• Terbaru

    3 Alinea Kisah

    Kisah nyata mengenai cinta, ayah, ibu, anak, ulang tahun dalam 3 alinea.

    Sebagian besar mungkin sekilas tampak sederhana dan biasa saja, tetapi menjadi begitu bermakna dan kaya setelah terolah oleh pergulatan hidup dan refleksi bersama waktu.

    Read More
  • Novel

    Sekar Ratri: Novel Basa Jawa

    Sekar Ratri: Novel Basa Jawa karya R.N.D Krisnawati

    Pengajeng-ajeng gesang tentrem ing bebrayan, kanyata mas Sutrisno nyimpen sejarahing gesang ingkang mboten ngremenaken. Getun lan keduwung damel peperangan ing batinipun.

    Read More
  • Puisi

    Dari Ladang Pintubesi ke Brankas Koperasi

    Kumpulan Puisi karya kolaborasi seorang petani dan karyawan koperasi.

    Petani dan karyawan koperasi bergelut dengan pekerjaan harian riil.

    Read More
  • Teologi

    Mewujudkan Keadilan & Kesetaraan Gender

    Mewujudkan Keadilan & Kesetaraan Gender dari Perspektif Gereja

    Laki-laki dan perempuan diciptakan secitra dengan Allah dan memiliki martabat yang sama.

    Read More

Mendamba Cinta

Mendamba Cinta: Kumpulan Puisi #29

Spesifikasi

Kode:120028
Judul:Mendamba Cinta: Kumpulan Puisi #29
Penulis:Dinar Puspita Ayu, Muji Rahayu, Mustawa Samha, Nur Emika, Ria Santati, Tri Purwanto
Tahun Terbit:2020
ISBN:978-623-7421-07-8
eISBN:-
ISBN PDF:-
Tebal:82 (viii+74) halaman
Harga:Rp40.000

Deskripsi

Mendamba Cinta – Simfoni Kerinduan, Katarsis Sunyi, dan Ziarah Jiwa Para Penjaga Aksara

Buku "Mendamba Cinta: Kumpulan Puisi #29" merupakan sebuah antologi sastra kolaboratif setebal 82 halaman yang lahir dari komitmen literasi yang kuat. Sebagai volume kedua puluh sembilan yang lahir dari rahim daya kreasi Komunitas Guru Menulis (KGM), antologi yang rampung digarap pada penghujung tahun 2019 ini menghimpun 62 puisi pilihan hasil goresan pena enam penyair bertalenta: Dinar Puspita Ayu, Muji Rahayu, Mustawa Samha, Nur Emika, Ria Santati, dan Tri Purwanto. Menggunakan tema universal yang paling dekat dengan batin manusia—yakni cinta dalam berbagai manifestasinya—para guru ini menyulap ruang harian dan kepenatan mengajar menjadi sebuah jembatan puitis yang sangat jujur, membumi, dan menyentuh empati pembaca.

Mosaik Penantian Sunyi, Filosofi Romansa, dan Ziarah Spiritual:

1. Elegi Penantian dan Labirin Rindu yang Mendalam:
Salah satu poros kekuatan emosional antologi ini terletak pada untaian bait karya Mustawa Samha yang bertajuk "Kau Tak Jua Muncul". Melalui puisi tersebut, pembaca diajak menyelami kecamuk rindu yang intens, yang digambarkan secara sportif lewat metafora alam seperti “anyir tanah”, “daun mahoni yang gugur terurai”, hingga momen ketika “purnama berubah pucat”. Mustawa berhasil memotret kondisi manusiawi ketika sebuah penantian panjang berubah menjadi sebuah kesunyian yang melelahkan. Gaya pencerahan yang disajikan terasa sangat organik, mewakili perasaan siapa saja yang pernah terjebak dalam palung keresahan harian akibat sebuah ketidakpastian.

2. Dialektika Rasa dan Warna-Warni Definisi Cinta:
Para penyair di dalam antologi ini secara lincah membedah esensi cinta keluar dari sekat romansa klise. Muji Rahayu hadir menawarkan perspektif segar lewat untaian sajaknya seperti "Cinta Itu Jingga" dan "Pelajaran Cinta", menegaskan bahwa rasa kasih adalah sebuah proses belajar yang dinamis. Pemikiran ini beresonansi manis dengan larik-larik Tri Purwanto yang hangat melalui "Mari Warnai" dan "Bersediakah Dirimu?", serta goresan Dinar Puspita Ayu dalam "Lejar Hati". Formula bahasa yang digunakan para penyair ini terasa ringan dan mengalir lancar, mengajak pembaca untuk sejenak melambat dan merenungkan kembali arti kehadiran orang lain di dalam hidup kita.

3. Spiritualitas Sunyi, Keikhlasan, dan Jalan Pulang Menuju Hati:
Warna emosional antologi ini semakin lengkap dan mendalam berkat sentuhan kontemplatif dari Nur Emika dan Ria Santati. Nur Emika melukiskan keteduhan batin yang bersahaja melalui puisi "Bulan Merah di Langit Kelabu", sementara Ria Santati membawa pembaca melakukan perjalanan batin yang sejuk lewat sederet puisi filosofis seperti "mencari tuhan", "hening", "i k h l a s", dan "pulang". Kombinasi karya mereka membuktikan bahwa menulis puisi bukan sekadar urusan merangkai kata-kata indah, melainkan sebuah metode penyembuhan jiwa yang efektif untuk menemukan kembali ketenangan di tengah riuhnya perubahan dunia.

Kesimpulan: Ruang Jeda yang Ringan untuk Merawat Kepekaan Nurani
Pada akhirnya, antologi "Mendamba Cinta" berhasil membuktikan bahwa puisi terbaik selalu lahir dari kejujuran rasa dalam memotret keseharian. Rangkaian bait yang disajikan oleh keenam isi kepala penulis yang berbeda ini dikemas menggunakan pilihan diksi yang sangat ringan, mengalir tanpa beban, tetapi memiliki kedalaman makna yang membumi tanpa harus terjebak dalam bahasa langit yang rumit.

Buku ini menjadi pilihan bacaan yang sangat menyegarkan, memberikan kehangatan kontemplatif bagi siapa saja. Sangat direkomendasikan bagi sesama rekan pengajar, pelajar yang sedang mengasah potensi literasi, serta para pecinta puisi Nusantara yang merindukan bait-bait bersahaja untuk menemani waktu santai di sore hari bersama secangkir teh hangat.


Daftar Isi

  • Kata Pengantar .... v
  • Daftar Isi .... vii
  • Mustawa Samha .... 1
  • Kau Tak Jua Muncul .... 2
  • Tegak .... 3
  • Rapuh .... 4
  • Bisu .... 5
  • Fikar W Eda .... 6
  • Dia masih belia .... 7
  • Cinta .... 8
  • Rindu .... 9
  • Tidak ada yang abadi .... 10
  • Engkau tiada .... 11
  • Muji Rahayu .... 12
  • Kidung Cinta .... 13
  • Cinta Itu Jingga .... 14
  • Cinta Oh Cinta .... 16
  • Pelajaran Cinta .... 18
  • Tentang Cinta .... 19
  • Tri Purwanto .... 20
  • Mengenalmu .... 21
  • Kasihmu kepadaku .... 22
  • Kelegaan .... 23
  • Maukah? .... 24
  • Bertemu Dirimu .... 25
  • Kasih Kita .... 26
  • Untukmu .... 27
  • Mari Warnai .... 28
  • Bersediakah Dirimu? .... 29
  • Marahlah .... 30
  • Dinar Puspita Ayu .... 31
  • Lejar Hati .... 32
  • Mendamba .... 33
  • Goresan Kata .... 34
  • Terista Aliya .... 35
  • Inspirasi .... 36
  • Nur Emika .... 37
  • Menunggu .... 38
  • Kasturi .... 39
  • Kerinduan .... 40
  • Sepi .... 41
  • Pasangan Jiwa .... 42
  • Neraca .... 43
  • Sang Inspirator .... 44
  • Bulan Merah di Langit Kelabu .... 45
  • Rasa .... 46
  • Paradigma .... 47
  • Ria Santati .... 48
  • mencari tuhan .... 49
  • hening .... 50
  • mencinta .... 51
  • pulang .... 52
  • menanti .... 53
  • jatuh cinta .... 54
  • namamu .... 55
  • harapan .... 56
  • u s a i .... 57
  • kalah perang .... 58
  • cinta dewa .... 59
  • i k h l a s .... 60
  • kepada pengelana .... 61
  • sebelum berakhir .... 62
  • tanpa tepi .... 63
  • simpang jalan .... 64
  • doa (1) .... 65
  • di musim hujan .... 66
  • aku mencintai hari minggu .... 67
  • doa (2) .... 68
  • Bodoh .... 69
  • somewhere out there .... 70