• Antologi Puisi Terpaan

    Katarsis

    Antologi Puisi Terpaan

    Eksperimen struktur puisi cinquain dan potret ketangguhan menghadapi krisis.

    Ditulis oleh 11 pendidik, merajut keunikan puisi lima baris Barat, satire sosial urban, hingga empati kaum marginal.

    Read More
  • Peningkatan Kompetensi Guru

    Manajerial

    Peningkatan Kompetensi Guru

    Formula tutor sebaya, strategi psikologis PMA, panduan taktis diseminasi karya ilmiah.

    Meramu cetak biru manajerial kepala sekolah untuk mengikis hambatan menulis lewat ekosistem pembimbingan egaliter yang berbasis data empiris.

    Read More
  • Refleksi Kemajuan Sains yang Berdampak Ekologis

    Ekoteologi

    Refleksi Kemajuan Sains yang Berdampak Ekologis

    Studi integrasi sains modern, iman, dan krisis lingkungan.

    Bayu Risanto membedah pemikiran Teilhard de Chardin & Robert Spitzer untuk merekonsiliasi kemajuan teknologi dengan tanggung jawab merawat bumi.

    Read More
  • Sejarah Rumah Formasi Kolsani

    Formasi

    Sejarah Rumah Formasi Kolsani

    Refleksi historis perkembangan intelektual dan spiritualitas Kolsani.

    Mengupas tuntas transformasi Kolese Santo Ignatius sebagai laboratorium spiritual calon imam dan pusat pemikiran teologi di Indonesia.

    Read More

Taman Rasa

Taman Rasa: Kumpulan Puisi

Spesifikasi

Kode: 120050
Judul: Taman Rasa: Kumpulan Puisi
Penulis: Lorentina
Tahun Terbit: 2021
ISBN: 978-623-7421-38-2
Tebal: 100 (xii+88) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40.000

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!

Deskripsi

Taman Rasa – Mengabadikan Luapan Emosi dan Ziarah Batin dalam Lembaran Kata

Buku "Taman Rasa: Kumpulan Puisi" merupakan sebuah karya sastra tunggal setebal 100 halaman hasil buah pikiran kreatif Lorentina. Bagi penulis, puisi adalah sebuah jembatan murni yang menghubungkan pengalaman batin dengan realitas dunia luar. Setiap peristiwa harian yang menyentuh radarnya akan melahirkan persepsi, lalu persepsi tersebut berkembang menjadi letupan rasa yang menuntut ruang ekspresi. Proses kreatif ini bertindak sebagai media katarsis; ruang tempat luapan energi emosional tumpah ruah secara jujur, sebelum akhirnya jiwa penulis kembali menemukan titik keseimbangan dan kepuasan batin yang utuh.

Menyelami Mosaik Kehidupan Lewat Tujuh Ruang Jiwa:

Awalnya, bait-bait indah dalam buku ini hanya bertebaran sebagai status di media sosial, menjadi konsumsi publik yang riuh dengan berbagai komentar. Melalui kolaborasi berharga bersama Komunitas Guru Menulis, Lorentina berhasil menyelamatkan 85 puisi pilihan tersebut ke dalam sebuah pelukan buku yang abadi. Penulis secara cerdas mengelompokkan karya-karyanya ke dalam tujuh tema besar yang kaya warna:

1. Indonesia Kaya & Cerita Rasa:
Pada bagian ini, Lorentina menunjukkan kepekaan sosialnya yang sangat tajam sekaligus sportif. Ia memotret realitas akar rumput secara apa adanya lewat puisi seperti "Pengamen Binong", "Ibu Guru Rapat Lagi", hingga kritik harian dalam "Membunuh Idealisme". Ketajaman sosial tersebut kemudian melunak menjadi untaian romansa yang manis dan kasmaran dalam bagian Cerita Rasa, seperti yang tertuang dalam elegi puitis "Kopimu" dan "Rembulan di Sudut Hati".

2. Loves Around Me & Sajadah Panjang:
Ikatan emosional domestik yang hangat dihadirkan penulis sebagai bentuk dedikasi kepada orang-orang terkasih di sekitarnya. Sentuhan personal ini terasa sangat intim sebelum akhirnya pembaca diajak memasuki ruang kontemplasi spiritual yang teduh dalam Sajadah Panjang. Melalui bait-bait reflektif seperti "Minal Mahdi Ilal Lahdi", "Pertemuan di Sepertiga Malam", dan "Yaa Muqollibal Quluub", penulis menawarkan jalan pulang yang sunyi untuk mengikis keserakahan ego manusia.

3. Warna-Warni, Catatan Hari, & Simfoni Alam:
Buku ini juga merekam jejak kultural harian yang sangat ikonik, seperti suasana sore di "Braga" dan "Antapani", hingga memori kolektif saat bumi merintih menghadapi pandemi global. Keindahan antologi ini disempurnakan oleh bagian Catatan Hari dan Simfoni Alam yang mengajak pembaca untuk sejenak rehat, melambat bersama alam, dan menikmati rahasia senja yang menenangkan jiwa.

Kesimpulan: Sebuah Undangan Menata Kembali Keseimbangan Hati
Pada akhirnya, "Taman Rasa" bukan sekadar kumpulan kata yang berima, melainkan sebuah undangan terbuka bagi pembaca untuk ikut merasakan ziarah batin sang penulis. Lorentina berhasil membuktikan bahwa emosi yang jujur dan membumi bisa diolah menjadi karya sastra yang indah tanpa harus terjebak dalam bahasa langit yang rumit.

Buku ini menjadi pilihan bacaan yang sangat ringan, mengalir, sekaligus memberikan kehangatan bagi siapa saja yang sedang mencari ruang jeda. Kumpulan puisi ini sangat cocok dinikmati di sudut ruangan yang tenang, menemani siapa saja yang ingin menyembuhkan luka harian dan kembali memeluk diri sendiri dengan hati yang lapang.

Daftar Isi

  • Kata Pengantar .... v
  • Daftar Isi .... ix
  • Indonesia Kaya .... 1
  • Merdeka .... 1
  • Demo .... 2
  • Pengamen Binong .... 3
  • Sore Kami .... 4
  • Tirai Jendela Bu Mira .... 5
  • Ibu Guru Rapat Lagi .... 7
  • Kopi Pahit Perbudakan .... 8
  • Membunuh Idealisme .... 9
  • Penjilat .... 10
  • Alice In The Wonderland .... 11
  • Mudik .... 12
  • Ibu, Aku Lapar .... 13
  • Memandang Bulan .... 14
  • Cerita Rasa .... 15
  • Terjaga .... 15
  • Breakfast .... 16
  • Hanya Kamu .... 17
  • Kopimu .... 18
  • Cemburu .... 19
  • Gelas Kita .... 20
  • Aphelion .... 21
  • Silent .... 22
  • Bintang Jatuh .... 23
  • Lepaskan .... 24
  • Rembulan di Sudut Hati .... 25
  • Sebuah Pagi dari Balik Tirai Putih .... 26
  • Jatuhlah di Hatiku .... 27
  • Menunggu .... 28
  • Hadirmu .... 29
  • Kisah Kemarau .... 30
  • Kamu Akan Datang .... 31
  • Tersesat .... 32
  • Literasi .... 33
  • Loves Around Me .... 34
  • Belahan Jiwa .... 34
  • Untuk Rio .... 35
  • Rindu .... 36
  • Kupinta Doamu .... 37
  • Anak-Anakku .... 39
  • Sajadah Panjang .... 40
  • Serakah .... 40
  • Sa’i .... 41
  • Minal Mahdi Ilal Lahdi .... 42
  • Istigfar .... 43
  • Bekalmu apa? .... 44
  • Sampai Jumpa .... 45
  • Robighfirli .... 46
  • Pengakuan .... 47
  • Usia .... 48
  • Panggilan .... 49
  • An Nuur .... 50
  • Yaa Muqollibal Quluub .... 51
  • Salaamun ‘Alaika .... 52
  • Tirai Kalbu .... 53
  • Perjalanan .... 54
  • Mentari .... 55
  • Al Ashr .... 56
  • Lailatul Qadr .... 57
  • Bening .... 58
  • Pertemuan di Sepertiga Malam .... 59
  • Warna Warni .... 60
  • Nol Kilometer .... 60
  • Bersolek .... 61
  • Braga .... 62
  • Melepasmu (untuk anak didik tercinta) .... 63
  • Pesta Panen .... 64
  • Berita dari Negeri Para Pemberani .... 65
  • Toast .... 66
  • Sore di Antapani .... 67
  • Rintihan Bumi Saat Pandemi .... 68
  • Virus .... 69
  • Wabah .... 70
  • Catatan Hari .... 71
  • Pagiku .... 71
  • Pagi di Jayagiri .... 72
  • Rahasia Senja .... 73
  • Kehilangan .... 74
  • Pelangi Senja .... 75
  • Terlupakan .... 76
  • Malamku .... 77
  • Purnama .... 78
  • Hadiah Untuk Malam .... 79
  • Rehat .... 80
  • Waktunya Pulang .... 81
  • Simfoni Alam .... 82
  • Rela .... 82
  • Setia .... 83
  • Terperangkap Kisah Purba .... 84
  • Jejak .... 85
  • Wangi Alam .... 86
  • Cinta Palsu .... 87
  • Tentang Penulis .... 88

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!