• Terbaru

    3 Alinea Kisah

    Kisah nyata mengenai cinta, ayah, ibu, anak, ulang tahun dalam 3 alinea.

    Sebagian besar mungkin sekilas tampak sederhana dan biasa saja, tetapi menjadi begitu bermakna dan kaya setelah terolah oleh pergulatan hidup dan refleksi bersama waktu.

    Read More
  • Novel

    Sekar Ratri: Novel Basa Jawa

    Sekar Ratri: Novel Basa Jawa karya R.N.D Krisnawati

    Pengajeng-ajeng gesang tentrem ing bebrayan, kanyata mas Sutrisno nyimpen sejarahing gesang ingkang mboten ngremenaken. Getun lan keduwung damel peperangan ing batinipun.

    Read More
  • Puisi

    Dari Ladang Pintubesi ke Brankas Koperasi

    Kumpulan Puisi karya kolaborasi seorang petani dan karyawan koperasi.

    Petani dan karyawan koperasi bergelut dengan pekerjaan harian riil.

    Read More
  • Teologi

    Mewujudkan Keadilan & Kesetaraan Gender

    Mewujudkan Keadilan & Kesetaraan Gender dari Perspektif Gereja

    Laki-laki dan perempuan diciptakan secitra dengan Allah dan memiliki martabat yang sama.

    Read More

Museum Rahasia

Museum Rahasia: Antologi Puisi Bagi Setiap Keping Hati yang Menyimpan Rasa dalam Sebentuk Rahasia

Spesifikasi

Kode:120048
Judul:Museum Rahasia: Antologi Puisi Bagi Setiap Keping Hati yang Menyimpan Rasa dalam Sebentuk Rahasia
Penulis:Lina Herlina
Tahun Terbit:2021
ISBN:978-623-7421-36-8
eISBN:-
ISBN PDF:-
Tebal:74 (xii+62) halaman
Harga:Rp40.000

Deskripsi

Museum Rahasia – Lorong Kontemplasi untuk Setiap Keping Hati yang Menyimpan Rasa

Buku "Museum Rahasia: Antologi Puisi Bagi Setiap Keping Hati yang Menyimpan Rasa dalam Sebentuk Rahasia" merupakan sebuah karya sastra tunggal setebal 74 halaman hasil kurasi batin Lina Herlina, S.Pd. Ditulis oleh seorang pendidik, antologi ini bertindak layaknya sebuah bangunan sunyi tempat menyimpan kenangan, sebuah museum imajiner yang mengabadikan berbagai letupan emosi manusia. Berawal dari catatan harian yang lahir pada hari-hari resah, penulis secara sportif membagikan curahan hatinya melalui dinding media sosial, sebelum akhirnya membukukannya menjadi sebuah hidangan istimewa yang penuh dengan aroma kehidupan—mulai dari sedih, bahagia, suka, duka, pesona, hingga kehangatan cinta.

Menjelajahi Lima Ruang Jiwa: Pluviophile, Rindu, dan Penerimaan Takdir:

Penulis secara cerdas membagi antologi ini ke dalam lima kompartemen atau "Ruang" puitis yang menuntun pembaca menyusuri labirin rasa secara perlahan:

1. Ruang Satu & Dua: Simfoni Hujan dan Air Mata
Bagi Lina Herlina, hujan bukan sekadar fenomena alam biasa, melainkan sebuah media katarsis yang sangat personal. Elemen air ini mendominasi bagian awal buku melalui bait-bait seperti "Hujan dan Sepotong Kenangan", "Menerjemahkan Hujan", hingga "Hujan Tak Bersalah". Penulis memotret bagaimana rintik gerimis mampu melunakkan ego manusia, menghidupkan kembali catatan tentang kemarin, sekaligus menyamarkan air mata kesedihan menjadi untaian "Setitik Asa" yang menenangkan di kala pagi tiba.

2. Ruang Tiga & Empat: Labirin Rindu dan Keberanian Membaca Takdir
Melangkah ke ruang berikutnya, pembaca akan diajak menyelami dinamika romansa dan elegi penantian yang digarap secara bersahaja. Lewat puisi "Segores Luka di Atas Sekeping Hati" dan "Rindu Tersamar Kabut", penulis melukiskan sisi rapuh manusia saat dihadapkan pada jarak dan perbedaan. Sisi kedewasaan batin mulai muncul pada Ruang Empat, ketika diksi-diksi melunak menuju fase kepasrahan yang tertuang dalam puisi "Aku Menerimamu" serta "Membaca Takdir". Penulis mengajak kita melihat bahwa menyimpan rahasia adalah bentuk ketangguhan diri dalam menghargai proses kehidupan.

3. Ruang Lima: Jalan Pulang Menuju Kedamaian Diri
Sebagai penutup ziarah puitisnya, bagian akhir buku ini menyajikan refleksi yang sangat matang tentang penerimaan diri. Melalui puisi "Rekayasa Diri", "Perangkap Kesedihan", hingga bermuara pada bait "Pulang", Lina Herlina menawarkan sebuah pencerahan harian. Ia mengingatkan pembaca agar tidak berlama-lama terjebak dalam pusaran duka, melainkan berani melangkah keluar, melepaskan beban yang luruh, dan menemukan kembali keseimbangan jiwa yang utuh.

Kesimpulan: Tempat Teduh untuk Merawat Kepekaan Rasa
Pada akhirnya, antologi "Museum Rahasia" berhasil membuktikan bahwa keindahan sebuah puisi tidak harus selalu menggunakan bahasa langit yang rumit dan menjulang tinggi. Kejujuran penulis dalam memotret momen-momen sederhana di sekitar kita justru membuat setiap bait di dalam buku ini terasa sangat hidup dan mengalir lancar.

Buku ini menjadi pilihan bacaan yang sangat ringan, menyegarkan, sekaligus kaya akan sentuhan humaniora. Kumpulan puisi ini sangat cocok dinikmati di sudut ruangan yang tenang saat gerimis mulai turun, menawarkan kehangatan bagi siapa saja yang sedang mencari ruang jeda untuk berdamai dengan rahasia di dalam hatinya sendiri.


Daftar Isi

  • Salam Pembuka dengan Segenap Bahagia .... vii
  • Penghuni Tetap Museum Rahasia .... ix
  • Ruang Satu .... 1
  • Tetap di Sini .... 1
  • Gerimis .... 2
  • Hujan dan Sepotong Kenangan .... 3
  • Bercerita Kepada Hujan .... 4
  • Biarkan Bersinar .... 5
  • Senandung Sendu Sang Hujan .... 6
  • Ketika Hujan Memberi .... 7
  • Hujan Selalu Kutunggu .... 8
  • Menerjemahkan Hujan .... 9
  • Hati yang Hilang dan Pergi .... 10
  • Hujan Menyimpan Cerita .... 11
  • Ruang Dua .... 12
  • Sepi .... 12
  • Hujan dan Air Mata .... 13
  • Jejak .... 14
  • Catatan Tentang Kemarin .... 15
  • Hujan Aku Menunggumu .... 16
  • Mengabadikanmu .... 17
  • Sang Rindu .... 18
  • Hening .... 19
  • Senja .... 20
  • Pagi .... 21
  • Serpihan Hujan .... 22
  • Setitik Asa .... 23
  • Kabut dan Jejak Air Mata .... 24
  • Ruang Tiga .... 25
  • Wahai Rindu .... 25
  • Cara Bertahan .... 26
  • Masih Ada Hati .... 27
  • Tentang Perbedaan .... 28
  • Jangan Beranjak .... 29
  • Senyuman Tersembunyi .... 30
  • Tak Ingin Rindu .... 31
  • Segores Luka di Atas Sekeping Hati .... 32
  • Sejenak Terhenti .... 33
  • Rindu Tersamar Kabut .... 34
  • Lukisan Rasa .... 35
  • Ruang Empat .... 36
  • Aku Menerimamu .... 36
  • Memilah .... 37
  • Menunggu Satu Bintang .... 38
  • Melayang .... 39
  • Kau Adalah Bunga .... 40
  • Musim .... 41
  • Membaca Takdir .... 42
  • Seribu Puisi .... 43
  • Museum Rahasia .... 44
  • Bertukar Takdir .... 45
  • Detik-Detik Masih Berdetak .... 46
  • Ruang Lima .... 47
  • Catatan Abadi .... 47
  • Sisi Hati .... 48
  • Rekayasa Diri .... 49
  • Perangkap Kesedihan .... 50
  • Wajah Pagi .... 51
  • Biarkan .... 52
  • Masa yang Tepat .... 53
  • Hujan Tak Bersalah .... 55
  • Jarak dan Rasa .... 56
  • Luruh .... 57
  • Jatuh Kembali .... 58
  • Pulang .... 59
  • Lina Herlina, S.Pd. .... 60