• Administrasi

    Simulasi Surat Bisnis Indonesia

    Simulasi kasus, etika korespondensi korporat, dan taktik kearsipan sekretaris.

    10 simulasi kasus nyata untuk mentransformasi peran calon sekretaris menjadi komunikator andal yang taktis, solutif, dan siap kerja.

    Read More
  • Cerpen

    Sandal Jepit John Dalton

    Refleksi moralitas harian, pergulatan spiritual batin, metafora romantisme bersahaja.

    10 cerita pendek realis yang secara jujur memotret paradoks keseharian, integritas moral, hingga ketangguhan jiwa di tengah dinamika sosial.

    Read More
  • 3 Alinea

    Mengenai cinta, ayah, ibu, anak, ulang tahun.

    Rajutan memori kolektif tentang perjuangan, kasih, dan keikhlasan keluarga.

    Sekilas tampak sederhana dan biasa saja, tetapi menjadi begitu bermakna dan kaya setelah terolah oleh pergulatan hidup dan refleksi bersama waktu.

    Read More
  • Pandemi

    Kala yang Tak Kusangka

    Refleksi puitis kegelisahan kolektif Nusantara melewati krisis pandemi.

    Merekam dilema adaptasi sekolah daring, sketsa perjuangan sosial, dan ziarah spiritual batin dalam menghadapi ketidakpastian global.

    Read More

Terpaan

Terpaan: Kumpulan Puisi #32

Spesifikasi

Kode: 120036
Judul: Terpaan: Kumpulan Puisi #32
Penulis: Abdul Hakim, Ani Sumiani, Evy Chrisna, Hironimus Deo, Onten Surtini, Patriah, Rinawati Wijaya, Sri Pujiwati, Tri Elliawati, Yanti Rosa, Yunita Dwi Lestari
Editor: Elisabet Sri Hartati
Tahun Terbit: 2020
ISBN: 978-623-7421-19-1
Tebal: 88 (viii+80) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40.000

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!

Deskripsi

Terpaan – Harmoni Kata, Ketangguhan Jiwa, dan Eksplorasi Struktur Lintas Sastra

Buku "Terpaan: Kumpulan Puisi #32" merupakan sebuah antologi sastra kolaboratif setebal 88 halaman yang lahir dari rahim daya kreasi Komunitas Guru Menulis. Sebagai volume ke-32 dari seri antologi komunitas tersebut, buku ini menampilkan puluhan untaian kata yang ditulis oleh 11 penyair bertalenta: Abdul Hakim, Ani Sumiani, Evy Chrisna, Hironimus Deo, Onten Surtini, Patriah, Rinawati Wijaya, Sri Pujiwati, Tri Elliawati, Yanti Rosa, dan Yunita Dwi Lestari. Judul "Terpaan" dipilih sebagai representasi simbolis atas ketangguhan jiwa manusia, khususnya para pendidik, dalam menghadapi berbagai ujian, perubahan zaman, dan hantaman krisis global yang melanda keseharian mereka.

Mosaik Eksperimen Struktur Cinquain, Refleksi Sosial, dan Gejolak Rasa:

1. Keunikan Eksperimen Struktur Puisi Cinquain:
Daya tarik utama yang membuat antologi ini terasa begitu menyegarkan adalah ruang ekspresi yang luas bagi penulisan cinquain—sebuah bentuk puisi bergaya barat yang terikat ketat oleh aturan lima baris dengan pola visual tertentu. Penyair seperti Tri Elliawati, Sri Pujiwati, Yunita Dwi Lestari, Onten Surtini, Patriah, Evy Chrisna, dan Abdul Hakim secara sportif menerima tantangan struktur ini. Lewat diksi mini yang padat seperti "Pensil", "Fajar", "Luka", hingga "Mega", mereka membuktikan bahwa batasan kata justru mampu melahirkan pencerahan harian yang tajam, jernih, dan langsung menyentuh pusat emosi pembaca.

2. Suara Hati di Tengah Terpaan Krisis dan Fenomena Urban:
Memasuki ruang puisi bebas, buku ini menyajikan rekaman sosial-humaniora yang sangat jujur dan apa adanya. Melalui puisi utama bertajuk "Terpaan" karya Rinawati Wijaya serta untaian satir Yanti Rosa dalam "Lelah Tak Berkesudahan", "Muak", dan "Krisis...", pembaca diajak mengintip potret harian manusia modern yang didera kepenatan. Eksplorasi realitas ini semakin kaya warna lewat goresan pena Ani Sumiani yang memotret paradoks kehidupan urban secara lincah sekaligus jenaka, mulai dari puisi tentang "Handphone", "Haters", "Covid-19", hingga ekspresi lugas dalam "Kampret!".

3. Sentuhan Empati, Romansa, dan Sudut Pandang Kaum Marginal:
Warna emosional antologi ini ditutup dengan kehangatan spritual dan kepedulian domestik yang kental. Hironimus Deo membawa pembaca menyelami sudut pandang humanis yang menyentuh lewat puisi "Kerapuhan Si Dekil" dan "Secuil surat untuk ibu". Perpaduan kisah cinta, kerinduan mendalam kepada keluarga, serta apresiasi terhadap keindahan alam fajar di pelabuhan digarap dengan bahasa pencerahan yang mengalir lancar, membuat pembaca mudah larut dalam empati tanpa harus terjebak dalam diksi yang rumit.

Kesimpulan: Ruang Jeda yang Ringan untuk Menata Kembali Batin
Pada akhirnya, antologi "Terpaan" berhasil membuktikan bahwa puisi adalah media katarsis terbaik untuk menjaga keseimbangan jiwa di tengah kesibukan harian. Ragam gaya penulisan dari sebelas isi kepala yang berbeda memastikan buku ini tidak membosankan dan selalu memberikan kejutan estetis di setiap halamannya.

Buku ini menjadi pilihan bacaan yang sangat ringan, mengalir lancar, sekaligus kaya akan nilai kehidupan yang membumi. Sangat direkomendasikan bagi sesama rekan pengajar, pelajar yang ingin mendalami teknik penulisan cinquain, serta siapa saja yang merindukan bait-bait puitis bersahaja untuk menemani waktu santai di sore hari.

Daftar Isi

  • Kata Pengantar .... v
  • Daftar Isi .... vii
  • Cinquain .... 1
  • Tri Elliawati .... 2
  • panas .... 3
  • getir .... 3
  • duka .... 3
  • debu .... 3
  • terjebak .... 4
  • angan .... 4
  • mega .... 4
  • wajah .... 4
  • terbang .... 5
  • perih .... 5
  • tenang .... 5
  • Sri Pujiwati .... 6
  • Luka .... 7
  • Mimpi .... 7
  • Fajar .... 7
  • Cermin .... 8
  • Debu .... 8
  • Buku .... 8
  • Gersang .... 8
  • Kosong .... 9
  • Baju .... 9
  • Bayu .... 9
  • Bunga .... 10
  • Alam .... 10
  • Ibu .... 10
  • Senja .... 10
  • Bising .... 11
  • Embun .... 11
  • Sajak .... 11
  • Senyum .... 11
  • Waktu .... 12
  • Rindu .... 12
  • Yunita Dwi Lestari .... 13
  • Pensil .... 14
  • Ibu .... 14
  • Mata .... 15
  • Surya .... 15
  • Cinta .... 16
  • Siswa .... 16
  • Adam .... 17
  • Tirta .... 17
  • Dian .... 17
  • Waktu .... 18
  • Ayah .... 18
  • Abdi .... 19
  • Teko .... 19
  • Gema .... 20
  • Bayu .... 20
  • Takdir .... 21
  • Mimpi .... 21
  • Burung .... 22
  • Kelas .... 22
  • Mawar .... 23
  • Evy Christh .... 24
  • Fajar di Pelabuhan .... 25
  • Cinta .... 25
  • Pantai .... 26
  • Bimbang .... 26
  • Gundah .... 26
  • Merajut .... 27
  • Doa .... 27
  • Korona .... 27
  • Patriah .... 28
  • Kavaleri .... 29
  • Muslihat .... 29
  • Kasih .... 29
  • Dilema .... 29
  • Gadis .... 30
  • Bahagia .... 30
  • Melati .... 30
  • Mata .... 30
  • Asa .... 31
  • Lembayung .... 31
  • Onten Surtini .... 32
  • Pagi .... 33
  • Siang .... 33
  • Malam .... 33
  • Bulan .... 33
  • Bintang .... 34
  • Mimpi .... 34
  • Hati .... 34
  • Muka .... 34
  • Tangan .... 35
  • Cinta .... 35
  • Anak .... 35
  • Sedih .... 35
  • Abdul Hakim .... 36
  • Cinquain Abdul Hakim .... 36
  • Puisi Bebas .... 44
  • Rinawati Wijaya .... 45
  • Sahabat Jiwa .... 46
  • Masa di Kala Itu .... 47
  • Terpaan .... 48
  • Penyaji Kejahatan .... 49
  • Untuk Sahabat Kecilku .... 50
  • Yanti Rosa .... 51
  • Lelah Tak Berkesudahan .... 51
  • Muak .... 53
  • Krisis ... .... 54
  • Cinta .... 55
  • Tak Ingin Yang Lain .... 56
  • Ani Sumiani .... 57
  • Cinta .... 57
  • Rumah .... 58
  • Suami .... 58
  • Aulia .... 58
  • Suamiku .... 59
  • Handphone .... 60
  • Guru .... 60
  • Kampret! .... 60
  • Badut .... 61
  • Mama .... 61
  • Uang .... 61
  • Haters .... 62
  • Lelah .... 62
  • Waktu .... 62
  • Lagu .... 63
  • Covid-19 .... 63
  • Kata .... 63
  • Pelit .... 64
  • Pena .... 64
  • Handuk .... 64
  • Ceritaku .... 65
  • Gaya .... 65
  • Wanita .... 66
  • Ayah .... 66
  • Mata .... 66
  • Mantan .... 67
  • Hidup .... 67
  • Hironimus Deo .... 68
  • Melisa .... 69
  • Kerapuhan Si Dekil .... 71
  • Lembah cinta .... 73
  • Secuil surat untuk ibu .... 75

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!