Menjeda Jagat Memeluk Hakikat
|
Spesifikasi
|
Deskripsi
Menjeda Jagat Memeluk Hakikat – Catatan Jiwa, Katarsis Sosial, dan Jeda Spiritual Penghuni Bumi
Buku "Menjeda Jagat Memeluk Hakikat: Puisi-Puisi Refleksi Atas Corona" merupakan sebuah karya sastra monumental setebal 190 halaman yang merekam momen krusial dalam sejarah modern kemanusiaan. Diterbitkan pada tahun 2020, antologi kolaboratif ini menghimpun 141 judul puisi, pantun, hingga struktur cinquain hasil buah pikiran 38 penyair lintas daerah di Nusantara. Diisi oleh mayoritas pendidik dan sebagian penulis non-guru, buku ini bertindak sebagai prasasti kata yang menangkap momen unik ketika dunia dipaksa berhenti bergerak, mengisolasi diri, dan menatap kembali hakikat terdalam dari eksistensi manusia.
Mosaik Penataan Batin, Adaptasi Domestik, dan Kritik Humaniora:
1. Satu Dunia Satu Kata: Refleksi Spiritual dan Mawas Diri:
Judul buku yang sangat mendalam ini seolah merangkum esensi dari seluruh karya di dalamnya. Melalui kontribusi para penyair seperti Yerem B. Warat dalam "Tulah Kesebelas: Corona", Agustinus Gereda dalam "Allah Menggugat", hingga Lina Herlina dalam "Ketika Bumi Meminta Sunyi", pembaca diajak melakukan ziarah batin. Penulis secara sportif memandang krisis kesehatan global bukan sekadar musibah fisik, melainkan sebuah teguran Ilahi harian yang memaksa manusia untuk menepiskan ego, melambat dari riuhnya dunia, dan kembali mengetuk pintu langit lewat kepasrahan yang jujur.
2. Adaptasi Ruang Edukasi dan Kerinduan di Balik Pagar Sekolah:
Latar belakang para penulis yang sebagian besar merupakan pendidik memberikan warna emosional yang sangat khas pada antologi ini. Fenomena pergeseran ruang kelas konvensional ke dunia digital terekam apik melalui puisi "Belajar dari Rumah" karya Surantini, "Cerita Rindu di Balik Pagar Sekolah" karya Mufarihah Iha, hingga potret realitas "Webinar" karya Hj. Zaenab. Nada-nada kerinduan yang mendalam kepada para siswa berbaur dengan keprihatinan harian mengenai nasib kelulusan generasi baru, menjadikannya rekaman sejarah pendidikan yang sangat menyentuh.
3. Ragam Bentuk Sastra dan Potret Keseharian yang Membumi:
Keunikan lain dari buku ini adalah keberagaman bentuk sastra yang disajikan, mulai dari puisi bebas, pantun jenaka dan reflektif karya Catharina Yenny dan Swesti Amelia, hingga puisi khusus yang ramah untuk pembaca anak-anak seperti "Si Nakal Corona" karya Melyani Dwi Astuti. Para penyair juga sangat jeli menangkap paradoks sosial harian secara apa adanya—mulai dari urusan "Masker", imbauan "Jangan Mudik", hingga sindiran jenaka bernada satir seperti puisi "Kentut" karya Novita Rahayu dan "Covid-19 atau Dewa-19" karya Sumarsih.
Kesimpulan: Ruang Refleksi yang Menenangkan Jiwa
Pada akhirnya, "Menjeda Jagat Memeluk Hakikat" berhasil membuktikan bahwa puisi adalah media katarsis terbaik untuk merawat harapan di tengah ketidakpastian zaman. Sinergi dari 38 isi kepala yang berbeda ini dikemas menggunakan pilihan diksi yang ringan dan mengalir lancar, tanpa harus terjebak dalam bahasa langit yang rumit.
Buku ini menjadi pilihan bacaan yang sangat menyegarkan, memberikan kehangatan kontemplatif bagi siapa saja. Sangat direkomendasikan bagi para guru, pelajar, pemerhati sosial, serta para pecinta literasi Nusantara yang merindukan bait-bait puitis bersahaja untuk menemani waktu santai di sore hari sekaligus sebagai pengingat akan ketangguhan umat manusia melewati masa-masa sulit.
Daftar Isi
- Kata Pengantar .... v
- Daftar Isi .... vii
- Surantini .... 1
- Corona .... 1
- Rindu Murid .... 2
- Sujud Kepada-Mu .... 2
- Belajar dari Rumah .... 3
- Berkah di Rumah .... 3
- Masker .... 4
- Kembalilah Tersenyum .... 4
- Tuhan Menegur .... 5
- Pahlawan Kesehatan .... 5
- Ramadan Kita .... 6
- Tuhan Ampuni Kami .... 6
- Risau Hatiku .... 7
- Mari Bersabar .... 7
- Tuhan Aku Mengadu .... 8
- Hikmah Corona .... 8
- Jaga Jarak .... 9
- Bumiku Sayang .... 9
- Jangan Mudik .... 10
- Tak Ada Jabat Tangan .... 10
- Ayo Cuci Tangan .... 11
- Doa Harapan .... 11
- Kelulusan .... 12
- Tepiskan Ego .... 12
- Indahnya Berbagi .... 13
- Menabung Kebaikan .... 13
- Kamu Tak Sendiri .... 14
- Badai Pasti Berlalu .... 14
- Indonesia Bisa .... 15
- Catharina Yenny Indratno .... 16
- Puisi Corona .... 17
- Pantun Corona Catharina Yenny Indratno .... 20
- Swesti Amelia .... 21
- Pantun Corona Swesti Amelia .... 22
- Lucia Nina Narendras .... 25
- Saatnya Berbagi .... 25
- Tak Dekat Namun Lekat .... 26
- Demi Sebuah Asa .... 27
- Melyani Dwi Astuti .... 28
- Si Nakal Corona .... 28
- BH Riyanto .... 30
- Doa .... 30
- Masker .... 31
- Libur Corona .... 32
- Kau, Kekasihmu, dan Virus Corona .... 33
- Rindu .... 34
- Erma .... 35
- Pantun Corona oleh Erma .... 35
- Gusnawati .... 40
- Pahlawan di Garda Terdepan .... 40
- Di Balik Wabah, Cinta Bersemi .... 41
- Terlalu Indah .... 42
- Badai Corona Pasti Berlalu 1 .... 43
- Badai Corona Pasti Berlalu 2 .... 44
- Putri Dian Pratiwi .... 45
- Ampuni Kami, Ya Rabb .... 46
- Rini Indah Winarni .... 48
- Musibah Virus Corona .... 49
- Arifa Sulandhari .... 50
- Arti Hadirmu .... 50
- Terima Kasih Pahlawan .... 51
- Bumi Tersenyum .... 51
- Semangat Bersama .... 52
- Manusia Lebih Baik .... 53
- Salam Rindu “Corona Bye” .... 54
- Cipto Sudarso .... 55
- Nikmatnya Kebebasan .... 55
- Mari Kembali ke Jalan-Nya .... 57
- Pantun Corona (1) .... 59
- Pantun Corona 2 .... 60
- Samsiah Ilham .... 61
- Pantun Corona oleh Syamsiah Ilham .... 61
- Agustinus Gereda .... 66
- Allah Menggugat .... 66
- Lebih Suka Menerima .... 68
- Kado Buat Marko .... 70
- Ida Fitriana .... 72
- Covid-19 .... 72
- Andai Aku Bisa Memilih .... 73
- Wabah Gila .... 74
- Pujarsono .... 75
- Pantun Corona Pujarsono .... 75
- Mufarihah Iha .... 79
- Ruang Penantian .... 79
- Cerita Rindu di Balik Pagar Sekolah .... 80
- Pada Jejak Hujan Sore .... 81
- Obrolan di Ruang Rasa .... 82
- Meruang pada Jendela Usang .... 83
- Lukas Onek Narek .... 84
- Corona .... 84
- Corona 2 .... 87
- Corona 3 .... 89
- Corona 4 .... 92
- Novita Rahayu .... 94
- Masker .... 95
- Ujian Hidup .... 96
- Kentut .... 97
- Pejuang Negeri .... 98
- Hj. Zaenab .... 99
- Kerinduan .... 99
- Ramadanku .... 100
- Webinar .... 101
- Kelulusan .... 102
- Jangan Mudik .... 103
- Yanuari Christyawan .... 104
- Doa, Jamu dan Ruang Isolasi .... 104
- Ratumu Besertamu .... 106
- Terima Kasih Corona, dari Ibu Pertiwi .... 107
- Doa Kesendirian .... 108
- Lina Herlina .... 109
- Ketika Bumi Meminta Sunyi .... 110
- Tobias Nggaruaka .... 112
- Kerinduan .... 113
- Rembulan .... 114
- Maria Korpriati .... 115
- Siapa Kamu Corona? .... 115
- Manusia Corona .... 116
- Pahlawan Corona .... 117
- Suara Hati Corona .... 118
- Yerem B. Warat .... 119
- Corona .... 119
- Mahakecil .... 120
- Tulah Kesebelas: Corona .... 121
- Satu Dunia Satu Kata .... 122
- Anis Septiani .... 124
- Weling .... 124
- Jeda Corona .... 125
- Layar Sentuh .... 126
- Stigma .... 127
- Imelda Oliva Wissang .... 128
- Kepada cinta yang pergi .... 128
- Sekarang aku tahu .... 129
- Rumah kenangan .... 130
- Engkau bernama Corona .... 130
- Isyarat Jarak .... 131
- Damianus Ose .... 132
- Covid-19 .... 132
- Balada Corona .... 133
- Pada Tuhan .... 133
- Gugur Pahlawan .... 134
- Ada Tuhan .... 135
- Teriak .... 136
- Rasuna .... 137
- Sajak Duka Tentang Corona .... 137
- Permohonan .... 139
- Wildan Rusli .... 140
- Senthong .... 140
- Di Gubug Saja .... 141
- Gedebug .... 142
- Sumarsih .... 144
- Corona apa kabarmu ? .... 144
- Kenalkan, Dia Covid-19 .... 145
- Gara-Gara Corona .... 146
- Covid-19 atau Dewa-19 .... 147
- Rindu dalam WFH .... 148
- Generasi Corona .... 149
- Ramadhan Bersama Covid-19 .... 150
- Imas Dini Harina .... 152
- Corona .... 152
- Umi Prahastuti .... 155
- Belajar dari Rumah .... 155
- Muji Rahayu .... 157
- Samarkan Dukaku .... 157
- Kepada Hati .... 158
- Isolasi Membuka Hati .... 160
- Pelajaran Nyata .... 161
- Sampai Kapan .... 162
- Tidurlah Pertiwiku .... 163
- Di Mana Nurani Kalian .... 164
- Julia Utami .... 165
- Aku Temani Kamu .... 166
- Pemeran Utama Corona .... 167
- Romansa Senja Pandemi Corona .... 168
- Desrianti .... 169
- Kami Rindu Dirimu .... 169
- Andi Azis .... 172
- Corona Melanda Manusia .... 173
- Elisabet Sri Hartati .... 174
- Cinquain Corona .... 174