• Kumpulan Tembang Macapat Padhamara

    Macapat

    Kumpulan Tembang Macapat Padhamara

    Kumpulan tembang macapat suluh moral kehidupan modern.

    Menghadirkan keindahan pupuh tradisional Jawa sekaligus refleksi mendalam atas potret sosial, budaya, dan nasihat budi pekerti luhur.

    Read More
  • Setangkup Puisi Pandemi

    Dokumenter

    Setangkup Puisi Pandemi

    Memoar kemanusiaan, dilema pembelajaran daring, dan spiritualitas tanah Aceh.

    Antologi monumental ini mengabadikan jeritan krisis global, dedikasi pengajar, hingga keteguhan iman yang mawas diri.

    Read More
  • Puisi Reflektif Tiang Gantungan

    Puisi

    Puisi Reflektif Tiang Gantungan

    Sajak kontemplatif, metafora penghakiman nurani, dan kritik sosial-edukasi.

    69 puisi pendek yang padat dan paradoksial sebagai ruang jeda kontemplatif untuk menginterogasi moralitas zaman, ironi kekuasaan, serta hakikat kemanusiaan.

    Read More
  • Descriptive Recount Texts

    Texts

    Descriptive Recount Texts

    Antologi teks otentik interaktif, penguasaan tenses dasar.

    Meramu lebih dari 60 teks kontekstual untuk mengakselerasi pemahaman siswa SMP dalam menguasai genre deskriptif dan kronologis.

    Read More

Kala yang Tak Kusangka

Kala yang Tak Kusangka: Kumpulan Puisi Pandemi #2

Spesifikasi

Kode: 120041
Judul: Kala yang Tak Kusangka: Kumpulan Puisi Pandemi #2
Penulis: Agus Supriyanto, Ani Purwati, Catur Riyanti, Desrianti, Eti Suhayati, Evy Chrisna, Gusnawati , Hironimus Deo, Hortensia Herima, Kosmas Lawa Bagho, Lorentina, Lukas Onek Narek, Marfidah, Maria Bura, Muhamad Nursyahid, Neti Soelistyani, Pujarsono, Rita Nugroho Dwi Krisnawati, Retty Anggriany, Siti Fadilah, Sumi Arsih, Susanti Wilujeng, Tobias Nggaruaka, Tri Handayani, Yanti Aries Putri, Yanti Rosa, Yerem B. Warat
Tahun Terbit: 2020
ISBN: 978-623-7421-25-2
Tebal: 122 (viii+106) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp60.000

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!

Deskripsi

Kala yang Tak Kusangka – Monumen Refleksi, Labirin Waktu, dan Jejak Rasa Nusantara

Buku "Kala yang Tak Kusangka: Kumpulan Puisi Pandemi #2" merupakan sebuah antologi puitis setebal 122 halaman yang lahir dari akumulasi rasa dan kegelisahan kolektif. Sebagai volume kedua dari Proyek Penulisan Refleksi Corona yang digagas oleh Komunitas Guru Menulis, buku ini mengompilasi ratusan bait puisi karya 27 penulis dari berbagai pelosok daerah Nusantara. Mayoritas penulis di dalam buku ini berprofesi sebagai pendidik, berkolaborasi dengan penulis dari latar belakang pekerjaan lainnya. Tajuk utama buku ini dipilih sebagai representasi sebuah fase transisi yang berat; sebuah gambaran tentang realitas bahwa manusia dipaksa untuk terus menunggu, di kala harapan awal agar krisis segera berlalu justru membentur ketidakpastian yang panjang.

Mosaik Penantian, Kritik Keseharian, dan Ruang Damai yang Bersahaja:

1. Dilema Pendidikan dan Adaptasi Ruang Domestik:
Latar belakang para penulis sebagai pendidik memberikan kepekaan yang luar biasa dalam memotret perubahan drastis di dunia sekolah. Melalui judul-judul puisi seperti "Belajar di Rumah", "Rindu Bangku-Bangku Kosong", "Belajar dalam Jaringan", hingga diksi jenaka penuh sindiran seperti "Gaji Buta", para guru secara sportif merekam gejolak batin mereka. Penulis tidak berusaha menutupi kepenatan, melainkan menjadikannya sebagai ruang harian untuk mengeja arti kerinduan kepada murid, papan tulis, serta riuhnya suasana kelas konvensional yang mendadak sepi.

2. Sketsa Sosial, Teori Konspirasi, dan Simbol Akar Rumput:
Radar humaniora dari 27 isi kepala di dalam buku ini bergerak lincah menembus dinding pagar rumah. Mereka menangkap bagaimana krisis kesehatan global mengubah perilaku sosial masyarakat luas secara apa adanya. Lewat puisi bertajuk "Konspirasi", "PSBB katanya", hingga potret kaum marginal dalam "Corona dan Pemulung", antologi ini menjadi saksi sejarah yang jujur. Para penulis mengabadikan memori kolektif tentang perjuangan bertahan hidup, kelangkaan alat medis yang memicu lahirnya "Jas Hujan yang Mendunia", serta bagaimana momentum sakral keagamaan seperti "Ramadan Ini" dan "Lebaran dalam Corona" harus dirayakan dalam riuh kesunyian.

3. Ziarah Spiritual dan Katarsis Lewat Secangkir Sabar:
Kekuatan utama yang merekatkan seluruh untaian puisi dalam antologi ini adalah kesadaran spiritual untuk kembali berserah diri. Di tengah badai kecemasan, menulis puisi bertindak sebagai media katarsis yang menyembuhkan batin. Melalui bait-bait indah seperti "Secangkir Kopi Sabar di dalam Pagar", "Tabir Hikmah", dan "Pada-Mu Diriku Fana", pembaca dituntun untuk melambat, mawas diri, serta melihat virus berukuran mikro ini sebagai teguran sekaligus cara alam semesta memaksa manusia untuk hidup lebih bersahaja.

Kesimpulan: Prasasti Kata Penjaga Memori Sejarah
Pada akhirnya, antologi "Kala yang Tak Kusangka" berhasil membuktikan bahwa menulis adalah cara paling abadi untuk merawat kewarasan di tengah situasi pelik. Rangkaian kata yang terjalin rapi ini memastikan bahwa jejak langkah, air mata, serta ketangguhan jiwa manusia selama melewati masa-masa sulit akan tetap terpatri dan dapat dibaca kembali oleh generasi masa depan.

Buku ini menjadi pilihan bacaan yang sangat ringan, mengalir lancar, sekaligus kaya akan untaian hikmah kehidupan. Sangat direkomendasikan bagi sesama guru, pelajar, sosiolog, serta siapa saja yang ingin sejenak berkaca pada lembaran sejarah kemanusiaan yang jujur, menyentuh hati, dan penuh dengan optimisme yang membumi.

Daftar Isi

  • Kata Pengantar .... v
  • Daftar Isi .... vii
  • R.N.D. Krisnawati .... 1
  • Pahlawan Pandemi .... 1
  • Saat Bertapa .... 3
  • Bersemi .... 4
  • Damai dalam Keabadian .... 5
  • Tuhan Menjaga .... 6
  • Ada Asa .... 7
  • Suatu Senja di Pinggiran Kota .... 8
  • Yerem B. Warat .... 9
  • Di Rumah Saja .... 9
  • Sahabat Kecil .... 10
  • Perlombaan di Tengah Badai .... 11
  • Tambang Tulang .... 13
  • Lorentina .... 14
  • Secangkir Kopi Sabar di dalam Pagar .... 14
  • Embun Kerinduan dan Bandara yang Sesak .... 15
  • Gaji Buta .... 15
  • Surau, Kitab, dan Kotak Infak .... 16
  • Belajar di Rumah .... 16
  • PSBB katanya .... 17
  • Hortensia Herima .... 18
  • Apa kabarmu sekalian? .... 18
  • Hironimus Deo .... 20
  • Tunas Rindu .... 20
  • Rindu Pagi .... 21
  • Pantun Refleksi Corona .... 23
  • Kosmas Lawa Bagho .... 24
  • Corona .... 24
  • Corona Wuhan Jadi Corona Dunia .... 25
  • Lawatan Bidadari Covid-19 .... 26
  • Corona Datang .... 27
  • Badai Pasti Berlalu .... 28
  • Yanti Rosa .... 29
  • Covid-19 .... 29
  • New Normal .... 30
  • Ter-lockdown Cinta .... 31
  • Konspirasi .... 32
  • Azab atau Nikmat .... 33
  • Marfidah .... 35
  • Harap Dalam Senyap .... 35
  • Tetes Berkah .... 36
  • Ramadan Ini .... 37
  • Melawan Rindu .... 37
  • Sebiji Sawi .... 38
  • Agus Supriyanto .... 39
  • Riuh Sunyi .... 39
  • Gusnawati .... 41
  • Ramadan Kareem .... 41
  • Eid Mubarak .... 42
  • Jangan Lupakan Aku .... 43
  • Harapan .... 44
  • Tangis Kerinduan .... 45
  • Muhamad Nursyahid .... 46
  • Masa-Masa Sulit .... 47
  • Rindu Sekolah .... 48
  • Jas Hujan yang Mendunia .... 49
  • Tobias Nggaruaka .... 50
  • Narasi Tentang Covid .... 50
  • Covid dan Rupa-Rupa Warna Hidup .... 51
  • Corona dan Pemulung .... 52
  • Covid dan Kecanduan .... 53
  • Dunia Berduka .... 54
  • Pujarsono .... 55
  • Rindu Membara Saat Corona .... 55
  • Tak Ada Pandemi di Kampung Puisi .... 56
  • Pengakuan Corona .... 57
  • Imaji Tanpa Tepi .... 57
  • Corona di Mata Orang Awam .... 58
  • Yanti Aries Putri .... 59
  • Covid -19 .... 60
  • Susanti Wilujeng .... 62
  • Merindu Bangku-Bangku Kosong .... 62
  • Ratapan Merapuh .... 64
  • Sumi Arsih .... 65
  • Kapan Pergi Corona? .... 65
  • Memahamimu .... 66
  • Oh! Corona .... 67
  • Lebaran dalam Corona .... 68
  • Catur Riyanti .... 69
  • Rindu Kalian .... 69
  • Menanti .... 70
  • Kosong .... 70
  • Hampa .... 71
  • Lorong Waktu .... 72
  • Siti Fadilah .... 73
  • Mikdar .... 73
  • Siti .... 74
  • Tata .... 74
  • Oby .... 74
  • Neti Soelistyani .... 75
  • Belajar Terus Meski Ada Virus .... 75
  • Corona Teguran Sang Pencipta .... 76
  • Belajar dari Corona .... 78
  • Sebuah Renungan .... 79
  • Maria Bura .... 80
  • Yang Lembut Dalam Badai .... 80
  • Corona, Kau Datang Di Awal Tahun .... 82
  • Corona Beraksi .... 83
  • Kepergianmu di Tengah Badai .... 84
  • Evy Christh .... 85
  • Kala Rindu .... 85
  • Belajar dalam Jaringan .... 86
  • Pandemi Korona .... 87
  • Eti Suhayati .... 88
  • C o r o n a .... 88
  • Tabir Hikmah .... 89
  • Desrianti .... 90
  • Virusmu Sebagai Refleksi Diri .... 90
  • Dirimu Amat Kecil .... 91
  • Menunggu Sang Malam dalam Sinarannya .... 92
  • Retty Anggriany .... 94
  • Hujan .... 94
  • Engkau Pulang Tanpa Kesan .... 95
  • Pada-Mu Diriku Fana .... 96
  • Ani Purwati .... 97
  • Corona .... 97
  • Tri Handayani .... 100
  • Pergilah Corona .... 101

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!