• Terbaru

    3 Alinea Kisah

    Kisah nyata mengenai cinta, ayah, ibu, anak, ulang tahun dalam 3 alinea.

    Sebagian besar mungkin sekilas tampak sederhana dan biasa saja, tetapi menjadi begitu bermakna dan kaya setelah terolah oleh pergulatan hidup dan refleksi bersama waktu.

    Read More
  • Novel

    Sekar Ratri: Novel Basa Jawa

    Sekar Ratri: Novel Basa Jawa karya R.N.D Krisnawati

    Pengajeng-ajeng gesang tentrem ing bebrayan, kanyata mas Sutrisno nyimpen sejarahing gesang ingkang mboten ngremenaken. Getun lan keduwung damel peperangan ing batinipun.

    Read More
  • Puisi

    Dari Ladang Pintubesi ke Brankas Koperasi

    Kumpulan Puisi karya kolaborasi seorang petani dan karyawan koperasi.

    Petani dan karyawan koperasi bergelut dengan pekerjaan harian riil.

    Read More
  • Teologi

    Mewujudkan Keadilan & Kesetaraan Gender

    Mewujudkan Keadilan & Kesetaraan Gender dari Perspektif Gereja

    Laki-laki dan perempuan diciptakan secitra dengan Allah dan memiliki martabat yang sama.

    Read More

Corona dalam Untaian Sonian

Corona dalam Untaian Sonian

Spesifikasi

Kode:120043
Judul:Corona dalam Untaian Sonian
Penulis:Zaenab
Tahun Terbit:2020
ISBN:978-623-7421-27-6
eISBN:-
ISBN PDF:-
Tebal:64 (viii+56) halaman
Harga:Rp40.000

Deskripsi

Corona dalam Untaian Sonian – Rekaman Jiwa, Adaptasi Digital, dan Sisi Humanis Seorang Guru Kimia

Buku "Corona dalam Untaian Sonian" merupakan sebuah antologi puisi tunggal setebal 64 halaman yang menyajikan keunikan tersendiri dalam khazanah sastra modern Indonesia. Ditulis oleh Dra. Hj. Zaenab, M.Si., seorang guru mata pelajaran Kimia di SMK Negeri 4 Gowa, Sulawesi Selatan, buku ini merangkum 60 puisi bergaya sonian. Format sonian—sebuah bentuk puisi baru khas Nusantara yang mengikat bait-baitnya dalam aturan jumlah suku kata tertentu—menjadi media katarsis yang sangat pas bagi penulis untuk mengabadikan untaian pengalaman hidup, rutinitas harian, serta gejolak curahan hatinya saat krisis kesehatan global menguji ketangguhan bangsa.

Mosaik Adaptasi Dunia Pendidikan, Sentuhan Lokal, dan Kepasrahan Jiwa:

1. Dinamika Pendidikan Modern dan Transformasi Digital:
Sebagai seorang pendidik di garis depan, penulis secara sportif merekam kegamangan sekaligus semangat adaptasi dunia persekolahan saat ruang kelas konvensional mendadak berpindah ke ruang virtual. Melalui judul-judul puisi yang sangat akrab di telinga kita seperti "Belajar dari Rumah", "Webinar", "Online", "PPDB Online", hingga "MPLS", Dra. Hj. Zaenab memotret realitas harian guru dan murid yang harus lincah berselancar di dunia maya. Puisi-puisi ini bertindak sebagai memoar sejarah mengenai bagaimana dedikasi seorang guru tidak lantas memudar, melainkan bertransformasi menjadi energi dahsyat demi mengawal masa depan generasi bangsa.

2. Kepekaan Sosial dan Romantisme Sudut Daerah:
Radar humaniora penulis bergerak lincah keluar dari batas ruang kelas virtual untuk menangkap denyut kehidupan di sekitarnya. Kehadiran latar lokalitas yang kuat memberikan warna yang sangat manis dan personal pada antologi ini. Pembaca diajak melintasi keindahan "Malino", melewati "Jembatan Kembar", hingga menikmati kehangatan sederhana di "Lesehan Cobek-Cobek". Sisi empati sosial yang tinggi juga terpancar lewat penghormatan tulusnya kepada para tenaga medis yang tertuang dalam bait "Garda Terdepan" serta "Perawat", sebuah apresiasi harian yang lahir dari lubuk hati terdalam seorang warga negara.

3. Refleksi Spiritual dan Ruang Jeda di Sepertiga Malam:
Kekuatan utama yang membuat bait-bait sonian dalam buku ini terasa begitu sejuk adalah keteguhan spritual penulisnya. Di sela-sela rasa cemas menghadapi ketidakpastian zaman, muncul kesadaran batin untuk melambat dan berserah diri pada ketetapan Ilahi. Melalui untaian kata yang ritmis dalam "Seperempat Malam", "Sujudku", dan "Rindu Baitullah", penulis menawarkan jalan pulang yang menenangkan. Beliau mengingatkan kita bahwa di balik sunyinya suasana sekolah dan riuhnya berita duka, selalu ada ruang untuk mempertebal rasa syukur dan mengetuk pintu langit lewat doa-doa tulus yang dipanjatkan di keheningan dini hari.

Kesimpulan: Formulasi Bahasa Sastra yang Menggugah Empati
Pada akhirnya, antologi "Corona dalam Untaian Sonian" berhasil membuktikan bahwa sains dan sastra bisa berjalan beriringan dengan sangat harmonis. Seorang guru Kimia terbukti mampu merajut diksi harian yang bersahaja menjadi formula puisi sonian yang bertenaga, tanpa harus terjebak dalam penggunaan bahasa langit yang rumit.

Buku ini menjadi pilihan bacaan yang sangat ringan, menyegarkan, sekaligus kaya akan nilai-nilai kehidupan. Sangat direkomendasikan bagi sesama rekan pendidik, pelajar yang ingin mempelajari struktur puisi sonian, serta para pecinta literasi yang merindukan kisah-kisah perjuangan harian yang jujur, menyentuh hati, dan penuh dengan pesan optimisme.


Daftar Isi

  • Kata Pengantar .... v
  • Daftar Isi .... vii
  • Medio Maret .... 1
  • Kerinduan .... 2
  • Belajar dari Rumah .... 3
  • Corona .... 4
  • Garda Terdepan .... 5
  • Webinar .... 6
  • Sekolahku .... 7
  • Kapankah .... 8
  • Jagalah .... 9
  • Sepi .... 10
  • Kupu-Kupu .... 11
  • Malino .... 12
  • Guru Dahsyat Nusantara .... 13
  • Dosaku .... 14
  • Kasihku .... 15
  • Rindu Baitullah .... 16
  • Karyaku .... 17
  • Hujan .... 18
  • Sekolahku .... 19
  • Cintaku .... 20
  • Malioboro .... 21
  • Telah Pergi .... 22
  • Seperempat Malam .... 23
  • Generasiku .... 24
  • Dunia Maya .... 25
  • Lesehan Cobek-Cobek .... 26
  • Jembatan Kembar .... 27
  • Sahabat Lama .... 28
  • Teh Manis .... 29
  • E-Panrita Optima .... 30
  • Online .... 31
  • Berdoalah .... 32
  • Sujudku .... 33
  • Cerita Kita .... 34
  • Doaku .... 35
  • Putraku .... 36
  • Perwalianku .... 37
  • Kelulusan .... 38
  • Anandaku .... 39
  • Hati .... 40
  • Asa .... 41
  • Kasih .... 42
  • Kau dan Aku .... 43
  • Tak Kan Kembali .... 44
  • Dini Hari .... 45
  • Ujian Semester .... 46
  • Ketika .... 47
  • Perawat .... 48
  • PPDB Online .... 49
  • Rasa Syukur .... 50
  • Ambulance .... 51
  • Tetanggaku .... 52
  • MPLS .... 53
  • Profil Penulis .... 54