• Terbaru

    3 Alinea Kisah

    Kisah nyata mengenai cinta, ayah, ibu, anak, ulang tahun dalam 3 alinea.

    Sebagian besar mungkin sekilas tampak sederhana dan biasa saja, tetapi menjadi begitu bermakna dan kaya setelah terolah oleh pergulatan hidup dan refleksi bersama waktu.

    Read More
  • Novel

    Sekar Ratri: Novel Basa Jawa

    Sekar Ratri: Novel Basa Jawa karya R.N.D Krisnawati

    Pengajeng-ajeng gesang tentrem ing bebrayan, kanyata mas Sutrisno nyimpen sejarahing gesang ingkang mboten ngremenaken. Getun lan keduwung damel peperangan ing batinipun.

    Read More
  • Puisi

    Dari Ladang Pintubesi ke Brankas Koperasi

    Kumpulan Puisi karya kolaborasi seorang petani dan karyawan koperasi.

    Petani dan karyawan koperasi bergelut dengan pekerjaan harian riil.

    Read More
  • Teologi

    Mewujudkan Keadilan & Kesetaraan Gender

    Mewujudkan Keadilan & Kesetaraan Gender dari Perspektif Gereja

    Laki-laki dan perempuan diciptakan secitra dengan Allah dan memiliki martabat yang sama.

    Read More

Secuil Kepingan

Secuil Kepingan: Kumpulan Puisi

Spesifikasi

Kode:120027
Judul:Secuil Kepingan: Kumpulan Puisi
Penulis:Ratna Agustina
Tahun Terbit:2019
ISBN:978-623-7421-06-1
eISBN:-
ISBN PDF:-
Tebal:112 (x+102) halaman
Harga:Rp50.000

Deskripsi

Secuil Kepingan – Ziarah Hati Dua Dasawarsa, Rekaman Momentum, dan Dialektika Rasa Keseharian

Buku "Secuil Kepingan: Kumpulan Puisi" merupakan sebuah antologi puisi tunggal setebal 112 halaman yang menyajikan sebuah perjalanan spiritual dan emosional yang sangat matang. Ditulis oleh Ratna Agustina, antologi ini merupakan sari pati dari permenungan batin sang penyair yang membentang sepanjang dua dasawarsa terakhir kehidupan pribadinya. Menghimpun 88 buah puisi pilihan, buku ini bertindak sebagai prasasti kata yang menangkap momen-momen harian yang bersahaja tetapi sarat makna. Penulis secara sportif memosisikan dirinya bukan sebagai pusat semesta, melainkan hanya sebagai "secuil kepingan" kecil dari megahnya fragmen kehidupan yang ia potret lewat kelembutan diksi yang membumi.

Mosaik Ragam Perenungan Melalui Lima Poros Estetis:

1. Percikan Momentum dan Kehangatan Domestik (Metamorfosis Seorang Ibu):
Bagian awal antologi ini membawa pembaca menyelami garis waktu kehidupan personal yang sangat menyentuh melalui tema Percikan Momentum. Ratna secara jujur merekam fase-fase penting dalam harian manusia lewat judul-judul magis seperti "Hari Pernikahan", "Mengandung", "Hari Ketika Aku Menjadi Ibu", hingga "Hari Lahirmu". Pencerahan harian yang dihadirkan terasa sangat hangat, mengajak pembaca menyadari bahwa momen transisi dari seorang wanita biasa menjadi seorang ibu adalah sebuah simfoni kehidupan yang luar biasa suci tanpa harus terjebak dalam metafora yang rumit.

2. Sabda Alam dan Pribadi Inspirasi yang Menggugah Empati:
Melangkah ke bagian selanjutnya, radar estetis Ratna bergeser pada keheningan kosmologis dalam kelompok tema Sabda Alam dan penghormatan kemanusiaan dalam Pribadi Inspirasi. Lewat judul-judul reflektif seperti "Dengarlah Angin Berbisik Kepadamu", "Sabda Kembang", "Ayahku", serta puisi penghormatan emosional bertajuk "Kartini Adalah", penulis mengajak pembaca untuk sejenak melambat. Ia mengingatkan kita untuk selalu takjub pada keindahan semesta harian serta belajar dari ketangguhan sosok-sosok terdekat yang memberi asupan energi positif bagi jiwa kita.

3. Gelora Cinta dan Analekta Kata (Dialektika Eksistensial dan Ruang Jeda):
Antologi ini ditutup dengan eksplorasi rasa yang dinamis melalui tema Gelora Cinta dan perenungan filosofis dalam Analekta Kata. Melalui puisi utama bertajuk "Secuil Kepingan", Ratna mengabarkan sebuah pencerahan batin yang sejuk: bahwa seberapa dalam sebuah memori bertahan, semuanya kembali pada bagaimana hati masing-masing individu menimbang dan mengukurnya. Pertanyaan eksistensial mengenai waktu, ruang, dan keikhlasan menghadapi takdir dikupas tuntas secara mengalir lancar lewat judul-judul berbobot seperti "Chaos dan Order", "Dimensi dalam Ruang Waktu", hingga kelembutan romansa dalam "Memandang Lelapmu".

Kesimpulan: Tempat Teduh untuk Merawat Kembali Kedamaian Jiwa
Pada akhirnya, antologi "Secuil Kepingan" berhasil membuktikan bahwa puisi yang bermutu tinggi lahir dari ketulusan dan konsistensi rasa dalam merawat ingatan. Formula bahasa yang disajikan oleh Ratna Agustina terasa sangat ringan, mengalir tanpa beban, namun memiliki daya pikat yang kuat untuk memeluk kerapuhan sekaligus merayakan ketangguhan jiwa manusia secara bersahaja.

Buku ini menjadi pilihan bacaan yang sangat menyegarkan dan memberikan kehangatan kontemplatif di kala senja. Sangat direkomendasikan bagi rekan sejawat pengajar, pelajar yang ingin mempelajari kedalaman makna sastra, serta seluruh pencinta literasi Nusantara yang merindukan bait-bait puitis yang jujur dan teduh untuk menemani waktu santai di sore hari bersama secangkir teh hangat.


Daftar Isi

  • Segurat Asa yang Tersemat .... v
  • Daftar Isi .... vi
  • Percikan Momentum .... 1
  • Simfoni Pagi .... 2
  • Elegi Minggu Pagi .... 3
  • Senja di Taman Kota .... 4
  • Hari Pernikahan .... 5
  • Mengandung .... 6
  • Hari Ketika Aku Menjadi Ibu .... 7
  • Hari Lahirmu .... 8
  • Merah Putih Ada di Hati Kami .... 9
  • Sambut Tahun Baru .... 10
  • Membaca Massal .... 11
  • Rinduku Berguru Bersamamu .... 12
  • Niat Nekat Berkat .... 13
  • Ketika Ada .... 14
  • Sadis .... 15
  • Mengapa Rasa Baru Kaurasa .... 16
  • Selamat Tinggal .... 17
  • Pembatas Buku Berpita Biru .... 18
  • Sabda Alam .... 19
  • Bulan Sabit .... 20
  • Bulan separuh .... 21
  • Cakrawala .... 22
  • Awang-Awang .... 23
  • Matahari .... 24
  • Bintang .... 25
  • Bulan .... 26
  • Dengarlah Angin Berbisik Kepadamu .... 27
  • Memandang Sawah .... 28
  • Sabda Kembang .... 29
  • Pribadi Inspirasi .... 30
  • Mengeja Nama .... 31
  • Ayahku .... 32
  • Ibuku .... 33
  • Ibu .... 34
  • Anakku .... 35
  • Sajak untuk Anakku .... 36
  • Berhenti untuk Takjub .... 37
  • Sebuah Nama yang Tidak Biasa .... 38
  • Kalian Membuatku Patah Hati .... 39
  • Dia dan Pena Hitamku .... 40
  • Sang Fotografer .... 42
  • Kartini Adalah .... 43
  • Kartini .... 44
  • Lihat Catat dan Ingatlah .... 45
  • Gelora Cinta .... 46
  • Anugerahilah Dirimu dengan Cinta .... 47
  • Realita Cinta .... 48
  • Jatuh Hati .... 49
  • Ksatria dari Antariksa .... 50
  • Kunci Hati .... 51
  • Langit Senja dan Kekasihku .... 52
  • Infiltrasimu .... 53
  • Merindukanmu .... 54
  • Ruang Rindu .... 55
  • Senandung Rindu .... 56
  • Ketika Bersua .... 57
  • Di Bawah Naungan Langit Biru .... 58
  • Mahar Cinta .... 59
  • Janji Hati .... 61
  • Tentang Kita .... 62
  • Memandang Lelapmu .... 63
  • Pujanggaku .... 64
  • Lelaki Penyokongku .... 65
  • Analekta Kata .... 66
  • Waktu Teduh .... 67
  • Kesendirian .... 68
  • Chaos dan Order .... 69
  • Sepasang Sayap di Punggungmu .... 70
  • Layang-layang .... 72
  • Prasangka .... 73
  • Semasa .... 74
  • Cermin .... 75
  • Tragedi Cermin .... 76
  • Yang Tidak Tak Terbatas .... 77
  • Gelap Terang Hidup .... 78
  • Secuil Kepingan .... 79
  • Saatnya Mendengarkan .... 80
  • Kadang Kala .... 81
  • Pancaindrawi .... 82
  • Seiring Tajamnya Indra .... 84
  • Pada Sebuah Kerinduan .... 85
  • Untuk Sebuah Perubahan .... 86
  • Dunia Penuh Lagu .... 88
  • Terbanglah .... 90
  • Kau .... 91
  • Seiring .... 92
  • Kepak Sayapmu .... 93
  • Dimensi dalam Ruang Waktu .... 94
  • Bersiaplah untuk Sebuah Jawaban .... 95
  • Jawabku .... 97
  • Jejak Kehidupan .... 98
  • Hanyalah Sebuah Anugerah .... 99
  • Jika Puisi Mengingatkanmu Kepadaku .... 100
  • Tentang Penulis .... 101