• Terbaru

    3 Alinea Kisah

    Kisah nyata mengenai cinta, ayah, ibu, anak, ulang tahun dalam 3 alinea.

    Sebagian besar mungkin sekilas tampak sederhana dan biasa saja, tetapi menjadi begitu bermakna dan kaya setelah terolah oleh pergulatan hidup dan refleksi bersama waktu.

    Read More
  • Novel

    Sekar Ratri: Novel Basa Jawa

    Sekar Ratri: Novel Basa Jawa karya R.N.D Krisnawati

    Pengajeng-ajeng gesang tentrem ing bebrayan, kanyata mas Sutrisno nyimpen sejarahing gesang ingkang mboten ngremenaken. Getun lan keduwung damel peperangan ing batinipun.

    Read More
  • Puisi

    Dari Ladang Pintubesi ke Brankas Koperasi

    Kumpulan Puisi karya kolaborasi seorang petani dan karyawan koperasi.

    Petani dan karyawan koperasi bergelut dengan pekerjaan harian riil.

    Read More
  • Teologi

    Mewujudkan Keadilan & Kesetaraan Gender

    Mewujudkan Keadilan & Kesetaraan Gender dari Perspektif Gereja

    Laki-laki dan perempuan diciptakan secitra dengan Allah dan memiliki martabat yang sama.

    Read More

Menjemput Senja di Palu Donggala

Menjemput Senja di Palu Donggala: Kumpulan Puisi November 2018

Spesifikasi

Kode:120010
Judul:Menjemput Senja di Palu Donggala: Kumpulan Puisi November 2018
Penulis:Aris Trapsilowati, Elisabeth Risa Kurniastuti, Erma Lidyawati, Hermanus Tahu Seran, Landriani Nurdin, Liza Lestari, Misdianto, Nelda Wita, Nining, Pulpawati, Raudhoh Naratiba, Rifkiyati Hafifah, Yanti Mariyani
Tahun Terbit:2018
ISBN:978-602-53561-1-7
eISBN:-
ISBN PDF:-
Tebal:86 (viii+78) halaman
Harga:Rp40.000

Deskripsi

“Ketika bumi berguncang, yang tersisa bukan hanya reruntuhan—tetapi juga doa, air mata, dan harapan manusia.”

Menjemput Senja di Palu Donggala adalah kumpulan puisi yang lahir dari duka, kepedihan, dan keteguhan hati menghadapi tragedi kemanusiaan. Melalui bait-bait yang jujur dan menggugah, buku ini merekam luka kolektif bangsa atas bencana gempa dan tsunami Palu-Donggala, sekaligus menghadirkan harapan bahwa manusia selalu memiliki kekuatan untuk bangkit dari kehancuran.

Ditulis oleh 13 guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Menulis, buku ini menghadirkan 60 puisi yang memotret berbagai sisi kehidupan setelah bencana: kehilangan keluarga, tangisan ibu pertiwi, ketakutan, kesunyian, doa, solidaritas, hingga harapan untuk kembali menata hidup. Setiap puisi terasa seperti kesaksian batin yang lahir dari empati mendalam terhadap tragedi yang mengguncang Indonesia.

Melalui puisi-puisi seperti Menjemput Senja di Palu Donggala, Tangis Donggala, Indonesia Berduka, Kota Mati, Tragedi Penghujung September, hingga Tangisan Palu dan Donggala, pembaca diajak merasakan bagaimana bencana tidak hanya menghancurkan bangunan, tetapi juga mengguncang hati manusia. Namun di balik duka itu, buku ini juga menghadirkan semangat kemanusiaan, kepedulian, dan kekuatan untuk tetap bertahan.

Tidak hanya berbicara tentang bencana, buku ini juga memuat refleksi tentang kehidupan, cinta, pengabdian, kerinduan, dan hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Bahasa yang sederhana namun penuh emosi membuat setiap puisi terasa dekat dan nyata, seolah pembaca ikut hadir di tengah kepanikan, kehilangan, dan harapan yang tumbuh perlahan setelah tragedi.

Menjemput Senja di Palu Donggala bukan sekadar kumpulan puisi, melainkan catatan kemanusiaan tentang bagaimana manusia menghadapi luka dan belajar bangkit bersama. Buku ini cocok bagi pecinta sastra, penikmat puisi reflektif, pendidik, maupun siapa saja yang ingin memahami bahwa di balik setiap bencana selalu ada kisah tentang cinta, kepedulian, dan kekuatan hati manusia.

Karena pada akhirnya, bahkan di senja paling kelam sekalipun, manusia tetap berusaha menjemput cahaya harapan.


Daftar Isi

  • Kata Pengantar .... v
  • Daftar Isi .... vii
  • Aris Trapsilowati .... 1
  • Senja Pagi .... 2
  • Bangkit .... 3
  • Aku Tidak Dungu .... 4
  • Bunda Tersayang .... 5
  • Landriani Nurdin .... 6
  • Rajut Asa .... 7
  • Dengar Rasaku .... 8
  • Aku Impianmu .... 9
  • Sekolahku .... 10
  • Pengabdianku .... 11
  • Pulpawati .... 12
  • Menjemput Senja di Palu Donggala .... 13
  • Berakhir .... 15
  • Siapakah Kita Ini .... 16
  • Lebih Mengerti .... 16
  • Pasrah 1 .... 17
  • Rifkiyati Hafifah .... 18
  • Menatap Bayangan Semu .... 19
  • Kelabut yang Merona .... 20
  • Misdianto .... 21
  • Berpayung pada Ilahi .... 22
  • Murka .... 23
  • Yanti Mariyani .... 24
  • Kehilangan .... 25
  • Rasa Ini .... 26
  • Menggenggam Manjapada .... 27
  • Lelah Tuk Lillah .... 28
  • Tak Tergambarkan .... 29
  • Nining .... 30
  • Senja yang Hilang .... 31
  • Duka Kotaku .... 32
  • Kota Mati .... 33
  • Tragedi Penghujung September .... 34
  • Cerita Senja .... 35
  • Refleksi Diri .... 36
  • Sandiwara .... 37
  • Mengejar Matahari .... 38
  • Hermanus Tahu Seran .... 39
  • Menjemput Senja di Palu Donggala .... 40
  • Untukmu Sahabatku .... 41
  • Secercah Harapan .... 42
  • Entahlah .... 43
  • Raudhoh Naratiba .... 44
  • Penghantar Hujan .... 45
  • Maaf ... Setengah Hati .... 46
  • Kisah Jam Pasir .... 47
  • Penjelajah Masa .... 48
  • Belenggu Hidup .... 49
  • Hati yang Menari-nari .... 50
  • Nelda Wita .... 51
  • Indonesia Berduka .... 52
  • Bencana .... 53
  • Tangis Donggala .... 54
  • Terkubur .... 55
  • Elisabeth Risa Kurniastuti .... 56
  • Tanya .... 57
  • Kopi Senja .... 58
  • Kupanggil Kau Rindu .... 59
  • Barisan Sunyi .... 60
  • Nyanyian Alam .... 61
  • Erma Lidyawati .... 62
  • Tangisan Ibu Pertiwi .... 63
  • Angkuh .... 64
  • Mengulang Duka .... 65
  • Bagai Sepotong Kertas Kecil .... 66
  • Kesombongan .... 67
  • Liza Lestari .... 68
  • Rapuh .... 69
  • Karena Kita Indonesia .... 70
  • Aku Memilih Diam .... 71
  • Tangisan Palu dan Donggala .... 72
  • Cinta Untuk Muridku .... 73