• Humanitas

    Melangkah Maju Menebar Kasih

    Dedikasi nakes pedalaman, inklusi sosial ODGJ, dan spiritualitas pelayanan.

    Merekam perjuangan heroisme tenaga kesehatan Puskesmas Hewokloang menembus batas geografis dan stigma demi memanusiakan sesama.

    Read More
  • Texts

    Descriptive Recount Texts

    Antologi teks otentik interaktif, penguasaan tenses dasar.

    Meramu lebih dari 60 teks kontekstual untuk mengakselerasi pemahaman siswa SMP dalam menguasai genre deskriptif dan kronologis.

    Read More
  • Cerpen

    Kumpulan Cerpen Kehidupan

    Potret konflik domestik harian, resiliensi akar rumput, dan disrupsi gawai modern.

    Menghadirkan sembilan cerpen realis yang jujur dalam menangkap memori kolektif pandemi, luka psikologis keluarga, hingga benturan budaya digital.

    Read More
  • Takaran

    Menyukat Kesemenjanaan Kita

    Pandemi adalah cermin retak yang memaksa kita mengukur ulang standar kemanusiaan.

    Menguliti ketangguhan moral, kreativitas, dan keruntuhan ego manusia saat dihajar krisis global.

    Read More

Sepotong Bulan Bertengger di Balik Jendela

Sepotong Bulan Bertengger di Balik Jendela: Kumpulan Puisi Oktober 2018 #2

Spesifikasi

Kode: 120003
Judul: Sepotong Bulan Bertengger di Balik Jendela: Kumpulan Puisi Oktober 2018 #2
Penulis: Lodevika Endang Sulastri, Tyas Rahmani Anggaraningsih, Ratna Agustina
Tahun Terbit: 2018
ISBN: 978-602-53059-2-4
eISBN: -
ISBN PDF: -
Tebal: 86 (viii+78) halaman
Harga: Rp40.000

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku !

Deskripsi

“Kadang, kerinduan paling sunyi hanya mampu berbicara lewat puisi.”

Sepotong Bulan Bertengger di Balik Jendela adalah kumpulan puisi yang lahir dari keheningan, doa, cinta, kenangan, dan pergulatan hati manusia dalam memaknai hidup. Melalui bait-bait yang lembut dan penuh perasaan, buku ini mengajak pembaca menyelami ruang batin yang sering kali tak sanggup diungkapkan oleh percakapan biasa.

Ditulis oleh tiga guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Menulis, buku ini menghadirkan 65 puisi dengan nuansa yang kaya: spiritualitas, keluarga, pendidikan, cinta, kerinduan, kehilangan, hingga refleksi tentang perjalanan hidup. Setiap puisi hadir seperti potongan cahaya di tengah gelap malam—menenangkan, hangat, sekaligus menggugah kesadaran pembaca tentang arti kasih, harapan, dan keteguhan hati.

Melalui puisi-puisi seperti Sepotong Bulan Bertengger di Balik Jendela, Tanyaku pada Tuhan, Peluklah Aku Tuhan, Kau Ajari Aku untuk Berliterasi, Selamat Pagi Pendidikan, hingga Sajak untuk Anakku, pembaca akan menemukan kedekatan emosi yang tulus dan sangat manusiawi. Ada kerinduan seorang anak kepada ayahnya, doa-doa yang lirih, kegelisahan akan kehidupan, hingga cinta yang tumbuh dalam kesederhanaan sehari-hari.

Buku ini juga memperlihatkan bagaimana profesi guru tidak hanya melahirkan ilmu, tetapi juga kepekaan rasa dan kedalaman makna. Karena itu, puisi-puisi di dalamnya terasa jujur, hangat, dan dekat dengan pengalaman banyak orang. Bahasa yang digunakan sederhana, tetapi sarat simbol dan refleksi yang membekas di hati.

Sepotong Bulan Bertengger di Balik Jendela cocok dibaca oleh pecinta sastra, penikmat puisi reflektif, pendidik, maupun siapa saja yang tengah mencari ketenangan dan makna di tengah hiruk-pikuk kehidupan. Buku ini bukan sekadar kumpulan puisi, melainkan teman sunyi yang menemani pembaca memandang hidup dari sisi yang lebih peka dan mendalam.

Karena terkadang, di balik jendela yang sunyi dan malam yang panjang, ada sepotong cahaya yang diam-diam mengajarkan kita cara bertahan, mencintai, dan pulang pada diri sendiri.

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku !

Daftar Isi

  • Kata Pengantar .... v
  • Daftar Isi .... vii
  • Ludovika Endang Sulastri .... 1
  • Dari Gunung Tabor ke Kalvari .... 2
  • Tanyaku pada Tuhan .... 3
  • Melayang .... 4
  • Sejenak lewat .... 5
  • Bawakan seteguk mimpi .... 6
  • Nostalgi ... .... 6
  • Obsesi .... 7
  • Memburu waktu .... 8
  • Jatuh cinta lagi ... .... 9
  • Mataku pandang Cahaya-Mu .... 10
  • Kidung Cinta dan Hosea .... 11
  • Kebenaran ...? .... 12
  • Pasca tahun baru (2008) .... 13
  • Datanglah Sang Cahaya .... 14
  • Allah yang mengasihi .... 15
  • Di Hati-Mu .... 16
  • Tuhanlah Gembalaku .... 17
  • Beri Aku Hidup .... 18
  • Pulanglah .... 19
  • Pulang pada Hati .... 20
  • Rindu .... 21
  • Tapi Siapa .... 22
  • Angelus .... 24
  • Peluklah Aku Tuhan .... 25
  • Sepotong bulan bertengger di balik jendela .... 26
  • Tyas Rahmani Anggaraningsih .... 27
  • Kau Ajari Aku untuk Berliterasi .... 28
  • Inspirasi yang Terkubur .... 30
  • Satu Ayat Untukmu .... 32
  • Kinanti Anak Negeri .... 34
  • Selamat Pagi Pendidikan .... 36
  • Sajak Irama Pagi .... 38
  • Puisi Bingung .... 40
  • Jembatan Keledai dan Rumus Bahasa .... 42
  • Tragedi Jumat Pagi .... 44
  • Pesan Ananda .... 45
  • Tamu Pelangi di Malam Hari .... 46
  • Syair Sepotong Rindu .... 48
  • Dua Srikandi .... 49
  • Epifora Cinta .... 50
  • Transaksi .... 51
  • Negeri Mimpi .... 52
  • Kehilangan .... 53
  • Jalan Pulang .... 54
  • Lelaki yang Punya Usia .... 55
  • Merindu dalam Doa .... 56
  • Ratna Agustina .... 57
  • Terbanglah .... 58
  • Kau .... 58
  • Seiring .... 59
  • Kepak Sayapmu .... 59
  • Lihat Catat dan Ingatlah .... 60
  • Ketika Bersua .... 61
  • Langit Senja dan Kekasihku .... 61
  • Hari Pernikahan .... 62
  • Hari Lahirmu .... 63
  • Sajak untuk Anakku .... 64
  • Selamat Tinggal .... 65
  • Yang Tidak Tak Terbatas .... 66
  • Cermin .... 67
  • Kunci Hati .... 68
  • Mengeja Nama .... 69
  • Secuil Kepingan .... 69
  • Membaca Massal .... 70
  • Kartini Adalah .... 71
  • Semasa .... 72
  • Prasangka .... 73

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku !