Deskripsi
Dalam masyarakat yang semakin terbuka dan kompleks seperti sekarang, perbincangan tentang kesetaraan gender tak lagi menjadi wacana pinggiran, melainkan menjadi bagian penting dari pembentukan tatanan sosial yang adil dan inklusif. Melalui pendekatan sastra dan kajian budaya, buku ini mencoba menghadirkan perspektif historis dan kultural mengenai peran gender dalam masyarakat Jawa. Dengan demikian, pembaca diajak untuk melihat bahwa ketimpangan gender bukanlah persoalan yang berdiri sendiri, melainkan berakar dari sistem nilai dan struktur sosial yang telah berlangsung lama.Novel Belenggu tidak hanya menyampaikan kisah cinta, tetapi juga menggambarkan kegelisahan eksistensial dan konflik batin karena nilai-nilai sosial. Belenggu menggambarkan benturan antara tradisi dan modernitas, mirip dengan tantangan yang dihadapi masyarakat sekarang dalam menerima teknologi.
Daftar Isi Kata Pengantar ~ v
Daftar Isi ~ vii
Pendahuluan: Mengapa Menganalisis Perbedaan Gender dalam Novel Belenggu? ~ 1
Tinjauan Pustaka Novel Belenggu ~ 7
Penolakan terhadap Novel Belenggu ~ 7
Tanggapan Positif terhadap Novel Belenggu ~ 8
Latar Belakang Munculnya Novel Belenggu ~ 9
Hubungan Intertektualitas Belenggu, Siti Nurbaya, dan Layar Terkembang ~ 11
Pendekatan Sosiologis dan Analisis Struktural Karya Sastra ~ 15
Relevansi Pendekatan Sosiologis terhadap Telaah Karya Sastra ~ 16
Sosiologi Sastra ~ 18
Pemilihan Metode Kualitatif ~ 20
Analisis Struktural ~ 21
Tahapan Kajian ~ 23
Konsep Gender di Masyarakat Jawa ~ 24
Konsep Gender ~ 24
Perbedaan Konsep Jenis Kelamin dan Konsep Gender ~ 24
Terbentuknya Perbedaan Gender ~ 26
Arti Penting Gender ~ 30
Stereotip Gender ~ 31
Pembedaan Gender dalam Masyarakat Jawa ~ 32
Etika Jawa ~ 33
Ajaran Moral Wanita Jawa ~ 35
Masyarakat Priayi Jawa ~ 37
Perbedaan Kedudukan Laki-Laki dan Perempuan serta Perbedaan Gender dalam Masyarakat Priayi Jawa ~ 39
Analisis Struktural Novel Belenggu ~ 46
Alur ~ 46
Peristiwa-Peristiwa Penting dalam Belenggu ~ 48
Hubungan Sebab-Akibat Antarperistiwa ~ 55
Latar ~ 70
Latar Tempat ~ 71
Latar Waktu ~ 72
Latar Sosial Budaya ~ 74
Tokoh ~ 77
Tokoh-Tokoh Perempuan ~ 78
Tokoh Laki-Laki ~ 91
Perbedaan Gender dalam Belenggu ~ 105
Peran Gender Laki-Laki dan Perempuan ~ 111
Peran Perempuan ~ 111
Peran Laki-Laki ~ 112
Identitas Gender ~ 113
Identitas Perempuan ~ 113
Identitas Laki-Laki ~ 115
Stereotip Wanita dan Laki-Laki ~ 115
Stereotip Perempuan ~ 115
Stereotip Laki-Laki ~ 119
Penghayatan Gender ~ 121
Tokoh Setia Gender ~ 122
Tini dan Tati: Dua Tokoh Pemberontak ~ 124
Reaksi Tokoh-Tokoh Lain Terhadap Pemberontakan Tini ~ 127
Motivasi Penghayatan ~ 131
Perbedaan Gender dan Ketidakadilan Gender ~ 133
Sosialisasi Konsep Gender ~ 137
Kesimpulan ~ 139
Struktur Novel Belenggu ~ 139
Konsep Gender dalam Belenggu ~ 141
Daftar Pustaka ~ 143