• Thukuling Teki Garing

    Macapat

    Thukuling Teki Garing

    Refleksi filosofis pengasuhan anak lewat media tembang macapat.

    Memadukan tradisi klasik Jawa dan nilai moral pengasuhan sebagai sumber kebijaksanaan relevan bagi pembentukan jiwa pembaca.

    Read More
  • Simulasi Surat Bisnis Indonesia

    Administrasi

    Simulasi Surat Bisnis Indonesia

    Simulasi kasus, etika korespondensi korporat, dan taktik kearsipan sekretaris.

    10 simulasi kasus nyata untuk mentransformasi peran calon sekretaris menjadi komunikator andal yang taktis, solutif, dan siap kerja.

    Read More
  • Melangkah Maju Menebar Kasih

    Humanitas

    Melangkah Maju Menebar Kasih

    Dedikasi nakes pedalaman, inklusi sosial ODGJ, dan spiritualitas pelayanan.

    Merekam perjuangan heroisme tenaga kesehatan Puskesmas Hewokloang menembus batas geografis dan stigma demi memanusiakan sesama.

    Read More
  • Pemberdayaan Kelompok Usaha

    UMKM

    Pemberdayaan Kelompok Usaha

    Inkubasi hilirisasi pangan lokal, akselerasi branding digital, dan pembenahan administrasi finansial.

    Memetakan implementasi taktis program IbM perguruan tinggi yang sukses mentransformasi industri kreatif kuliner.

    Read More

Leak Cinta

Leak Cinta: Kumpulan Puisi #30

Spesifikasi

Kode: 120030
Judul: Leak Cinta: Kumpulan Puisi #30
Penulis: Desrianti, Elisabet Sri Hartati, Esti Saptarini, Gusnawati, Zaenab, Ita Khairani, Mardiyah, Ties Setyaningsih, Tung Widut
Tahun Terbit: 2020
ISBN: 978-623-7421-08-5
Tebal: 84 (viii+76) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40.000

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!

Deskripsi

Leak Cinta – Labirin Rasa, Sketsa Edukasi, dan Ruang Katarsis Para Penjaga Aksara

Buku "Leak Cinta: Kumpulan Puisi #30" merupakan sebuah antologi sastra kolaboratif setebal 84 halaman yang menandai sebuah capaian produktivitas luar biasa di lingkungan literasi. Sebagai buku ketiga puluh yang lahir dari rahim daya kreasi Komunitas Guru Menulis, antologi ini menghimpun 53 puisi pilihan hasil goresan pena sembilan penyair wanita bertalenta: Desrianti, Elisabet Sri Hartati, Esti Saptarini, Gusnawati, Hj. Zaenab, Ita Khairani, Mardiyah, Ties Setyaningsih, dan Tung Widut. Menggunakan judul yang kontradiktif sekaligus memikat—memadukan mistisisme "leak" dengan kelembutan "cinta"—buku ini bertindak sebagai ruang refleksi harian bagi para pendidik untuk menumpahkan gejolak batin, romansa, serta kepedulian sosial mereka secara jujur dan apa adanya.

Mosaik Eksplorasi Budaya, Dedikasi Profesi, dan Kehangatan Domestik:

1. Dinamika Rasa, Simbol Kultural, dan Kesunyian Malam:
Poros utama yang memberikan warna unik pada antologi ini adalah keberanian para penulis dalam mengeksplorasi diksi dan simbol budaya. Melalui kontribusi Tung Widut dalam puisi bertajuk "Leak", "Penari Kecilku", hingga "Gerimis di Awal Senja", pembaca diajak masuk ke dalam perenungan yang magis tapi membumi. Kontras keindahan alam dan elegi waktu ini beresonansi manis dengan karya-karya Hj. Zaenab seperti "Desember", "Malino", dan "Sang Kelabu"; momen transisi musim dan kenangan harian diolah secara sportif menjadi untaian kata yang menyentuh empati terdalam pembaca.

2. Suara Otentik Pengabdian dan Ruang Dialog Guru-Murid:
Sebagai buku yang lahir dari tangan-tangan pendidik, dimensi edukasi dan humaniora tercermin sangat kental di dalamnya. Esti Saptarini secara jeli memotret realitas dunia sekolah lewat puisi "Sebuah Percakapan Guru dengan Murid-muridnya", "Balada Seorang Guru", serta sebuah penghormatan luhur dalam "Untukmu Sang Maestro Pendidikan". Bait-bait ini menyajikan pencerahan harian yang sejuk tentang esensi mendidik dengan hati, mengabarkan kepada pembaca bahwa di balik rutinitas mengajar yang padat, tersimpan komitmen tanpa batas untuk merawat masa depan generasi bangsa.

3. Spiritualitas Subuh, Kenangan Ayah, dan Keikhlasan Jiwa:
Warna emosional antologi ini semakin lengkap dengan hadirnya ruang-ruang domestik dan ziarah spiritual yang bersahaja. Lewat goresan pena Ita Khairani dalam "Ketika Azan Subuh" dan Ties Setyaningsih dalam "Dongeng Ibu Pengantar Tidurku", pembaca dituntun untuk melambat dan menemukan kembali kedamaian jiwa di dalam rumah. Ungkapan rindu kepada keluarga, ketangguhan wanita dalam "Syair Wanita" karya Mardiyah, hingga perenungan eksistensial Elisabet Sri Hartati dalam "Perhentian Sejenak", mempertegas bahwa menulis puisi adalah metode penyembuhan batin yang sangat efektif di tengah riuhnya perubahan dunia.

Kesimpulan: Formula Bahasa yang Ringan dan Mengalir Lancar
Pada akhirnya, antologi "Leak Cinta" berhasil membuktikan bahwa puisi-puisi yang ditulis oleh para guru memiliki daya pikat yang kuat karena bersumber dari realitas kehidupan yang nyata. Sinergi dari sembilan isi kepala yang berbeda ini melahirkan sebuah formula bahasa yang sangat ringan, mengalir lancar, dan mudah dipahami tanpa harus kehilangan kedalaman maknanya.

Buku ini menjadi pilihan bacaan yang sangat menyegarkan dan hangat, memberikan ruang jeda yang menenangkan di sela kesibukan harian. Sangat direkomendasikan bagi sesama rekan pengajar, pelajar yang ingin mendalami dunia sastra, serta para pecinta literasi Nusantara yang merindukan bait-bait puitis bersahaja untuk menemani waktu santai di sore hari bersama secangkir teh hangat.

Daftar Isi

  • Kata Pengantar .... v
  • Daftar Isi .... vii
  • Hj. Zaenab .... 1
  • Desember .... 2
  • Reunian .... 3
  • Malino .... 4
  • Cinta .... 5
  • Malam .... 6
  • Sang Kelabu .... 7
  • Asap .... 8
  • Lelah .... 9
  • Rindu Ayah .... 10
  • Catatan Hari Ini .... 11
  • Desrianti .... 12
  • Melati Tak Sunyi Lagi .... 13
  • Negeri Kami Suci .... 14
  • Jeritan Hati Sang Ilalang .... 15
  • Kenangan di Kota Budaya .... 16
  • Gusnawati .... 17
  • Rindu dan Senja .... 18
  • Desember Ke-4 .... 19
  • Teruntuk Sebuah Hati .... 20
  • Rindu Datang Terlalu Pagi .... 21
  • Pada Hujan Perdana .... 22
  • Mardiyah .... 23
  • Sahabatku .... 24
  • Syair Wanita .... 26
  • Perjuangan .... 27
  • Semangat Jiwa .... 29
  • Jangan Bunuh Asaku .... 30
  • Tung Widut .... 32
  • Cemburu .... 33
  • Cantik Kecilku .... 34
  • Kesunyian Malam .... 35
  • Leak .... 36
  • Seteguk Air .... 37
  • Senandung Kebencian .... 38
  • Gerimis di Awal Senja .... 39
  • Cincin di Jari Manis .... 40
  • Penari Kecilku .... 41
  • Tanpa Ayah .... 42
  • Ita Khairani .... 43
  • Ketika Azan Subuh .... 44
  • Duniaku bernilai .... 45
  • Bahagia bunda tak berkesudahan .... 46
  • Kepala Tanpa Ide .... 47
  • Pelangi Negeri .... 48
  • Ties Setyaningsih .... 49
  • Dongeng Ibu Pengantar Tidurku .... 50
  • Ayahku Idolaku .... 51
  • Cahaya-Mu .... 52
  • Bola dunia ... Dunia bola .... 53
  • Si Putih .... 54
  • Esti Saptarini .... 55
  • Sebuah Percakapan Guru dengan Murid-muridnya .... 56
  • Untukmu Sang Maestro Pendidikan .... 59
  • Balada Seorang Guru .... 61
  • Bapak Sejati Mata Hati Abadi .... 63
  • Dengarkanlah Suara Kami .... 66
  • Elisabet Sri Hartati .... 68
  • Apa Kelebihanku? .... 69
  • Perhentian Sejenak .... 70
  • Kesatuan Hati .... 71
  • Makan Malam .... 72

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!