• Terbaru

    3 Alinea Kisah

    Kisah nyata mengenai cinta, ayah, ibu, anak, ulang tahun dalam 3 alinea.

    Sebagian besar mungkin sekilas tampak sederhana dan biasa saja, tetapi menjadi begitu bermakna dan kaya setelah terolah oleh pergulatan hidup dan refleksi bersama waktu.

    Read More
  • Novel

    Sekar Ratri: Novel Basa Jawa

    Sekar Ratri: Novel Basa Jawa karya R.N.D Krisnawati

    Pengajeng-ajeng gesang tentrem ing bebrayan, kanyata mas Sutrisno nyimpen sejarahing gesang ingkang mboten ngremenaken. Getun lan keduwung damel peperangan ing batinipun.

    Read More
  • Puisi

    Dari Ladang Pintubesi ke Brankas Koperasi

    Kumpulan Puisi karya kolaborasi seorang petani dan karyawan koperasi.

    Petani dan karyawan koperasi bergelut dengan pekerjaan harian riil.

    Read More
  • Teologi

    Mewujudkan Keadilan & Kesetaraan Gender

    Mewujudkan Keadilan & Kesetaraan Gender dari Perspektif Gereja

    Laki-laki dan perempuan diciptakan secitra dengan Allah dan memiliki martabat yang sama.

    Read More

Pulang ke Rahim Ibu

Pulang ke Rahim Ibu: Kumpulan Puisi KGM #28

Spesifikasi

Kode:120026
Judul:Pulang ke Rahim Ibu: Kumpulan Puisi KGM #28
Penulis:Amri Sahaja, Ening Yuni Soleh Astuti, Marfidah, Mariunity Destiny, Pujarsono, Rahayu, Rahmat Ridwan, Wakidi Kirjo Karsinadi, Yanti Rosa
Tahun Terbit:2019
ISBN:978-623-7421-05-4
eISBN:-
ISBN PDF:-
Tebal:86 (viii+78) halaman
Harga:Rp40.000

Deskripsi

Pulang ke Rahim Ibu – Prasasti Kehangatan Domestik, Jeda Meditatif, dan Catatan Jiwa Kaum Pendidik

Buku "Pulang ke Rahim Ibu: Kumpulan Puisi KGM #28" merupakan sebuah antologi sastra kolaboratif setebal 86 halaman yang menyajikan ziarah batin yang intim, jujur, dan mendalam. Sebagai volume kedua puluh delapan yang lahir dari rahim daya kreasi Komunitas Guru Menulis (KGM), antologi yang rampung digarap pada penghujung tahun 2019 ini menghimpun 51 puisi pilihan hasil goresan pena sembilan penyair bertalenta: Amri Sahaja, Ening Yuni Soleh Astuti, Marfidah, Mariunity Destiny, Pujarsono, Rahmat Ridwan, Wakidi Kirjo Karsinadi, Yanti Rosa, dan Muji Rahayu. Menggunakan metafora "rahim ibu" sebagai simbol pamungkas dari rasa aman dan ketenangan absolut, para guru ini berhasil menyulap ruang harian mereka menjadi sebuah tempat teduh untuk merawat kepekaan nurani di tengah riuhnya perubahan dunia.

Mosaik Kerinduan Rumah, Kritik Humaniora, dan Pencerahan Spiritual:

1. Elegi Badai Kehidupan dan Kepasrahan Bersahaja pada Rahim Ibu:
Poros kekuatan utama antologi ini berakar pada puisi utama bertajuk "pulang ke rahim ibu" karya Rahmat Ridwan. Ditulis pada September 2019, puisi ini memotret secara sportif realitas psikologis manusia modern yang didera kekhawatiran, carut-marut, dan kekacauan hidup. Rahmat menawarkan sebuah pencerahan harian yang sangat sejuk; ketika dunia luar menjelma menjadi badai yang menakutkan, ingatan kolektif akan kasih sayang seorang ibu bertindak sebagai jangkar emosional yang paling aman. Keinginan imajiner untuk "berbalik menjelma janin" menjadi simbol kerinduan manusia akan kemurnian cinta yang tulus dan tanpa syarat.

2. Radar Sosial-Kemanusiaan dan Sketsa Keprihatinan Generasi:
Sebagai karya yang lahir dari tangan para pendidik, buku ini juga memiliki radar pengamatan yang tajam terhadap dinamika sosial di luar ruang kelas. Ening Yuni Soleh Astuti secara berani menyisipkan pesan moral harian lewat puisi bertajuk "Narkoba", bersanding dengan catatan kebangsaan karya Pujarsono dalam "Sumpah Pemuda" dan "Kumpulan Puisi Oktober". Kehadiran tema-tema ini membuktikan bahwa para penyair KGM tidak sedang bersembunyi di balik menara gading romansa, melainkan aktif merekam, mengkritik, sekaligus mendoakan keselamatan masa depan generasi bangsa melalui kekuatan diksi yang membumi.

3. Falsafah Hidup yang Bersahaja dan Seni Menemukan Kebahagiaan Mini:
Warna emosional antologi ini ditutup dengan keindahan kontemplatif yang mengalir lancar dari para penyair lainnya. Amri Sahaja mengajak pembaca meramu "Segelas Kebahagiaan", sementara Wakidi Kirjo Karsinadi merenungkan hakikat eksistensi lewat "Manusia Tanah". Kombinasi puisi dari Yanti Rosa, Marfidah, dan Muji Rahayu mempertegas bahwa kebahagiaan sejati sering kali hadir dari hal-hal mikro di sekitar kita—mulai dari rintik hujan harian, aroma secangkir kopi rindu, hingga sapaan hangat mentari pagi. Semuanya dibingkai dengan formula bahasa yang sangat ringan, membuat pembaca mudah larut dalam empati tanpa harus terjebak dalam penggunaan kata yang rumit.

Kesimpulan: Ruang Jeda yang Ringan untuk Memulihkan Jiwa yang Lelah
Pada akhirnya, antologi "Pulang ke Rahim Ibu" berhasil membuktikan bahwa menulis puisi adalah salah satu metode katarsis terbaik untuk menjaga keseimbangan batin di sela kesibukan mengajar yang padat. Jalinan kata dari sembilan kepala penulis yang berbeda ini dikemas menggunakan pilihan diksi yang mengalir tanpa beban, hangat, dan membumi.

Buku ini menjadi pilihan bacaan yang sangat menyegarkan, menawarkan kehangatan kontemplatif bagi siapa saja. Sangat direkomendasikan bagi sesama rekan pengajar, pelajar yang sedang mendalami estetika sastra, serta para pecinta puisi Nusantara yang merindukan bait-bait puitis bersahaja untuk menemani waktu santai di sore hari bersama secangkir teh hangat.


Daftar Isi

  • Kata Pengantar .... v
  • Daftar Isi .... vii
  • Mariunity Destiny .... 1
  • Sorak XXVI .... 2
  • Penggugah Sunyi .... 3
  • Sesal Tanpa Salam .... 4
  • Harap .... 5
  • Bunga dan Tuan .... 6
  • Yanti Rosa .... 7
  • Rindu Kamu .... 8
  • Cinta Kuncinya .... 10
  • Mawar .... 11
  • Kemandirian .... 12
  • Kenyataan Hidup .... 13
  • Nikmat yang Meranggas .... 14
  • Ening Yuni Soleh Astuti .... 15
  • Monolog Fajar .... 16
  • Hujan .... 18
  • Tentang Seseorang .... 19
  • Jejak dalam Angkasa .... 20
  • Peluk .... 21
  • Narkoba .... 22
  • Surat untuk Bapak .... 23
  • Marfidah .... 24
  • Rindu .... 25
  • Rasa Jiwa .... 26
  • Berita .... 27
  • Nada .... 28
  • Pemetik madu .... 29
  • Rahmat Ridwan .... 30
  • pesan ibu .... 31
  • pulang ke rahim ibu .... 32
  • doa untuk kekhawatiran .... 33
  • tuhan sedang mengintip .... 34
  • anak jiwa .... 35
  • Amri Sahaja .... 36
  • Sketsa Impian .... 37
  • Inginkan Bahagia .... 38
  • Inilah Kehidupan .... 39
  • Hujan di Tengah Hari .... 41
  • Impian Dalam Ingatan .... 42
  • Segelas Kebahagiaan .... 44
  • Rahayu .... 45
  • Kembali Sepi .... 46
  • Sebatas Angan .... 47
  • Ku Ingin Kau Tetap di Sini .... 48
  • Selamat Pagi Mentari .... 49
  • Hanya Cinta .... 50
  • Pujarsono .... 51
  • Diam .... 52
  • Doa di Atas Pusara .... 53
  • Gadis Pemanggul Mawar .... 54
  • Kuncup Kemuning .... 56
  • Subuh: Hari yang Perawan .... 57
  • Secangkir Kopi Rindu .... 58
  • Kumpulan Puisi Oktober .... 59
  • Sumpah Pemuda .... 60
  • Wakidi Kirjo Karsinadi .... 61
  • menulis di tanah .... 62
  • Manusia Tanah .... 66
  • 3 pertanyaan cinta .... 67
  • sepeda .... 72