• Terbaru

    3 Alinea Kisah

    Kisah nyata mengenai cinta, ayah, ibu, anak, ulang tahun dalam 3 alinea.

    Sebagian besar mungkin sekilas tampak sederhana dan biasa saja, tetapi menjadi begitu bermakna dan kaya setelah terolah oleh pergulatan hidup dan refleksi bersama waktu.

    Read More
  • Novel

    Sekar Ratri: Novel Basa Jawa

    Sekar Ratri: Novel Basa Jawa karya R.N.D Krisnawati

    Pengajeng-ajeng gesang tentrem ing bebrayan, kanyata mas Sutrisno nyimpen sejarahing gesang ingkang mboten ngremenaken. Getun lan keduwung damel peperangan ing batinipun.

    Read More
  • Puisi

    Dari Ladang Pintubesi ke Brankas Koperasi

    Kumpulan Puisi karya kolaborasi seorang petani dan karyawan koperasi.

    Petani dan karyawan koperasi bergelut dengan pekerjaan harian riil.

    Read More
  • Teologi

    Mewujudkan Keadilan & Kesetaraan Gender

    Mewujudkan Keadilan & Kesetaraan Gender dari Perspektif Gereja

    Laki-laki dan perempuan diciptakan secitra dengan Allah dan memiliki martabat yang sama.

    Read More

Sepotong Bulan Bertengger di Balik Jendela

Sepotong Bulan Bertengger di Balik Jendela: Kumpulan Puisi Oktober 2018 #2

Spesifikasi

Kode:120003
Judul:Sepotong Bulan Bertengger di Balik Jendela: Kumpulan Puisi Oktober 2018 #2
Penulis:Lodevika Endang Sulastri, Tyas Rahmani Anggaraningsih, Ratna Agustina
Tahun Terbit:2018
ISBN:978-602-53059-2-4
eISBN:-
ISBN PDF:-
Tebal:86 (viii+78) halaman
Harga:Rp40.000

Deskripsi

“Kadang, kerinduan paling sunyi hanya mampu berbicara lewat puisi.”

Sepotong Bulan Bertengger di Balik Jendela adalah kumpulan puisi yang lahir dari keheningan, doa, cinta, kenangan, dan pergulatan hati manusia dalam memaknai hidup. Melalui bait-bait yang lembut dan penuh perasaan, buku ini mengajak pembaca menyelami ruang batin yang sering kali tak sanggup diungkapkan oleh percakapan biasa.

Ditulis oleh tiga guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Menulis, buku ini menghadirkan 65 puisi dengan nuansa yang kaya: spiritualitas, keluarga, pendidikan, cinta, kerinduan, kehilangan, hingga refleksi tentang perjalanan hidup. Setiap puisi hadir seperti potongan cahaya di tengah gelap malam—menenangkan, hangat, sekaligus menggugah kesadaran pembaca tentang arti kasih, harapan, dan keteguhan hati.

Melalui puisi-puisi seperti Sepotong Bulan Bertengger di Balik Jendela, Tanyaku pada Tuhan, Peluklah Aku Tuhan, Kau Ajari Aku untuk Berliterasi, Selamat Pagi Pendidikan, hingga Sajak untuk Anakku, pembaca akan menemukan kedekatan emosi yang tulus dan sangat manusiawi. Ada kerinduan seorang anak kepada ayahnya, doa-doa yang lirih, kegelisahan akan kehidupan, hingga cinta yang tumbuh dalam kesederhanaan sehari-hari.

Buku ini juga memperlihatkan bagaimana profesi guru tidak hanya melahirkan ilmu, tetapi juga kepekaan rasa dan kedalaman makna. Karena itu, puisi-puisi di dalamnya terasa jujur, hangat, dan dekat dengan pengalaman banyak orang. Bahasa yang digunakan sederhana, tetapi sarat simbol dan refleksi yang membekas di hati.

Sepotong Bulan Bertengger di Balik Jendela cocok dibaca oleh pecinta sastra, penikmat puisi reflektif, pendidik, maupun siapa saja yang tengah mencari ketenangan dan makna di tengah hiruk-pikuk kehidupan. Buku ini bukan sekadar kumpulan puisi, melainkan teman sunyi yang menemani pembaca memandang hidup dari sisi yang lebih peka dan mendalam.

Karena terkadang, di balik jendela yang sunyi dan malam yang panjang, ada sepotong cahaya yang diam-diam mengajarkan kita cara bertahan, mencintai, dan pulang pada diri sendiri.


Daftar Isi

  • Kata Pengantar .... v
  • Daftar Isi .... vii
  • Ludovika Endang Sulastri .... 1
  • Dari Gunung Tabor ke Kalvari .... 2
  • Tanyaku pada Tuhan .... 3
  • Melayang .... 4
  • Sejenak lewat .... 5
  • Bawakan seteguk mimpi .... 6
  • Nostalgi ... .... 6
  • Obsesi .... 7
  • Memburu waktu .... 8
  • Jatuh cinta lagi ... .... 9
  • Mataku pandang Cahaya-Mu .... 10
  • Kidung Cinta dan Hosea .... 11
  • Kebenaran ...? .... 12
  • Pasca tahun baru (2008) .... 13
  • Datanglah Sang Cahaya .... 14
  • Allah yang mengasihi .... 15
  • Di Hati-Mu .... 16
  • Tuhanlah Gembalaku .... 17
  • Beri Aku Hidup .... 18
  • Pulanglah .... 19
  • Pulang pada Hati .... 20
  • Rindu .... 21
  • Tapi Siapa .... 22
  • Angelus .... 24
  • Peluklah Aku Tuhan .... 25
  • Sepotong bulan bertengger di balik jendela .... 26
  • Tyas Rahmani Anggaraningsih .... 27
  • Kau Ajari Aku untuk Berliterasi .... 28
  • Inspirasi yang Terkubur .... 30
  • Satu Ayat Untukmu .... 32
  • Kinanti Anak Negeri .... 34
  • Selamat Pagi Pendidikan .... 36
  • Sajak Irama Pagi .... 38
  • Puisi Bingung .... 40
  • Jembatan Keledai dan Rumus Bahasa .... 42
  • Tragedi Jumat Pagi .... 44
  • Pesan Ananda .... 45
  • Tamu Pelangi di Malam Hari .... 46
  • Syair Sepotong Rindu .... 48
  • Dua Srikandi .... 49
  • Epifora Cinta .... 50
  • Transaksi .... 51
  • Negeri Mimpi .... 52
  • Kehilangan .... 53
  • Jalan Pulang .... 54
  • Lelaki yang Punya Usia .... 55
  • Merindu dalam Doa .... 56
  • Ratna Agustina .... 57
  • Terbanglah .... 58
  • Kau .... 58
  • Seiring .... 59
  • Kepak Sayapmu .... 59
  • Lihat Catat dan Ingatlah .... 60
  • Ketika Bersua .... 61
  • Langit Senja dan Kekasihku .... 61
  • Hari Pernikahan .... 62
  • Hari Lahirmu .... 63
  • Sajak untuk Anakku .... 64
  • Selamat Tinggal .... 65
  • Yang Tidak Tak Terbatas .... 66
  • Cermin .... 67
  • Kunci Hati .... 68
  • Mengeja Nama .... 69
  • Secuil Kepingan .... 69
  • Membaca Massal .... 70
  • Kartini Adalah .... 71
  • Semasa .... 72
  • Prasangka .... 73