• Harmoni

    Persandingan Kesadaran Budaya

    Aktualisasi trilogi spiritualitas IJS, ekologi lokal, dan tradisi literasi.

    Integrasikan pilar Ikhlas, Jujur, Bersungguh-sungguh (IJS) ke dalam kurikulum dan gerakan ekologis demi merawat peradaban yang berdaya sosial.

    Read More
  • Perempuan

    Novel Bahasa Jawa Sekar Ratri

    Potret ketangguhan wanita Jawa, dinamika batin, dan kemandirian ekonomi.

    Novel berbahasa Jawa karya R.N.D. Krisnawati ini mengisahkan perjuangan Ratri menghadapi rahasia kelam masa lalu keluarga hingga bencana gempa Bantul 2006.

    Read More
  • Titik Jenuh

    Antologi Puisi Satu Asa Titik Jenuh

    Sketsa kejenuhan modern, pergulatan finansial, dan jangkar harapan keseharian.

    Buku puisi tunggal karya Nira Surya ini memotret realitas urban, merekam distorsi batin akibat tekanan hidup modern, kontras sosial, hingga memoar duka kepergian tokoh bangsa.

    Read More
  • Cerpen

    Jarit Ibu Pengobat Rindu

    Memori kultural ruang domestik, satir sosial akar rumput, refleksi ketangguhan mental.

    Meramu simbol kehangatan kain jarit tradisional dengan kritik sosial harian yang jujur, menyentuh, dan sarat edukasi moral.

    Read More

Dari Ladang Pintubesi ke Brankas Koperasi

Dari Ladang Pintubesi ke Brankas Koperasi: Kumpulan Puisi

Spesifikasi

Kode: 120039
Judul: Dari Ladang Pintubesi ke Brankas Koperasi: Kumpulan Puisi
Penulis: Kosmas Lawa Bagho, Yerem B. Warat
Tahun Terbit: 2020
ISBN: 978-623-7421-20-7
eISBN: -
ISBN PDF: -
Tebal: 84 (xiv+70) halaman
Harga: Rp40.000

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku !

Deskripsi

Dari Ladang Pintubesi ke Brankas Koperasi – Simfoni Dua Sahabat, Realitas Akar Rumput, dan Ziarah Kata

Buku "Dari Ladang Pintubesi ke Brankas Koperasi: Kumpulan Puisi" merupakan sebuah antologi sastra setebal 84 halaman yang lahir dari sebuah ikatan persahabatan yang mendalam. Ditulis oleh Kosmas Lawa Bagho dan Yerem B. Warat, buku ini menjadi sebuah monumen literasi yang unik sekaligus langka dalam khazanah sastra tanah air. Keputusan kedua penulis untuk menerbitkan karya bersama didorong oleh kerinduan merayakan memori masa lalu saat masih menjadi teman kos. Meski kini mereka bergelut di ruang pengabdian dan bentang geografi yang berbeda, sekat-sekat tersebut meluruh dalam untaian bait puisi yang menyajikan potret kehidupan yang sangat jujur, membumi, dan bertenaga.

Mosaik Perenungan Dini Hari, Detak Koperasi, dan Kritik Sosial yang Tajam:

1. Suara Ladang dan Katarsis Sunyi di Sepertiga Malam:
Kontribusi puisi dari Yerem B. Warat membawa pembaca langsung ke jantung kehidupan seorang petani di Ladang Pintubesi. Sedari pagi hingga sore hari, rutinitas mencangkul dan merawat bumi diolah menjadi bahan permenungan yang mendalam. Uniknya, proses kreatif Yerem lahir dari sebuah perjuangan fisik yang luar biasa. Setiap pukul tiga dini hari, ia selalu terbangun oleh kondisi psoriasis yang menderanya selama dua dasawarsa. Di sela rasa sakit itulah, ia menumpahkan segala kegelisahan harian ke atas kertas. Objek-objek sederhana seperti yang tertuang dalam puisi "Abang Tukang Bakso", "Anjing Emas", "Sebulir Padi Buat Gereda", hingga fenomena alam diolah secara sportif menjadi refleksi ironis yang mencengangkan sekaligus mencerahkan batin.

2. Dialektika Angka, Gerakan Kemandirian, dan Nurani Koperasi:
Di sisi lain, Kosmas Lawa Bagho menghadirkan sudut pandang seorang anak petani yang kini aktif sebagai pengurus koperasi (Credit Union) sekaligus dosen. Sempat terjeda lama oleh kesibukannya menggeluti dunia angka dan brankas keuangan, Kosmas kembali pulang ke dunia kata untuk merekam pergumulan batinnya. Lewat puisi bertajuk "Credit Union", "Kantor", dan "Kisah Gadis Pejuang", ia memotret perjuangan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi. Gaya pencerahannya terasa sangat segar, membuktikan bahwa angka-angka akuntansi dapat berjalan beriringan dengan kelembutan rasa sebuah puisi.

3. Radar Kemanusiaan, Isu Kultural, dan Catatan Kebangsaan:
Kedua penyair yang sama-sama memilik latar belakang pendidikan seminari ini memiliki radar kritis yang sangat tajam terhadap kondisi bangsa. Mereka keluar dari ruang domestik untuk menyuarakan keprihatinan sosial-politik Indonesia secara apa adanya. Melalui judul-judul seperti "Remisi Korupsi", "Demokrasi", "Narkoba Masuk Flores", hingga "Pajero", mereka melontarkan sindiran yang menusuk sekaligus jujur atas ketidakadilan zaman. Sisi humaniora yang kental membuat setiap bait puisi di dalam buku ini bertindak sebagai suara hati para pelaku kehidupan itu sendiri.

Kesimpulan: Sumbangan Autentik Bagi Sastra Nusantara
Pada akhirnya, "Dari Ladang Pintubesi ke Brankas Koperasi" berhasil membuktikan bahwa puisi terbaik lahir dari rahim pengalaman hidup yang nyata. Kolaborasi apik antara seorang petani dan seorang aktivis koperasi ini menyajikan formula bahasa yang sangat ringan, mengalir lancar, tetapi memiliki kedalaman rasa yang luar biasa.

Buku ini menjadi pilihan bacaan yang sangat menyegarkan di kala senja, menawarkan secangkir pencerahan harian bagi siapa saja yang ingin mengeja kembali arti ketangguhan, persahabatan, dan perjuangan hidup lewat bait-bait puisi yang bersahaja.

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku !

Daftar Isi

  • Kata Pengantar .... v
  • Moto dan Halaman Persembahan .... vii
  • Daftar Isi .... xi
  • Puisi-Puisi Yerem B. Warat .... 1
  • Abang Tukang Bakso .... 2
  • Aku Tergilas .... 3
  • Anjing Emas .... 4
  • Ayah .... 6
  • Api .... 7
  • Batu Berpucuk Rembulan .... 8
  • Buah Tanaman .... 9
  • Bumi .... 10
  • Cinta Budi .... 11
  • Istana Kates .... 12
  • Kerendahan Hati .... 13
  • Kaki Langit .... 14
  • Emas Senja .... 16
  • Kuli Pelabuhan .... 17
  • Langit Tertusuk Duri .... 18
  • Mencuci Mulut .... 19
  • Mata Hari .... 20
  • Mengejar Mentari .... 21
  • Pajero .... 22
  • Pandai Besi .... 23
  • Patung Kita .... 24
  • Pusai .... 25
  • Pintubesi Simalem .... 26
  • Rekaman Persaudaraan .... 27
  • Pintu Rumah .... 28
  • Menulis di Ladang .... 29
  • Senyum Tenga .... 30
  • Uang Parang .... 31
  • Sunset di Baobolak .... 32
  • Sebulir Padi Buat Gereda .... 33
  • Puisi-Puisi Kosmas Lawa Bagho .... 35
  • Credit Union .... 37
  • Jurang .... 38
  • Kantor .... 39
  • Tangguh .... 40
  • Adven .... 41
  • Alas Kaki .... 42
  • Avila .... 43
  • Belajar Pada Kucing Kecil .... 44
  • Demokrasi .... 45
  • Bingung .... 46
  • Bocah .... 47
  • Hujan Pagi .... 48
  • Hujan Senja Hari .... 49
  • Kemerdekaan .... 50
  • Kenangan .... 51
  • Kisah Gadis Pejuang .... 52
  • Mungkin Aku Keliru .... 53
  • Lelucon .... 54
  • Medali .... 55
  • Mgr Longinus .... 56
  • Jeritan Hati .... 57
  • Mimpi .... 58
  • Narkoba Masuk Flores .... 59
  • Remisi Korupsi .... 60
  • Kelambu .... 61
  • Sahabat .... 62
  • Kerudung Putih .... 63
  • Sail Komodo .... 64
  • Semua pada Korupsi .... 65
  • Tahun Baru .... 66
  • Tetap Melangkah .... 67
  • Politik .... 68
  • Tuhan Telaga Cinta Manusia .... 69
  • Wasiat Kehidupan .... 70

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku !