Melajulah Perahuku
|
Spesifikasi
|
Deskripsi
Melajulah Perahuku – Riak Doa dan Harapan dari Balik Bangku Sekolah
Buku berjudul "Melajulah Perahuku" adalah sebuah karya sastra yang lahir dari kemurnian hati anak-anak SD Kanisius Kanutan. Buku setebal 68 halaman ini merupakan kumpulan puisi kolektif yang disusun oleh puluhan siswa dengan bimbingan penuh kasih dari kepala sekolah dan para guru. Di bawah naungan semangat Santo Petrus Kanisius, buku ini hadir sebagai bukti bahwa di tengah padatnya aktivitas belajar, dengan pertolongan Tuhan, kreativitas dan spiritualitas tetap dapat tumbuh dan membuahkan hasil yang indah.
Puisi-puisi dalam buku ini bukan sekadar susunan kata, melainkan refleksi jujur anak-anak dalam mensyukuri karya Allah melalui keseharian mereka. Melalui bait-bait yang sederhana namun mendalam, pembaca diajak untuk melihat dunia dari perspektif seorang anak yang sedang mengalami sentuhan kasih dan penanaman nilai-nilai karakter yang kuat.
Eksplorasi Tema dan Kebeningan Rasa:
Aku dan Sekolahku (Identitas dan Kebanggaan):
Dalam bagian ini, siswa seperti Gregorius Dimas dan Naysila Riski mengekspresikan rasa bangga mereka sebagai "Anak Kanisius". Sekolah tidak hanya dilihat sebagai gedung tempat belajar, tetapi sebagai "Sahabat" dan tempat mereka ditempa untuk menjadi pribadi yang hebat. Puisi bertajuk "Santo Petrus Kanisius" menunjukkan bagaimana nilai-nilai keteladanan santo pelindung telah meresap ke dalam imajinasi dan semangat belajar mereka.
Aku dan Lingkunganku (Koneksi dan Syukur):
Anak-anak menunjukkan kepekaan yang luar biasa terhadap sekitarnya. Dari kegembiraan merawat "Ikan Cupang" milik Lionel Lalo hingga penghormatan mendalam kepada sosok ayah dan ibu, bagian ini memotret hubungan timbal balik antara anak dengan alam dan orang-orang terkasih. Guru digambarkan sebagai "Pelita" dan "Sumber Ilmu", mencerminkan rasa hormat yang tulus atas bimbingan yang mereka terima.
Aku di Masa Pandemi (Resiliensi dan Pengharapan):
Ditulis dalam situasi global yang menantang, tema ini menangkap kerinduan kolektif anak-anak untuk kembali belajar bersama teman-teman di sekolah. Puisi-puisi seperti "Pergilah Corona" dan "Kami Rindu" menjadi doa-doa kecil yang mengharukan, menunjukkan sisi resiliensi anak-anak dalam menghadapi ketidakpastian dengan tetap memelihara harapan.
Kesimpulan: Spiritualitas Kanisian sebagai Kompas Misi Hidup
Puncak dari buku "Melajulah Perahuku" adalah penemuan misi hidup sebagai wujud spiritualitas yang dipeluk sejak dini. Melalui kegiatan menulis puisi, para siswa dilatih untuk jujur terhadap diri sendiri, sportif, dan senantiasa memiliki semangat untuk mengasihi. Mereka tidak hanya belajar merangkai rima, tetapi belajar mengejawantahkan spiritualitas Santo Petrus Kanisius dalam tindakan nyata: yaitu menghargai setiap detik waktu sebagai kesempatan untuk melayani Tuhan.
Spiritualitas dalam buku ini ditemukan dalam kemampuan anak-anak untuk bersyukur di segala situasi. Para guru dan orang tua diajak untuk memahami bahwa misi pendidikan sejati bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan, melainkan pembentukan karakter kreatif yang memampukan anak menemukan jati diri mereka sebagai citra Allah.
Buku ini menjadi inspirasi yang tak kunjung henti bagi masyarakat luas tentang bagaimana literasi dapat digunakan sebagai alat pembentukan jiwa. Dengan membiarkan "perahu" kreativitas anak-anak ini melaju, kita sedang mendukung sebuah generasi untuk berlayar menuju masa depan dengan kompas iman, kecerdasan, dan kasih yang tulus. Sebuah karya yang hangat, jujur, dan sangat menguatkan bagi siapa saja yang peduli pada dunia pendidikan.
Daftar Isi
- Sambutan Kepala Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta ~ Nur Sukapti .... v
- Kata Pengantar dari Kepala Sekolah ~ R.N.D Krisnawati, S.S. .... vii
- Daftar Isi .... ix
- Aku dan Sekolahku .... 1
- Bangga pada Sekolah ~ Gregorius Dimas Yasmintara .... 2
- Sekolah Kanisius Tercinta ~ Naysila Riski Istriyanti .... 3
- Aku Bangga Jadi Anak Kanisius ~ Yoseph Anugerah Agung Nuralam .... 4
- Teladan Kami ~ Veronika Seritoitet Karmisa .... 5
- Santo Petrus Kanisius ~ Gabriel Bintang Aditama .... 6
- Sekolahku ~ Gabriela Kenyoarum Gilangharjo .... 7
- Sekolahku Kucinta ~ Carissa Indah Nathania .... 8
- Sekolahku Selalu di Hatiku ~ Alfonsus Adriva Putra Kristian .... 9
- Aku Bangga Padamu ~ Gerardus Brian Pratama .... 10
- Aku Anak Kanisius ~ Dionicia Kalista Anggraeni .... 11
- Anak Kanisius Hebat ~ Fransiska Lenny Triningtyas .... 12
- Sekolah Sahabatku ~ Pascha Mariana .... 13
- Semangat Anak Kanisius ~ Yohana Ririn Lestari .... 14
- Sekolah Kebanggaanku ~ Stefanie Nindya Christy .... 15
- Sekolah Pilihanku ~ Dominicus Ekalavya Calvin Wijaya .... 16
- Kanisius Sekolah Terbaikku ~ Octavianus Argy Artanto .... 17
- Kanisius Tercinta ~ Jouvani Jiwo Pambudhi .... 18
- Aku Suka ~ Rafael Yama Alfianto .... 19
- Semangatku ~ Felicitas Callysta Maharani .... 20
- Sekolahku Akan Kukenang Selalu ~ Mikhael Ardi Wibawa Yahusuta .... 21
- Aku Ditempa ~ Theresia Shinta Bella .... 22
- Semangat Belajar Demi Masa Depan ~ Antonius Joni Kurniawan .... 23
- Semangat Anak Kanisius ~ Mary Louise Devika Hamasadenta .... 24
- Kanisius Sekolahku ~ Everest Wira Pragata .... 25
- Sekolahku ~ Roswita Renita Putri .... 26
- Sekolahku Semangatku ~ Yosua Imanuel Loloangin .... 27
- Sekolahku ~ Marcelinus Adrian Jova Mahardika .... 28
- Sekolahku Kukenang Selalu ~ Marie Louis Dwi Anjani .... 29
- Kenangan di Sekolah ~ Maria Nathaniela Lalita Ariadenta .... 30
- Kelasku ~ Kristi Kiara Widhiastuti .... 31
- Terima Kasih Kanisius ~ Eleonora Aurel Radya Natanaela .... 32
- Aku dan Lingkunganku .... 33
- Bunga di Taman ~ Rehin Setya Rahardian .... 34
- Tamanku ~ Fransisca Vicka Natalia .... 35
- Ayam Pakoyku ~ Nikolaus Rossi .... 36
- Ikan Cupang ~ Lionel Lalo .... 37
- Kebanggaanku ~ Isidorus Diren Putra Budi Respati .... 38
- Ibu ~ Brigita Lustin Jeniten Ernesia .... 39
- Ayah ~ Inigo Lopes Erlangga Putra .... 40
- Guruku Hebat ~ Mateus Haryo Widyawan .... 41
- Tanah Airku ~ Gergorius Herly Pranjadingraat .... 42
- Indonesia Tercinta ~ Stefanus Tyan Wardani .... 43
- Buku ~ Gregorius Lalang Rahardian .... 44
- Untuk Ayah ~ Asmita Sophiana Sakarebau .... 45
- Buku Sumber Ilmu ~ Yohanes Kalvin Harryanto .... 46
- Guruku ~ Octavianus Puspo Saputra .... 47
- Guruku Pelitaku ~ Elisabet Ajeng Cesapuspita .... 48
- Aku di Masa Pandemi .... 49
- Kami Rindu ~ Martha Yuniar Purwaningrum Trisnayani .... 50
- Harapanku ~ Devin Kenjiro Rambe .... 51
- Wabah Covid-19 ~ Benedicta Gendhis Renggani Pulungati .... 52
- Virus Corona ~ Yustinus Awang Jati Prasetya .... 53
- Pergilah Corona ~ Christophorus Mahesa Bumi .... 54
- Bersama Lawan Corona ~ Mario Bernad Oscar Putra .... 55
- April dan Corona ~ Michele Angelica Trihatma .... 56
- Pandemi ~ Eduardus Erigio .... 57
- Saatnya Nant ~ Laurentius Mauritio Crisonja .... 58