• Sandal Jepit John Dalton

    Cerpen

    Sandal Jepit John Dalton

    Refleksi moralitas harian, pergulatan spiritual batin, metafora romantisme bersahaja.

    10 cerita pendek realis yang secara jujur memotret paradoks keseharian, integritas moral, hingga ketangguhan jiwa di tengah dinamika sosial.

    Read More
  • Kisah Jesuit Senior Indonesia

    Kesetiaan

    Kisah Jesuit Senior Indonesia

    Biografi inspiratif dedikasi pelayanan para Jesuit senior.

    Merangkum keteladanan, pengorbanan, dan totalitas perjuangan para anggota Serikat Jesus dalam menggarap ladang iman tanah air.

    Read More
  • Rindu dalam Rinaimu

    Rinai

    Rindu dalam Rinaimu

    Elegi rindu, dedikasi pengabdian guru, dan refleksi sosial-humaniora urban.

    Menyulap metafora rintik hujan menjadi simfoni batin, kritik lingkungan, dan ruang katarsis para pendidik.

    Read More
  • Membangun Spiritualitas Keluarga

    Domestika

    Membangun Spiritualitas Keluarga

    Ecclesia Domestica, teologi sakramen perkawinan, dan resiliensi rohani.

    Membedah peta jalan taktis pemulihan keluarga Katolik menjadi benteng oase iman yang aktif menginjili di tengah disrupsi zaman modern.

    Read More

Mendamba Cinta

Mendamba Cinta: Kumpulan Puisi #29

Spesifikasi

Kode: 120028
Judul: Mendamba Cinta: Kumpulan Puisi #29
Penulis: Dinar Puspita Ayu, Muji Rahayu, Mustawa Samha, Nur Emika, Ria Santati, Tri Purwanto
Tahun Terbit: 2020
ISBN: 978-623-7421-07-8
Tebal: 82 (viii+74) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40.000

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!

Deskripsi

Mendamba Cinta – Simfoni Kerinduan, Katarsis Sunyi, dan Ziarah Jiwa Para Penjaga Aksara

Buku "Mendamba Cinta: Kumpulan Puisi #29" merupakan sebuah antologi sastra kolaboratif setebal 82 halaman yang lahir dari komitmen literasi yang kuat. Sebagai volume kedua puluh sembilan yang lahir dari rahim daya kreasi Komunitas Guru Menulis (KGM), antologi yang rampung digarap pada penghujung tahun 2019 ini menghimpun 62 puisi pilihan hasil goresan pena enam penyair bertalenta: Dinar Puspita Ayu, Muji Rahayu, Mustawa Samha, Nur Emika, Ria Santati, dan Tri Purwanto. Menggunakan tema universal yang paling dekat dengan batin manusia—yakni cinta dalam berbagai manifestasinya—para guru ini menyulap ruang harian dan kepenatan mengajar menjadi sebuah jembatan puitis yang sangat jujur, membumi, dan menyentuh empati pembaca.

Mosaik Penantian Sunyi, Filosofi Romansa, dan Ziarah Spiritual:

1. Elegi Penantian dan Labirin Rindu yang Mendalam:
Salah satu poros kekuatan emosional antologi ini terletak pada untaian bait karya Mustawa Samha yang bertajuk "Kau Tak Jua Muncul". Melalui puisi tersebut, pembaca diajak menyelami kecamuk rindu yang intens, yang digambarkan secara sportif lewat metafora alam seperti “anyir tanah”, “daun mahoni yang gugur terurai”, hingga momen ketika “purnama berubah pucat”. Mustawa berhasil memotret kondisi manusiawi ketika sebuah penantian panjang berubah menjadi sebuah kesunyian yang melelahkan. Gaya pencerahan yang disajikan terasa sangat organik, mewakili perasaan siapa saja yang pernah terjebak dalam palung keresahan harian akibat sebuah ketidakpastian.

2. Dialektika Rasa dan Warna-Warni Definisi Cinta:
Para penyair di dalam antologi ini secara lincah membedah esensi cinta keluar dari sekat romansa klise. Muji Rahayu hadir menawarkan perspektif segar lewat untaian sajaknya seperti "Cinta Itu Jingga" dan "Pelajaran Cinta", menegaskan bahwa rasa kasih adalah sebuah proses belajar yang dinamis. Pemikiran ini beresonansi manis dengan larik-larik Tri Purwanto yang hangat melalui "Mari Warnai" dan "Bersediakah Dirimu?", serta goresan Dinar Puspita Ayu dalam "Lejar Hati". Formula bahasa yang digunakan para penyair ini terasa ringan dan mengalir lancar, mengajak pembaca untuk sejenak melambat dan merenungkan kembali arti kehadiran orang lain di dalam hidup kita.

3. Spiritualitas Sunyi, Keikhlasan, dan Jalan Pulang Menuju Hati:
Warna emosional antologi ini semakin lengkap dan mendalam berkat sentuhan kontemplatif dari Nur Emika dan Ria Santati. Nur Emika melukiskan keteduhan batin yang bersahaja melalui puisi "Bulan Merah di Langit Kelabu", sementara Ria Santati membawa pembaca melakukan perjalanan batin yang sejuk lewat sederet puisi filosofis seperti "mencari tuhan", "hening", "i k h l a s", dan "pulang". Kombinasi karya mereka membuktikan bahwa menulis puisi bukan sekadar urusan merangkai kata-kata indah, melainkan sebuah metode penyembuhan jiwa yang efektif untuk menemukan kembali ketenangan di tengah riuhnya perubahan dunia.

Kesimpulan: Ruang Jeda yang Ringan untuk Merawat Kepekaan Nurani
Pada akhirnya, antologi "Mendamba Cinta" berhasil membuktikan bahwa puisi terbaik selalu lahir dari kejujuran rasa dalam memotret keseharian. Rangkaian bait yang disajikan oleh keenam isi kepala penulis yang berbeda ini dikemas menggunakan pilihan diksi yang sangat ringan, mengalir tanpa beban, tetapi memiliki kedalaman makna yang membumi tanpa harus terjebak dalam bahasa langit yang rumit.

Buku ini menjadi pilihan bacaan yang sangat menyegarkan, memberikan kehangatan kontemplatif bagi siapa saja. Sangat direkomendasikan bagi sesama rekan pengajar, pelajar yang sedang mengasah potensi literasi, serta para pecinta puisi Nusantara yang merindukan bait-bait bersahaja untuk menemani waktu santai di sore hari bersama secangkir teh hangat.

Daftar Isi

  • Kata Pengantar .... v
  • Daftar Isi .... vii
  • Mustawa Samha .... 1
  • Kau Tak Jua Muncul .... 2
  • Tegak .... 3
  • Rapuh .... 4
  • Bisu .... 5
  • Fikar W Eda .... 6
  • Dia masih belia .... 7
  • Cinta .... 8
  • Rindu .... 9
  • Tidak ada yang abadi .... 10
  • Engkau tiada .... 11
  • Muji Rahayu .... 12
  • Kidung Cinta .... 13
  • Cinta Itu Jingga .... 14
  • Cinta Oh Cinta .... 16
  • Pelajaran Cinta .... 18
  • Tentang Cinta .... 19
  • Tri Purwanto .... 20
  • Mengenalmu .... 21
  • Kasihmu kepadaku .... 22
  • Kelegaan .... 23
  • Maukah? .... 24
  • Bertemu Dirimu .... 25
  • Kasih Kita .... 26
  • Untukmu .... 27
  • Mari Warnai .... 28
  • Bersediakah Dirimu? .... 29
  • Marahlah .... 30
  • Dinar Puspita Ayu .... 31
  • Lejar Hati .... 32
  • Mendamba .... 33
  • Goresan Kata .... 34
  • Terista Aliya .... 35
  • Inspirasi .... 36
  • Nur Emika .... 37
  • Menunggu .... 38
  • Kasturi .... 39
  • Kerinduan .... 40
  • Sepi .... 41
  • Pasangan Jiwa .... 42
  • Neraca .... 43
  • Sang Inspirator .... 44
  • Bulan Merah di Langit Kelabu .... 45
  • Rasa .... 46
  • Paradigma .... 47
  • Ria Santati .... 48
  • mencari tuhan .... 49
  • hening .... 50
  • mencinta .... 51
  • pulang .... 52
  • menanti .... 53
  • jatuh cinta .... 54
  • namamu .... 55
  • harapan .... 56
  • u s a i .... 57
  • kalah perang .... 58
  • cinta dewa .... 59
  • i k h l a s .... 60
  • kepada pengelana .... 61
  • sebelum berakhir .... 62
  • tanpa tepi .... 63
  • simpang jalan .... 64
  • doa (1) .... 65
  • di musim hujan .... 66
  • aku mencintai hari minggu .... 67
  • doa (2) .... 68
  • Bodoh .... 69
  • somewhere out there .... 70

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!