Puisi yang Lahir dari Cangkul dan Pena
Puncak dari antologi "Menjahit Langit" adalah sebuah pembuktian indah bahwa karya sastra yang bernyawa tidak harus lahir dari menara gading akademisi yang kaku. Puisi terbaik justru lahir dari mereka yang menyentuh realitas setiap hari, yang merenungi hidup di antara jeda mengolah ladang dan beristirahat di rumah.

Buku ini menjadi pilihan bacaan yang sangat ringan, mengalir, tetapi memiliki daya gigit yang kuat pada setiap baitnya. Sangat direkomendasikan bagi para pecinta puisi, masyarakat umum, serta siapa saja yang ingin menikmati kesegaran sudut pandang seorang petani-penyair dalam mengeja arti kehidupan, cinta, dan keadilan sosial dengan hati yang lapang dan bersahaja.

Daftar Isi

  • Kata Pengantar .... v
  • Daftar Isi .... vi
  • Kebijaksanaan .... 1
  • Jokowi .... 1
  • Mulut .... 2
  • Senyum .... 3
  • Seperti Babi Cinta Taik .... 4
  • Lembu .... 5
  • Bunga di Tepi Jalan .... 5
  • Singa Jantan .... 6
  • Ranting Kecil .... 7
  • Rusa dengan Luka di Belakang .... 8
  • Dacing .... 9
  • Bekal .... 10
  • Rindu Padamu .... 11
  • Menanti Engkau .... 12
  • Remora dan Hiu .... 13
  • Keputusan Langka Jokowi .... 14
  • Dilaga .... 16
  • Menghitung Jari .... 17
  • Persembahan Si Janda Miskin .... 18
  • Menulis di Kertas .... 19
  • Sembunyi .... 20
  • Jaket Jokowi .... 21
  • Aku Cuma Menulis .... 22
  • Engkau Datang .... 23
  • Niat .... 24
  • Pemimpin .... 25
  • Menjahit Langit .... 26
  • Kaca .... 29
  • Loh Baru .... 31
  • Pena .... 32
  • Bayi Nurani .... 33
  • Tukang Tendang .... 34
  • 13 Mei 2021 .... 36
  • Akar Air .... 37
  • Burung Gereja .... 38
  • Tali Waru .... 40
  • Pondok .... 41
  • Ranting Patah .... 42
  • Gunung .... 44
  • Salah Mencintaimu? .... 45
  • Derap .... 46
  • Gulma .... 48
  • Puisi .... 49
  • Leo .... 50
  • Perca .... 51
  • Keset Perca .... 52
  • Darah Anjing .... 53
  • Browny .... 54
  • Dongeng Bulan .... 56
  • Sosial .... 57
  • Pisau .... 57
  • Sayembara Listrik .... 58
  • Ke Pulau Adapandan .... 60
  • Bangku Tempel .... 62
  • Sarjana .... 63
  • Ayam Laga .... 64
  • Ia Telah Membaca .... 65
  • My Son .... 66
  • Doa Infak .... 68
  • Jeritan Bangkai .... 70
  • Undangan Mayat .... 72
  • Huruf .... 74
  • Jalan .... 76
  • Mengejar Jokowi .... 77
  • Ketika Kami Diam .... 78
  • Harimau .... 79
  • Rebutan .... 80
  • Mana Sandalmu? .... 81
  • Kingkong .... 82
  • Bangkai Proyek .... 84
  • Wisata Bangkai .... 85
  • Wisata Bahari .... 87
  • Anjing kurus .... 88
  • Masker .... 90
  • Tentang Penulis .... 92

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!